JIKA INGIN HIDUP TUA NANTI BAHAGIA, MAKA… AYO NABUNG SAHAM !

Di Indonesia investor pasar modal mengalami kenaikan yang signifikan, lima tahun terakhir jumlah investor pasar modal 300% menjadi 1,53 juta single investor indentifi casioan (SID) dan dari angka tersebut kaum milenial mendominasi, sumber Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GI-BEI) Umsida juga berupaya supaya mahasiswa yang belum menabung saham diajak menabung saham, untuk meralisasikan tersebut membuat sebuah acara sosialisasi dan workshop pasar modal Bertempat di aula KH Mas Mansyur (24/9/2019).

Kegiatan ini dilakukan adalah untuk memberikan pembelajaran dan pengenalan bagi mahasiswa semester 3 yang belum mengenal pasar modal, kemudian jika sudah mengenal maka diarahkan membuka rekening efek.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini sebagai edukasi, mengajak mahasiswa untuk menabung saham, membuka rekening efek.” ujarketua pelaksana Muhammad Yani SE MM.

Beruang kutub ketika musim panas mencari mangsa ikan yang memiliki protein dan lemak tinggi sehingga pada musim dingin tinggal santai dan menikmati lemak tersebut, jadi jika kawan – kawan ingin hidup tua nanti bahagia maka ayo nabung saham, imbuhnya.

 Selain itu Dekan FBHIS, Wisnu Panggah Setiyono SE MSi PhD pada sambutannya berharap para mahasiswa bisa belajar investasi di Bursa Efek.

“Untuk belajar menghitung, mengambil keputusan, laporan sebagai bentuk bagaimana kinerja saham yang kalian investasikan,” Alumnus Vitoria University menambahkan.

 

Pemateri pertama dari BEI Jatim, Dyan Fajar Mahardika menuturkan, “Tentukan tujuan investasi. Tujuan utama untuk mengalahkan inflasi. Kalau tujuan pribadi memang banyak, bisa untuk modal nikah, dan sebagainya.”

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), lanjut Dyan, inflasi di Indonesia rata-rata 5%. “Bunga tabungan lebih kecil dari inflasi. Pasar modal Indonesia masih tergantung dengan investor asing.”

Edi Murdiono SE.,  pemateri dari IPOT (PT. Indo Premier Sekuritas) melengkapi materi Dyan, mengenai bagaimana cara berinvestasi di era milenial. IPOT adalah perusahaan penyedia perdagangan efek (reksadana, obligasi, saham) terintegrasi pertama di pasar modal Indonesia berdasarkan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jangan bangga jika melamar pujaan hati tidak menggukan lembaran saham yang dimiliki pada perusahaan bonafit. Kaum milenial ketika menikah dengan memberikan mas kawin berupa saham akan lebih menarik, edy sapaan akrabnya menambahkan.

Kegiatan workshop ini terselanggara atas kerjasama GI-BEI Umsida dengan BEI Jatim, IPOT Skuritas dan dosen pengampu mata kulah manajemen keuangan. Adapun yang hadir adalah jajaran Dekan, dosen, tamu undangan, dan peserta yang berjumlah 303 dari prodi manajemen FBHIS UMSIDA. Di sesi akhir workshop peserta dipandu langsung dari IPOT untuk membuka rekening efek secara online. (Inka / Yani)

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *