Cegah Jerat Digital, KKN P 20 Umsida Edukasi Warga Pucangsari Cegah Bahaya Judol

Fbhis.umsida.ac.id – Kemudahan digital membawa manfaat sekaligus risiko bagi masyarakat. Judi online dan pinjaman online menjadi salah satu tantangan tersebut.

Risikonya perlu dikenali sebelum merugikan keluarga dan kehidupan sosial. Kesadaran masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah dampaknya.

Melihat kondisi tersebut, KKN P 20 Umsida hadir memberikan edukasi. Kegiatan sosialisasi berlangsung di Balai Desa Pucangsari, Purwodadi.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, (24/08). Pesertanya merupakan ibu-ibu kader PKK Desa Pucangsari.

Mereka mendapat pemahaman mengenai bahaya judol dan pinjol ilegal. Edukasi tersebut menjadi bagian program kerja KKN P 20.

Baca juga: KKN P 36 Umsida Digitalkan Desa Sambirejo Lewat Website Profil Perkebunan

Cegah Risiko Digital Sejak Dini

Ketua KKN P 20, Fairuz Adam Hakim, menjelaskan tujuan kegiatan. Sosialisasi diarahkan untuk mencegah judol dan pinjol masuk desa.

Menurutnya, masyarakat perlu mengenali risiko layanan digital tersebut. Langkah pencegahan dinilai lebih baik daripada menghadapi kerugian.

Sumber: Dokumentasi Istimewa

“Jangan sampai fenomena perkotaan tersebut merambah ke desa,” terangnya. Kader PKK dipilih karena memiliki peran strategis dalam keluarga.

Mereka dapat menyebarkan informasi kepada lingkungan sekitar. Edukasi juga dapat diteruskan kepada anggota keluarga masing-masing.

Fairuz melihat antusiasme peserta sebagai respons yang positif. Menurutnya, kader memiliki posisi penting dalam edukasi masyarakat.

“Para kader nantinya akan menyosialisasikan informasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut membuat edukasi dapat menjangkau lebih banyak warga.

Lihat juga: Fajar Baru Moneter: Langkah Destry Damayanti di Mata Industri Perbankan

Kenali Bahaya Judol dan Pinjol

Sosialisasi menghadirkan Hamzah Setiawan SKom MKom sebagai pemateri. Ia menjelaskan karakteristik judi online kepada para peserta.

Judi online menggunakan sistem taruhan melalui internet atau aplikasi. Tujuannya adalah memperoleh keuntungan melalui aktivitas perjudian.

Bentuknya beragam dan hadir melalui berbagai platform digital. Promosi keuntungan cepat sering menjadi daya tarik utama.

Bonus tertentu juga digunakan untuk menarik perhatian pengguna. Karena itu, masyarakat perlu memahami risiko sebelum terlibat.

Hamzah kemudian membahas risiko pinjaman online ilegal. Masyarakat diminta memastikan legalitas layanan sebelum menggunakannya.

Layanan tersebut juga harus berada dalam pengawasan OJK. Pinjol ilegal sering menawarkan proses pencairan sangat cepat.

Kemudahan tersebut dapat membuat masyarakat mengabaikan konsekuensinya. Risikonya mencakup bunga tinggi dan biaya tambahan.

Penyalahgunaan data pribadi juga menjadi persoalan yang perlu diwaspadai. Keterlambatan pembayaran dapat memunculkan tekanan bagi peminjam.

Sumber: Dokumentasi Istimewa

“Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi keuangan,” tandasnya. Dampak tersebut juga dapat merambah kehidupan sosial keluarga.

Beban utang dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Persoalan finansial juga berpotensi memicu konflik keluarga.

Tekanan ekonomi dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Karena itu, kehati-hatian menjadi bagian penting penggunaan layanan digital.

Kader Jadi Penggerak Edukasi

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung. Peserta mengajukan pertanyaan mengenai dampak dan pencegahan.

Mereka juga membahas risiko penggunaan layanan digital tersebut. Salah satu peserta, Pur, mengaku mendapat pengetahuan baru.

Sebelumnya, pemahamannya mengenai judol dan pinjol masih terbatas. “Sebelumnya saya hanya memahami sekitar 30 persen,” ujarnya.

Setelah mengikuti kegiatan, pemahamannya meningkat secara signifikan. Ia merasa mendapat wawasan mengenai dampak dan pencegahannya.
“Sekarang pemahaman saya meningkat menjadi sekitar 90 persen,” tambahnya. Pur juga menilai kegiatan tersebut bermanfaat bagi kader.

Menurutnya, pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada warga. Kader juga dapat menyampaikan edukasi kepada anak-anak.

Hal tersebut memperluas manfaat sosialisasi setelah kegiatan berakhir. Edukasi digital akhirnya tidak berhenti pada ruang sosialisasi.

Informasi dapat terus bergerak melalui lingkungan keluarga. Kader menjadi penghubung antara pengetahuan dan masyarakat.

Melalui langkah tersebut, kesadaran digital dapat terus diperkuat. KKN P 20 Umsida menunjukkan pentingnya edukasi berbasis masyarakat.

Pencegahan judol dan pinjol membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga menjadi salah satu benteng awal menghadapi risiko digital.

Pengetahuan yang cukup membantu masyarakat mengambil keputusan lebih bijak. Dengan edukasi berkelanjutan, masyarakat dapat lebih waspada.

Penulis: Cindy

Penyunting: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Tantangan
Haflah Jadi Wisudawan Berprestasi Akuntansi Umsida Usai Raih Best Poster ICEBIZ 2025
October 30, 2026By
Menjadi
Kuliah Sambil Bekerja, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Raih Juara 1 Nasional
October 29, 2026By
Menjadi
Berani Keluar Zona Nyaman, Prasetyo Utomo Buktikan Prestasi hingga Tingkat Internasional
October 28, 2026By
Sri
Disiplin Belajar Sejak Dini Hari, Sri Rohimah Raih IPK 3,90 dan Predikat Cumlaude
October 27, 2026By
Kebiasaan
Berawal dari Kebiasaan Kecil, Dyah Tuhrotul Fuada Jadi Wisudawan Terbaik Umsida
October 26, 2026By
Etika
Kuliah Tamu Etika Bisnis Umsida Dorong Mahasiswa Bangun Integritas dan Kepedulian Sosial
October 23, 2026By
Tingkatkan Kompetensi Riset, Mahasiswa Manajemen Umsida Ikuti Pelatihan Olah Data
October 21, 2026By
Lulus Bukan Akhir, Dr Hendra Ajak Wisudawan Ciptakan Lapangan Kerja
October 19, 2026By

Prestasi

Tantangan
Haflah Jadi Wisudawan Berprestasi Akuntansi Umsida Usai Raih Best Poster ICEBIZ 2025
October 30, 2026By
Menjadi
Kuliah Sambil Bekerja, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Raih Juara 1 Nasional
October 29, 2026By
Menjadi
Berani Keluar Zona Nyaman, Prasetyo Utomo Buktikan Prestasi hingga Tingkat Internasional
October 28, 2026By
Sri
Disiplin Belajar Sejak Dini Hari, Sri Rohimah Raih IPK 3,90 dan Predikat Cumlaude
October 27, 2026By
Kebiasaan
Berawal dari Kebiasaan Kecil, Dyah Tuhrotul Fuada Jadi Wisudawan Terbaik Umsida
October 26, 2026By
Berani Melangkah, Jesika Temukan Makna Menjadi Duta Pencerah Umsida
October 6, 2026By
Dari Gagal hingga Terpilih, Mala Bawa Misi Pencerahan di Umsida
October 5, 2026By
Usai Dikukuhkan Jadi Duta Pencerah Umsida 2026, ini Misi Mifta Setelah Terpilih
September 30, 2026By