fbhis.umsida.ac.id– Belajar akuntansi ternyata tidak hanya berkutat dengan angka dan teori. Pengalaman nyata justru memberikan tantangan berbeda bagi mahasiswa.
Hal tersebut dirasakan empat mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Mereka berkesempatan menjalani magang di Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Zasha Ailsa Putri Maulidia dan Sefirda Nursita Apsari. Dua mahasiswa lainnya yakni Annisa Maulidya Abhinawa dan Anandhita Yudha Fitri Aryanti.
Program magang berlangsung mulai 1 Agustus hingga 1 November 2026. Selama tiga bulan, mereka ditempatkan di Bagian Keuangan Sekretariat DPRD.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam memahami pengelolaan keuangan pemerintahan. Mereka juga belajar menghadapi tanggung jawab dunia kerja secara langsung.
Mengenal Pengelolaan Keuangan Pemerintahan

Selama magang, keempat mahasiswa mendapatkan berbagai tugas administrasi keuangan. Mereka membantu verifikasi dokumen pertanggungjawaban perjalanan dinas.
Selain itu, mahasiswa memeriksa dokumen belanja rumah tangga Ketua DPRD. Mereka juga membantu pengelolaan dan perhitungan payroll atau penggajian.
Zasha menjelaskan bahwa setiap pekerjaan membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab. Kelengkapan dokumen harus dipastikan sebelum diteruskan kepada pegawai berwenang.
“Kami harus teliti memeriksa dokumen dan menjaga kerahasiaan informasi keuangan,” jelasnya.
Mahasiswa juga melakukan koordinasi apabila ditemukan ketidaksesuaian data. Proses tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya ketepatan administrasi keuangan.
Sefirda menambahkan bahwa penempatan tersebut memperluas pemahaman mereka. Khususnya mengenai prosedur administrasi dan pertanggungjawaban keuangan instansi pemerintahan.
Baca juga: Haflah Jadi Wisudawan Berprestasi Akuntansi Umsida Usai Raih Best Poster ICEBIZ 2025
Menerapkan Teori dalam Praktik
Annisa mengungkapkan alasan memilih DPRD Sidoarjo sebagai lokasi magang. Menurutnya, instansi pemerintahan memberikan kesempatan mempelajari akuntansi sektor publik.
“Kami ingin menerapkan ilmu akuntansi secara langsung dalam pekerjaan nyata,” ungkapnya.
Selama perkuliahan, mahasiswa telah mempelajari berbagai prinsip dasar akuntansi. Melalui magang, pengetahuan tersebut diterapkan dalam pemeriksaan dokumen keuangan.
Mereka belajar memastikan kesesuaian data dengan dokumen pendukung. Proses penggajian juga memperkenalkan pengelolaan data keuangan secara praktis.
Pengalaman tersebut sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga etika profesi. Setiap pekerjaan harus diselesaikan sesuai prosedur dan arahan pembimbing.
Lihat Juga: Kuliah Sambil Bekerja, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Raih Juara 1 Nasional
Mengasah Keterampilan Menuju Dunia Profesional
Bagi Anandhita, pengalaman magang memberikan banyak pelajaran berharga. Ia berkesempatan membantu verifikasi pencairan hingga penyusunan dokumen perpajakan.
Namun, memahami alur administrasi keuangan menjadi tantangan tersendiri. Setiap dokumen membutuhkan pemeriksaan cermat sebelum diproses lebih lanjut.
“Tantangan terbesar adalah memahami alur administrasi dan memastikan ketepatan dokumen,” ujarnya.
Pengalaman tersebut melatih kemampuan teknis sekaligus keterampilan komunikasi mahasiswa. Mereka juga belajar bekerja sama dan mengatur waktu.
Selain pengarsipan, mahasiswa meningkatkan keterampilan menggunakan Microsoft Office. Interaksi dengan pegawai turut membangun kedisiplinan dan profesionalisme.
Anandhita berharap mahasiswa lainnya memanfaatkan kesempatan magang secara maksimal. Menurutnya, keberanian bertanya menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
“Jangan takut bertanya dan jangan malu mempelajari hal baru,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami proses di balik pekerjaan. Dengan begitu, pengalaman magang tidak sekadar menyelesaikan tugas.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh bekal menghadapi dunia profesional. Pengalaman langsung diharapkan memperkuat kesiapan mereka setelah menyelesaikan perkuliahan.
Penulis: Selvy Dwi Machmuda













