Dosen Ikom Umsida Bahas Hyperreality Budaya Digital di Konferensi Internasional ICEMSS 2026

Fbhis.umsida.ac.id – International Conference on Emerging New Media and Social Sciences (ICEMSS) 5th kembali menjadi agenda internasional unggulan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida). Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang rutin digelar di Bali, tahun ini konferensi berlangsung di Yogyakarta tepatnya di Aveon Hotel pada Rabu, (13/05).

Mengusung tema “Interconnected Identities: Communication, Culture, and the Global Mind,” konferensi ini menjadi ruang kolaborasi akademik lintas negara yang mempertemukan dosen, mahasiswa, peneliti, hingga praktisi komunikasi dari berbagai institusi internasional.

Salah satu dosen Ikom Umsida yang tampil sebagai pembicara adalah Dr Ferry Adhi Dharma MIKom, dengan materi bertajuk Challenges in Cross-Cultural Communication Among Gen Z: Cross-Cultural Misinterpretation in the Digital Space.

Dalam presentasinya, Dr Ferry membahas perubahan besar komunikasi lintas budaya di era digital akibat dominasi media sosial dan budaya visual.

Ia menyoroti fenomena hyperreality yang diperkenalkan Jean Baudrillard, yaitu kondisi ketika representasi digital terasa lebih nyata dibanding realitas aslinya.

“Generasi muda saat ini lebih banyak memahami budaya melalui layar media sosial dibanding pengalaman langsung. Akibatnya, budaya lebih sering dipahami sebagai konten visual yang mudah dikonsumsi dan diviralkan,” jelasnya.

Budaya Digital dan Fenomena Hyperreality

Dalam pemaparannya, Dr Ferry menjelaskan bahwa komunikasi antarbudaya kini tidak lagi berlangsung secara langsung, melainkan melalui representasi digital yang dikendalikan algoritma dan logika viralitas media sosial.

Kondisi tersebut membuat budaya mengalami proses simulasi yang perlahan menggeser makna aslinya.

Ia menjelaskan tahapan simulasi budaya mulai dari realitas budaya, representasi melalui foto atau video, simulasi dalam bentuk konten digital, hingga akhirnya menjadi hyperreality ketika publik lebih mengenal versi viral dibanding makna budaya sebenarnya.

Contoh fenomena tersebut terlihat pada tradisi Ngaben di Bali yang sering dipahami hanya sebagai visual budaya menarik tanpa memahami nilai sakral di baliknya.

Selain itu, penggunaan pakaian adat di media sosial juga lebih banyak diposisikan sebagai identitas estetis modern dibanding simbol budaya yang memiliki filosofi mendalam.

“Ritual budaya yang awalnya memiliki makna sakral berubah menjadi tontonan visual yang diproduksi ulang melalui video, tren, hingga challenge di TikTok,” ungkapnya.

Menurut Dr Ferry, kondisi ini menjadi tantangan besar dalam komunikasi lintas budaya karena masyarakat digital lebih banyak mengonsumsi representasi dibanding memahami konteks budaya secara utuh.

Baca juga: Mahasiswa Akuntansi Raih Prestasi Internasional di Ajang International Conference on Digital Economics

Literasi Budaya Digital Jadi Kebutuhan Generasi Z

Selain membahas hyperreality, Dr. Ferry juga menyoroti pentingnya literasi budaya digital bagi generasi Z.

Ia menilai banyak konflik budaya di media sosial muncul akibat masyarakat hanya melihat potongan konten tanpa memahami konteks budaya yang sebenarnya.

Salah satu contoh yang disorot adalah perdebatan budaya antara Indonesia dan Malaysia di TikTok.

Menurutnya, komunikasi digital sering terjebak pada logika kepemilikan budaya dan nasionalisme emosional yang justru memperkeruh dialog antarbudaya.

“Perdebatan budaya di media sosial sering kali dipenuhi reaksi emosional karena masyarakat tidak memahami sejarah pertukaran budaya yang panjang antarnegara serumpun,” jelasnya.

Karena itu, ia menekankan perlunya pendekatan komunikasi yang lebih reflektif melalui edukasi literasi budaya digital, dialog antarbudaya, dan diplomasi budaya berbasis kolaborasi.

Lihat juga: ICEMSS 2026, Ikom Umsida Perkuat Jejaring Akademik Global Bersama Mitra Internasional

ICEMSS Jadi Ruang Kolaborasi Akademik Internasional

Keikutsertaan dosen Ikom Umsida dalam ICEMSS 5th menunjukkan komitmen program studi dalam memperkuat kontribusi akademik di tingkat internasional, khususnya dalam kajian media digital dan komunikasi budaya kontemporer.

Melalui konferensi ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan kolaborasi penelitian yang mampu menjawab tantangan komunikasi global di era digital.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi akademisi dan mahasiswa untuk memperluas jejaring internasional serta meningkatkan pemahaman terhadap dinamika komunikasi lintas budaya di tengah perkembangan teknologi media baru.

Konferensi internasional ini sekaligus menegaskan pentingnya peran akademisi sebagai narator yang mampu menjelaskan konteks budaya secara utuh, sehingga ruang digital tidak hanya menjadi tempat viralitas, tetapi juga ruang pembelajaran budaya yang lebih kritis dan reflektif.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah, Mahasiswa Ikom Umsida Jelajahi Kampung Kauman Yogyakarta
May 19, 2026By
ICEMSS 2026, Ikom Umsida Perkuat Jejaring Akademik Global Bersama Mitra Internasional
May 13, 2026By
HIMA Manajemen Umsida Dorong UMKM Sawohan Naik Kelas Lewat Olahan Bandeng Modern
May 4, 2026By
Dosen Umsida Dorong SDM, Digitalisasi, dan Tata Kelola untuk Kembangkan Bisnis Kopi Luwak
April 30, 2026By
Guru Besar Umsida Paparkan Lima Strategi Perkuat Ketahanan UMKM di Era Digital
April 29, 2026By
Studi Ekskursi ke Bandung, Mahasiswa Manajemen Umsida Perluas Wawasan Global
April 28, 2026By
“Aktual Media News” Jadi Karya Mahasiswa Ikom Umsida Angkat Potensi Sidoarjo
April 27, 2026By
Kuliah Umum di Umsida, Anies Baswedan Tekankan Kepemimpinan dan Peran Strategis Mahasiswa
April 24, 2026By

Prestasi

Evaluasi Diri Bawa Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali di Pertandingan Karate
May 8, 2026By
Hebat! Zabrina Taklukkan Arena Karate dan Bawa Pulang Tiga Medali untuk Umsida
May 7, 2026By
Sekali Turun, Tiga Emas: Prestasi Gemilang Mahasiswa Hukum Umsida
May 6, 2026By
Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
April 15, 2026By
Atasi Rasa Minder, Vivi Nabila Bawa Pulang Emas pada Ajang Paku Bumi Championship 2026
April 14, 2026By
Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
April 10, 2026By
Mahasiswa Umsida Raih Perak di Paku Bumi Championship, Bukti Latihan Singkat Tak Halangi Prestasi
April 7, 2026By
Di Balik Kemudi Delta EV: Peran Strategis Mardi Lukas di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 5, 2026By