Fbhis.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Rahmah Amaliya, berhasil meraih medali perak dalam Kejuaraan Taekwondo Grade-C Piala Walikota Surabaya 2026.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di GOR Indoor Bung Tomo dan diselenggarakan oleh KONI Kota Surabaya.
Rahmah, mahasiswa semester 2 Prodi Perbankan Syariah, turun pada kategori kyorugi U40.
Dalam kejuaraan tersebut, ia berhasil menempati posisi juara 2 setelah melewati pertandingan yang ketat melawan atlet dari berbagai daerah.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Umsida tidak hanya mampu berkembang di bidang akademik, tetapi juga dapat menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang olahraga.
Melalui capaian tersebut, Rahmah turut membawa nama baik kampus, khususnya Prodi Perbankan Syariah, di tingkat kompetisi daerah.
Baca juga: Go Global! Dua Mahasiswa Ikom Umsida Magang di USIM Press Malaysia
Persiapan Fisik dan Mental
Sebelum mengikuti kejuaraan, Rahmah menjalani persiapan secara serius.
Ia tidak hanya mengandalkan jadwal latihan rutin, tetapi juga menambah latihan mandiri untuk meningkatkan kemampuan bertanding.

“Saya fokus menjaga kondisi fisik dan mental. Saya menambah porsi latihan mandiri di luar jadwal rutin dan menjaga pola makan agar berat badan tetap stabil di kelas pertandingan saya,” ungkap Rahmah.
Latihan intensif dilakukan sejak beberapa bulan sebelum kompetisi. Materi latihan yang dijalani meliputi penguatan fisik, teknik tendangan, kecepatan reaksi, hingga simulasi pertandingan.
Menurutnya, latihan tersebut penting agar tubuh lebih siap menghadapi tekanan di arena pertandingan.
Selain aktif sebagai atlet, Rahmah juga terlibat dalam beberapa organisasi dan kegiatan kampus, seperti UKM Bela Diri Taekwondo, HIMMA, dan IMM.
Aktivitas tersebut membuatnya harus pandai mengatur waktu agar kuliah, organisasi, dan latihan tetap berjalan seimbang.
Lihat juga: Dari Empon Empon Jadi Peluang Bisnis Empocare Umsida Tembus Pendanaan P2MW 2026
Pertandingan Berjalan Sengit
Rahmah mengaku pertandingan dalam Kejuaraan Taekwondo Grade-C Piala Walikota Surabaya 2026 berlangsung tidak mudah.
Kompetisi tersebut diikuti banyak atlet dari berbagai daerah dengan tingkat persaingan yang ketat.
Menurutnya, beberapa momen di lapangan berjalan di luar prediksi. Strategi lawan yang dinamis menuntutnya untuk cepat beradaptasi dan tetap fokus selama pertandingan berlangsung.

“Pertandingan berjalan sangat sengit. Beberapa momen di lapangan berjalan di luar prediksi karena strategi lawan yang dinamis. Namun, saya tetap fokus pada instruksi pelatih hingga bisa meraih hasil terbaik,” jelasnya.
Tantangan terbesar yang dirasakan Rahmah adalah mengelola rasa gugup.
Selain itu, ia juga harus membagi waktu antara jadwal kuliah yang padat dan latihan yang cukup melelahkan.
Meski demikian, ia tetap berusaha menjaga konsistensi agar tidak kehilangan fokus menjelang pertandingan.
Dukungan Kampus Jadi Motivasi
Dalam prosesnya, Rahmah mendapat dukungan besar dari keluarga, teman-teman, serta lingkungan kampus.
Ia menyebut dukungan moral dari orang terdekat menjadi salah satu sumber kekuatan untuk tetap percaya diri.
Umsida juga dinilai memberikan dukungan, terutama dalam hal perizinan kuliah dan fasilitas yang menunjang pengembangan prestasi mahasiswa.
Dukungan tersebut membuat Rahmah semakin termotivasi untuk terus berkembang sebagai atlet.
Dalam waktu dekat, Rahmah belum memiliki jadwal kejuaraan berikutnya. Namun, berdasarkan arahan pelatih, ia bersama tim berencana mencari turnamen di luar provinsi sebagai tantangan baru.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa Umsida agar tidak ragu menekuni bidang yang disukai.
“Jangan takut untuk mencoba dan menekuni bidang yang kamu sukai. Konsistensi dan kerja keras adalah kunci. Kamu bisa membawa nama baik kampus melalui prestasi apa pun, baik akademik maupun non-akademik,” pungkasnya.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















