fbhis.umsida.ac.id-Persoalan birokrasi dan korupsi masih menjadi perhatian di Indonesia. Berbagai kebijakan terus dikembangkan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Isu tersebut menjadi pembahasan dalam kegiatan bedah buku. Kegiatan ini diselenggarakan IAPA Jawa Timur bersama Prodi Administrasi Publik Umsida.
Acara berlangsung pada Jumat (6/11/2026). Lokasinya di Ruang Pleno GKB 1, lantai tujuh, Kampus 1.
Sebelum diskusi dimulai, peserta disambut pertunjukan Tari Banjar Kemuning. Tarian khas Sidoarjo tersebut menghadirkan suasana budaya lokal.
Kegiatan menghadirkan akademisi, mahasiswa, pengurus IAPA, dan praktisi pemerintahan. Mereka berkumpul untuk membahas persoalan administrasi publik di Indonesia.
Bedah Buku Bahas Reformasi Birokrasi
Dua buku menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan tersebut. Keduanya mengangkat persoalan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Buku pertama berjudul Diskresi Birokrasi dari Regulasi ke Implementasi di Era Digital. Buku tersebut ditulis Dr Sri Juni Woro Astuti M Com
Pembahasannya berkaitan dengan diskresi dalam praktik birokrasi modern. Diskresi menjadi perhatian karena berkaitan dengan pengambilan keputusan pemerintahan.
Buku kedua berjudul Dinamika Reformasi Kebijakan Pemberantasan Korupsi di Indonesia. Penulisnya adalah Dr Mohammad Nuh SIP MSi
Buku tersebut mengulas perjalanan kebijakan antikorupsi di Indonesia. Pembahasannya mencakup perkembangan kebijakan sejak Orde Lama hingga Reformasi.
Mohammad Nuh juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan dan integritas.
“Korupsi diberantas dengan institusi yang kuat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas warga negara. Keduanya diperlukan untuk mendukung pemberantasan korupsi secara berkelanjutan.
Baca Juga: Empat Mahasiswa Akuntansi Umsida Petik Pengalaman Berharga di DPRD Sidoarjo
Hadirkan Akademisi dan Praktisi Pemerintahan
Diskusi menghadirkan sejumlah pembahas dari berbagai latar belakang.
Salah satunya Triyoga Muhtar Habibi MH dari Ombudsman RI Jawa Timur. Hadir pula Ahmad Riyadh Umar Balahmar PhD dosen Administrasi Publik Umsida.
Pembahas lainnya adalah Zainul Arifin Umar SSTP MA Ia merupakan Kepala Bagian Kerjasama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Dr Imam Fachruddin MSi juga hadir sebagai pembahas. Ia merupakan Kaprodi Magister Administrasi Publik Universitas Kadiri.
Diskusi dipandu Isna Fitria Agustina MSi sebagai moderator.
Beragam latar belakang pembahas memperkaya sudut pandang diskusi. Persoalan birokrasi dibahas melalui perspektif akademik dan praktik pemerintahan.
Sabilita, salah satu asisten laboratorium Administrasi Publik, menjelaskan tujuan kegiatan.
“Kegiatan ini menjadi tempat bertukar gagasan dan berdiskusi,” ungkapnya.
Forum tersebut juga bertujuan mempererat hubungan antarprodi Administrasi Publik. Khususnya, program studi yang berada di wilayah Jawa Timur.
Lihat Juga: Bukan Sekadar Perkenalan, Sharing Session Administrasi Publik Umsida Bangun Kedekatan Mahasiswa
Perkuat Kolaborasi Administrasi Publik Jatim

Kegiatan ini bukan sekadar forum membahas isi buku. Pertemuan tersebut juga menjadi sarana memperluas jejaring akademik.
IAPA Jawa Timur berperan sebagai penyelenggara kegiatan. Sementara itu, Prodi Administrasi Publik Umsida menjadi tuan rumah.
Kolaborasi tersebut membuka ruang komunikasi antara kampus dan praktisi. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan memahami persoalan pemerintahan secara lebih luas.
Menurut Sabilita, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi peserta.
“Peserta diharapkan memperoleh pemahaman dan wawasan yang lebih luas,” ujarnya.
Wawasan tersebut mencakup birokrasi, kebijakan publik, dan pemberantasan korupsi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperkaya pengetahuan di luar perkuliahan. Mereka juga dapat mengenal berbagai perspektif administrasi publik.
Forum tersebut diharapkan memperkuat hubungan antarakademisi dan praktisi pemerintahan. Kolaborasi menjadi bagian penting dalam pengembangan administrasi publik Indonesia.
Sumber: Aslab Administrasi Publik
Editor: Selvy Dwi Machmuda













