fbhis.umsida.ac.id– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Kali ini, pencapaian tersebut datang dari Program Studi Akuntansi.
Haflah Nuzulul Nur Maghfirah berhasil meraih penghargaan Best Poster Business Plan. Penghargaan tersebut diperoleh dalam International Conference on Economics and Business (ICEBIZ) 2025.
Pencapaian ini turut mengantarkan Haflah menjadi salah satu wisudawan berprestasi. Keberhasilannya membuktikan bahwa kesibukan kuliah bukan penghalang untuk berprestasi.
Di balik penghargaan tersebut, terdapat proses dan persiapan yang penuh tantangan. Haflah harus membagi waktu antara perkuliahan dan persiapan kompetisi.
Namun, keinginannya mengembangkan kemampuan membuatnya terus berusaha. Ia menjadikan kompetisi sebagai kesempatan menguji potensi diri.
Baca Juga: Berani Keluar Zona Nyaman, Prasetyo Utomo Buktikan Prestasi hingga Tingkat Internasional
Berawal dari Keberanian Mencoba
Ketertarikan Haflah mengikuti kompetisi berawal dari keinginannya memperoleh pengalaman baru. Ia ingin mengembangkan kemampuan melalui kegiatan di luar perkuliahan.
Sejak awal kuliah, Haflah aktif mendalami bidang studi Akuntansi. Ia juga mulai mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.
Pengalaman tersebut mendorongnya untuk mencoba tantangan yang lebih besar. Salah satunya melalui kompetisi Business Plan dalam ICEBIZ 2025.
“Saya ingin mengasah keterampilan mandiri dan menambah pengalaman praktis,” ungkapnya.
Selain memperoleh pengalaman, Haflah ingin mengetahui kemampuan yang dimilikinya. Kompetisi tersebut menjadi kesempatan menerapkan pengetahuan selama menempuh pendidikan.
Baginya, pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui kegiatan di kelas. Berbagai pengalaman juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.
Keberanian mencoba menjadi langkah awal dalam perjalanan prestasinya. Ia meyakini setiap kesempatan dapat memberikan pembelajaran yang berharga.
Disiplin Menghadapi Tantangan Kompetisi
Perjalanan meraih penghargaan tersebut membutuhkan persiapan dan kedisiplinan. Haflah harus mengatur waktu agar seluruh tanggung jawab terselesaikan.
Persiapan dilakukan melalui kegiatan belajar dan diskusi bersama dosen pembimbing. Ia juga memanfaatkan perpustakaan serta ruang kelas kampus.
Selain itu, Haflah melakukan persiapan secara mandiri maupun daring. Evaluasi berkala menjadi bagian penting untuk memperbaiki hasil pekerjaannya.
“Saya menyusun jadwal belajar terstruktur dan rutin berdiskusi dengan dosen,” jelasnya.
Meski telah menyusun strategi, proses persiapannya tidak selalu berjalan mudah. Tantangan terbesar muncul ketika harus membagi waktu secara seimbang.
Jadwal perkuliahan yang padat menuntutnya mengelola waktu dengan baik. Sementara itu, persiapan kompetisi juga membutuhkan perhatian dan ketelitian.
Haflah berusaha menghadapi tantangan tersebut melalui perencanaan yang matang. Ia juga rutin mengevaluasi perkembangan selama proses persiapan.
Dukungan orang terdekat turut menjadi penguat dalam perjalanan tersebut. Orang tua, dosen pembimbing, rekan tim, dan sahabat selalu mendukungnya.
Doa, arahan, serta motivasi mereka membuat Haflah semakin bersemangat. Dukungan tersebut membantunya tetap fokus menghadapi berbagai tantangan.
Lihat Juga: Disiplin Belajar Sejak Dini Hari, Sri Rohimah Raih IPK 3,90 dan Predikat Cumlaude
Prestasi Jadi Motivasi Terus Berkembang

Kerja keras Haflah akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Ia berhasil memperoleh penghargaan Best Poster Business Plan ICEBIZ 2025.
Keberhasilan tersebut menghadirkan rasa syukur sekaligus kebanggaan tersendiri. Seluruh usaha selama persiapan akhirnya memberikan hasil positif.
“Saya sangat bersyukur, bangga, dan lega atas pencapaian ini,” tuturnya.
Baginya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan atas kemampuan. Prestasi ini menjadi pengalaman berharga selama menempuh pendidikan.
Haflah berharap pencapaiannya dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berkembang. Ia mengajak mahasiswa berani mencoba berbagai kesempatan yang tersedia.
Menurutnya, setiap tantangan dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan. Konsistensi juga menjadi bekal penting dalam mencapai tujuan.
“Jangan takut mencoba dan keluar dari zona nyaman,” pesannya.
Ia turut mengingatkan pentingnya semangat pantang menyerah selama berproses.
“Proses yang konsisten dan pantang menyerah tidak mengkhianati hasil,” tambahnya.
Melalui prestasi tersebut, Haflah menunjukkan pentingnya keberanian dan kedisiplinan. Pencapaiannya menjadi motivasi untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan baru.
Penulis: Selvy Dwi Machmuda














