Fbhis.umsida.ac.id – Menjadi Duta Pencerah ternyata tidak selalu dimulai dari kemenangan. Perjalanan Ida Kumala Sari justru bermula dari sebuah kegagalan.
Mahasiswa Hukum semester lima Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) itu kembali mencoba. Kini, ia resmi menjadi Duta Pencerah Umsida 2026–2027.
Mala, sapaan akrabnya, memiliki perjalanan penuh proses dan pembelajaran. Ia merupakan mahasiswa perantauan asal Baturaja, Sumatera Selatan.
Dulu, dirinya mengaku pemalu dan sulit beradaptasi. Berbicara di depan kamera juga sempat membuatnya tidak percaya diri.
Perlahan, perubahan muncul melalui kepercayaan orang-orang di sekitarnya. Ia mulai menekuni bidang yang disukai sejak masa perkuliahan.
Fotografi, videografi, hosting, dan konten kreator menjadi pilihannya. Berbagai pengalaman tersebut kemudian membentuk keberanian baru dalam dirinya.
Baca juga: Usai Dikukuhkan Jadi Duta Pencerah Umsida 2026, ini Misi Mifta Setelah Terpilih
Kegagalan Menjadi Awal Perjalanan
Mala sebelumnya pernah mengikuti ajang serupa pada tahun sebelumnya. Saat itu, ajang tersebut masih bernama Sapta Pencerah.

Namun, ia belum mendapatkan kesempatan menjadi Sapta Pencerah. Meski gagal, perjalanan Mala ternyata tidak berhenti di sana.
Kemampuannya membawa Mala bergabung dengan Media Pencerah Umsida. Kesempatan tersebut menjadi ruang mengembangkan berbagai kemampuan kreatif.
Ia mulai terlibat dalam fotografi dan produksi konten. Pengalaman tersebut perlahan membangun kepercayaan dirinya.
Mala kemudian mengembangkan kemampuan melalui berbagai aktivitas lainnya. Ia mencoba menjadi host live dan host podcast.
Ia juga mulai membangun portofolio secara lebih serius. Bersama partnernya, ia mengembangkan agency jasa live streaming.
Ia juga menjalankan vendor fotografi dan videografi. Ketika pendaftaran Duta Pencerah kembali dibuka, keraguan sempat muncul.
Ia takut kembali mengalami kegagalan seperti sebelumnya. Rasa minder dan overthinking juga kembali menghampirinya.
Namun, dukungan orang-orang terdekat membuatnya kembali berani mencoba. “Bagi saya, kegagalan bukanlah akhir perjalanan,” ungkap Mala.
“Kegagalan justru menjadi awal untuk tetap melangkah,” lanjutnya.
Lihat juga: Jejak Publikasi Umsida Antarkan Tanzil ke Board Election Crossref 2026
Berani Menghadapi Keraguan Diri
Tantangan kembali muncul ketika Mala melihat kandidat lainnya. Menurutnya, beberapa kandidat memiliki pengalaman dan prestasi lebih.
Kondisi tersebut sempat membuat rasa overthinking kembali muncul. Namun, Mala memilih tidak mundur dalam keadaan apapun.
Ia berusaha mempercayai potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Sikap positif menjadi modal menghadapi proses seleksi tersebut.
Baginya, keberanian mencoba menjadi bagian paling berkesan. Ia kembali duduk dalam kompetisi yang pernah dikejar.
Keputusan tersebut akhirnya membawanya menuju kesempatan baru. Mala dinyatakan terpilih sebagai Duta Pencerah Umsida 2026–2027.
Kabar tersebut menghadirkan kebahagiaan sekaligus rasa syukur mendalam. Ia mengaku tidak menyangka mencapai titik tersebut.
Keberanian akhirnya berhasil mengalahkan rasa takut sebelumnya. Kesempatan tersebut juga memiliki makna personal bagi Mala.
Sebagai perantau, ia membawa doa orang tua bersamanya. Pencapaiannya kemudian dipersembahkan untuk kedua orang tuanya.
Ia ingin membanggakan mereka melalui setiap langkahnya.
Membawa Nilai Umsida dalam Aksi
Bagi Mala, Duta Pencerah merupakan amanah dan tanggung jawab. Peran tersebut tidak berhenti sebagai wajah kampus semata.
Duta juga harus menjaga nama baik Umsida. Setiap tugas harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Mala ingin menjadi jembatan kampus dengan masyarakat luas. Ia ingin mengenalkan keunggulan program dan prestasi Umsida.
Kegiatan positif kampus juga ingin diperkenalkan lebih luas. Sebagai mahasiswa hukum, Mala memiliki misi tambahan.
Ia ingin menyuarakan keadilan melalui argumentasi yang konstruktif. Nilai Umsida menjadi dasar dalam menjalankan kontribusi tersebut.
Nilai tersebut meliputi uswah, mandiri, sinergi, dan integritas. Selain itu, terdapat nilai dinamis serta amanah.
Mala juga mengajak mahasiswa berani mengembangkan potensi. Menurutnya, kesempatan harus diambil ketika masih terbuka.
Ia percaya kemampuan dapat berkembang melalui keberanian mencoba. “Tidak ada yang tidak mungkin,” pesan Mala.
“Mimpi itu gratis, jadi ambillah yang paling mahal,” lanjutnya. Ia juga mengingatkan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah.
Usaha perlu berjalan bersama doa dan keteguhan hati. Semangat tersebut menjadi pesan pencerahan yang terus dibawanya.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















