Fbhis.umsida.ac.id – Kemampuan mengolah data menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menyusun penelitian.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengikuti pelatihan olah data.
Kegiatan ini berlangsung Minggu (11/10/2026), di Laboratorium Terpadu 2, Kampus 3 Umsida.
Asisten Laboratorium Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) Umsida menyelenggarakan Pelatihan Olah Data Eksternal Batch 3 Tahun 2026.
Kegiatan ini diikuti 34 mahasiswa Manajemen Umsida. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengolah data penelitian dan mengelola referensi ilmiah.
Baca juga: The Last Chapter? 314 Lulusan FBHIS Umsida Memulai Perjalanan Baru
Tiga Materi untuk Mendukung Penelitian
Pelatihan ini menghadirkan Muhammad Yani SE MM sebagai pemateri. Ia menyampaikan tiga materi utama, yakni SmartPLS, SPSS, dan Mendeley.
Seluruh materi disampaikan melalui penjelasan dan praktik langsung.
Peserta mempelajari SmartPLS untuk membantu pengujian model penelitian.
Materi mencakup penyusunan model, pengujian outer model, dan inner model. Peserta juga mempelajari interpretasi hasil pengujian hipotesis.
Melalui praktik tersebut, mahasiswa berlatih menerapkan teori metodologi penelitian.
Mereka juga belajar mengevaluasi model dan membaca hasil analisis. Keterampilan ini mendukung proses penelitian yang lebih sistematis.
Lihat juga: Optimalisasi Big Data Lokal melalui Sensus Ekonomi untuk Pengembangan Ekosistem Digital UMKM Desa
Praktik Analisis Data Secara Langsung

Materi berikutnya membahas penggunaan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Peserta mempraktikkan input data, pengkodean variabel, dan pengujian statistik.
Mereka juga mempelajari cara membaca serta menafsirkan hasil analisis.
Angka dan tabel hasil pengujian menjadi bagian penting penelitian.
Mahasiswa perlu memahami maknanya untuk menjawab rumusan masalah. Karena itu, interpretasi hasil menjadi perhatian selama pelatihan.
Muhammad Yani menekankan pentingnya praktik dalam memahami analisis data. “Mahasiswa perlu memahami proses pengolahan data secara bertahap,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Dengan praktik langsung, mereka dapat belajar membaca hasil analisis. Pemahaman tersebut membantu mahasiswa menyusun penelitian secara sistematis,”.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui praktik dan diskusi bersama pemateri.
Peserta mencocokkan hasil analisis dengan arahan yang diberikan. Mereka juga memperoleh kesempatan membahas kendala selama praktik berlangsung.
Mendeley untuk Karya Ilmiah
Sesi terakhir membahas Mendeley sebagai aplikasi manajemen referensi ilmiah.
Peserta belajar menyimpan artikel jurnal dan mengatur sumber rujukan. Mereka juga mempraktikkan pembuatan sitasi otomatis melalui Microsoft Word.
Pengelolaan referensi yang tepat membantu mahasiswa menyusun karya ilmiah.
Ketelitian diperlukan agar sitasi sesuai dengan sumber yang digunakan. Daftar pustaka juga perlu mengikuti format akademik yang berlaku.
“Penguasaan perangkat lunak perlu didukung ketelitian dan pemahaman akademik. Mahasiswa harus memastikan sumber rujukan tercatat dengan benar” ujarnya.
Dengan demikian, penyusunan karya ilmiah menjadi lebih terarah,” tambahnya.
Ketiga materi tersebut saling mendukung proses penyusunan penelitian mahasiswa. Pengolahan data perlu diimbangi referensi ilmiah yang relevan.
Keduanya membantu menghasilkan karya ilmiah yang sistematis dan akurat.
Melalui pelatihan ini, Program Studi Manajemen Umsida berharap mahasiswa semakin mandiri mengolah data.
Mereka juga diharapkan mampu mengelola referensi secara lebih terstruktur. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting dalam penyusunan artikel ilmiah dan tugas akhir.
Sumber: Aslab Manajemen
Editor: Selvy Dwi Machmuda


















