IHSG Anjlok, Reynaldy Menjawab Kepanikan Pasar Saham dengan Analisis

Fbhis.umsida.ac.id – Di tengah gejolak pasar saham yang membuat banyak investor panik, tidak semua pelaku pasar memilih mundur.

Sebagian justru melihat turbulensi sebagai ruang belajar, termasuk Reynaldy Cahyaningrat, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Berbekal pengalaman magang di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan ketertarikannya pada analisis pasar, Reynaldy mampu membaca pergerakan saham dengan sudut pandang yang lebih tenang dan rasional.

Pengalamannya tersebut ia bagikan dalam live podcast yang diselenggarakan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di bawah naungan Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Umsida, Senin (2/2/2025), di Laboratorium Terpadu Akuntansi.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama, khususnya bagi mahasiswa, untuk memahami dinamika pasar modal yang kerap dipenuhi kepanikan.

Baca juga: Entre Vibes Vol. 1, Komitmen Umsida Bangun Ekosistem Kewirausahaan Inklusif

Dari Ruang Kelas ke Lantai Bursa

Ketertarikan Reynaldy pada dunia pasar modal tidak hadir secara instan.

Ia mengaku mulai serius mempelajari saham sejak memahami bahwa pasar tidak hanya soal angka, tetapi juga perilaku manusia.

Pengalaman magangnya di Bursa Efek Indonesia memperkuat pemahamannya mengenai bagaimana keputusan investor global dapat memengaruhi pasar domestik.

“Saya melihat pasar itu bukan cuma grafik naik turun. Ada psikologi, ada struktur, dan ada kepercayaan yang saling berkaitan,” ungkap Reynaldy.

Dalam podcast tersebut, ia menjelaskan bagaimana indeks global seperti MSCI menjadi rujukan utama investor asing.

Menurutnya, banyak saham berlomba masuk ke indeks tersebut karena dianggap memiliki kualitas dan likuiditas yang baik.

“Masuk MSCI itu seperti pengakuan kualitas. Investor asing merasa lebih aman karena sudah ada standar yang diakui global,” jelasnya.

Lihat juga: Memahami Investasi dan Risiko: Pelajaran Berharga dari Dividend Trap untuk Mahasiswa Akuntansi

Membaca Kepanikan Pasar Saham dengan Kepala Dingin

Saat IHSG mengalami penurunan tajam, Reynaldy menilai kepanikan justru menjadi ujian kedewasaan investor.

Ia mengamati bahwa banyak investor ritel ikut menjual saham hanya karena melihat aksi jual investor asing, tanpa memahami penyebab di baliknya.

“Kepanikan itu menular. Begitu asing jual, ritel ikut panik. Padahal kalau ditelaah, fundamental Indonesia sebenarnya masih kuat,” katanya.

Baginya, gejolak pasar lebih banyak dipicu persoalan struktural dan transparansi, bukan semata-mata kondisi ekonomi nasional yang melemah.

Karena itu, ia mendorong investor pemula untuk tidak reaktif terhadap isu, melainkan memperkuat analisis sebelum mengambil keputusan.

“Kalau kita paham penyebabnya, kita tidak mudah terbawa arus. Market itu fluktuatif, tapi selalu punya fase pemulihan,” tambah Reynaldy.

Belajar Investasi, Bukan Sekadar Ikut Tren

Sebagai mahasiswa yang aktif berbagi wawasan, Reynaldy juga menyoroti pentingnya literasi investasi di kalangan generasi muda.

Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak fenomena fear of missing out (FOMO) yang kerap muncul saat saham tertentu ramai diperbincangkan.

“Kalau cuma ikut-ikutan tanpa analisis, risikonya besar. Saham yang kelihatan ramai belum tentu sehat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa investasi seharusnya menjadi proses belajar jangka panjang, bukan jalan pintas untuk keuntungan instan.

Menurutnya, memahami laporan keuangan, struktur kepemilikan saham, serta arah bisnis perusahaan jauh lebih penting dibanding sekadar mengikuti rumor pasar.

Melalui diskusi dan pengalamannya, Reynaldy berharap mahasiswa tidak melihat pasar saham sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai ruang pembelajaran.

“Justru di saat pasar tidak stabil, kita bisa belajar membaca arah, melatih mental, dan memahami risiko,” pungkasnya.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Warisan Rasa Jadi Inovasi Mahasiswa Umsida Perkuat Kuliner Tradisional dan Bisnis Berbasis Budaya Lokal
June 5, 2026By
Empocare Hasil Inovasi Minuman Herbal Mahasiswa Umsida Lolos P2MW 2026, Usung Konsep Ramah Lingkungan
June 3, 2026By
Bio Circular Agro Estate Antar HIMMAPIK Umsida Wujudkan Peluang Ekonomi dari Sampah
June 2, 2026By
Publikasi atau Pencitraan? Statement Sherly  Tjoanda Picu Perdebatan Komunikasi Publik
June 1, 2026By
Abdimas Umsida Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas Lewat Literasi Keuangan dan Modal
May 26, 2026By
Lolos P2MW 2026, Mahasiswa Umsida Kembangkan Platform Jasa Event Digital
May 25, 2026By
Dosen Umsida Soroti Kesenjangan Penegakan Hukum dan Bahaya Trial by Media Digital
May 22, 2026By
Mahasiswa Umsida Diajak Memahami Reformasi Polri dan Hukum Digital Modern
May 21, 2026By

Prestasi

Evaluasi Diri Bawa Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali di Pertandingan Karate
May 8, 2026By
Hebat! Zabrina Taklukkan Arena Karate dan Bawa Pulang Tiga Medali untuk Umsida
May 7, 2026By
Sekali Turun, Tiga Emas: Prestasi Gemilang Mahasiswa Hukum Umsida
May 6, 2026By
Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
April 15, 2026By
Atasi Rasa Minder, Vivi Nabila Bawa Pulang Emas pada Ajang Paku Bumi Championship 2026
April 14, 2026By
Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
April 10, 2026By
Mahasiswa Umsida Raih Perak di Paku Bumi Championship, Bukti Latihan Singkat Tak Halangi Prestasi
April 7, 2026By
Di Balik Kemudi Delta EV: Peran Strategis Mardi Lukas di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 5, 2026By