Fbhis.umsida.ac.id – Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FBHIS Umsida) menggelar Sharing Session Kaleidoskop Prestasi bertajuk “Merayakan Karya, Menginspirasi Prestasi” sebagai ruang berbagi pengalaman bagi mahasiswa berprestasi.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMMAPIK yang membagikan perjalanan mereka hingga berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi.
Melalui sesi tersebut, tim menjelaskan bahwa PPK Ormawa bukan sekadar ajang kompetisi proposal, tetapi merupakan program yang memberikan kesempatan kepada organisasi mahasiswa untuk mengimplementasikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara langsung.
Program ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, sekaligus menghadirkan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Baca juga: Ruang Mengabdi HIMMAPIK Umsida Wujudkan Kolaborasi Hijau Mahasiswa dan Warga Tanjek Wagir
Berawal dari Masalah di Masyarakat

Dalam pemaparannya, Tim HIMMAPIK menceritakan proses panjang yang mereka lalui sebelum berhasil lolos pendanaan PPK Ormawa.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi berbagai persoalan di Desa Kesiman sebagai desa mitra.
Setelah itu, tim melakukan survei lapangan, observasi, serta berdiskusi bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk memahami kebutuhan sekaligus potensi yang dimiliki desa.
Seluruh informasi tersebut menjadi dasar penyusunan program kerja yang benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.
Proposal kemudian disusun secara kolaboratif bersama seluruh anggota tim dengan pendampingan dosen pembimbing. Berbagai revisi dilakukan hingga proposal dinilai layak memperoleh pendanaan.
“Keberhasilan dalam PPK Ormawa tidak diperoleh secara instan. Semua diawali dengan memahami permasalahan masyarakat, menyusun solusi yang tepat, serta terus memperbaiki proposal berdasarkan berbagai masukan,” jelas Tim HIMMAPIK.
Tim menegaskan bahwa proses tersebut mengajarkan mahasiswa untuk lebih peka terhadap persoalan di lingkungan sekitar sekaligus melatih kemampuan menyusun program yang memberikan manfaat jangka panjang.
Lihat juga: Snap & Style Bagikan Strategi Meraih Prestasi dan Membangun Bisnis Mahasiswa Berkelanjutan Lewat P2MW
Bio Circular Agro Estate Jadi Inovasi
Dalam kesempatan tersebut, Tim HIMMAPIK juga memperkenalkan program unggulan bertajuk Bio Circular Agro Estate yang menjadi fokus PPK Ormawa 2026.

Program ini dikembangkan sebagai upaya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di tingkat desa.
Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik (kasgot) dan pakan ternak.
Selain itu, tim memanfaatkan insinerator guna mengolah residu sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai ekonomi seperti paving block dan briket.
Sebagai pendukung program utama, mahasiswa juga melaksanakan edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pendampingan kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai jual.
“Program yang kami susun tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah lingkungan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ungkap tim.
Konsistensi Menjadi Kunci Keberhasilan
Selain membahas program pengabdian, Tim HIMMAPIK turut membagikan pengalaman selama menjalankan PPK Ormawa.
Berbagai kegiatan dilakukan secara bertahap, mulai dari Focus Group Discussion (FGD), penyusunan program kerja, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, pembangunan sarana pendukung, hingga monitoring dan evaluasi bersama masyarakat.
Di akhir sesi, tim membagikan sejumlah tips bagi mahasiswa yang ingin mengikuti PPK Ormawa.
Menurut mereka, proposal yang baik selalu diawali dari permasalahan nyata di masyarakat, didukung survei lapangan, solusi yang berkelanjutan, serta keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan.
Selain itu, kekompakan tim, kedisiplinan, dan kesiapan menerima revisi menjadi faktor penting dalam proses penyusunan proposal.
“Jangan menunggu menjadi hebat untuk memulai, tetapi mulailah agar menjadi hebat. Semua tim besar selalu berawal dari langkah pertama,” pesan Tim HIMMAPIK kepada peserta.
Melalui Sharing Session Kaleidoskop Prestasi ini, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk mengikuti berbagai program kompetitif, termasuk PPK Ormawa.
Tidak hanya sebagai ajang meraih prestasi, program tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar berkolaborasi, memperluas jejaring, serta menghadirkan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sumber: TIM PPK Ormawa
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















