Langkah Pertama Yayan di Ju Jitsu Open Mojokerto Berbuah Pengalaman Berharga

Fbhis.umsida.ac.id – Muhammad Eryansyah, atau akrab disapa Yayan, mahasiswa prodi Hukum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mencatat pengalaman pertamanya turun di arena kejuaraan Ju-Jitsu lewat ajang Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Kabupaten Mojokerto yang berlangsung pada 17–18 Januari 2026 di GOR Gajah Mada, Mojosari.

Turnamen yang digelar PBJI KONI Kabupaten Mojokerto ini menjadi panggung awal bagi Yayan untuk menguji hasil latihan UKM bela diri Ju-Jitsu yang selama ini ia jalani.

Bagi Yayan, kompetisi bukan sekadar agenda tanding, tetapi momen pembuktian sekaligus pembelajaran cepat tentang atmosfer pertandingan yang nyata.

“Kompetisinya sangat seru dan ini saya baru pertama kali ikut lomba ju-jitsu,” ujarnya.

Debut pertama selalu punya tekanan sendiri, namun justru di situlah mental atlet ditempa bukan hanya oleh lawan, tetapi juga oleh ekspektasi dan ketegangan yang hadir sejak sebelum bertanding.

Baca juga: Debut Manis Atlet Muda Umsida di Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Mojokerto 2026

Pertama Kali Turun Tanding dan Belajar Mengendalikan Tekanan
Sumber: Istimewa

Masuk ke arena untuk pertama kali membuat setiap detik terasa lebih intens.

Yayan mengakui bahwa pertandingan berjalan dengan dinamika yang tidak selalu bisa ditebak.

Ada momen yang sesuai rencana, namun ada pula situasi yang memaksanya mengubah strategi seketika.

“Pertandingannya cukup menegangkan. Ada yang sesuai rencana, ada juga yang di luar prediksi, tapi alhamdulillah bisa adaptasi sampai akhir,” katanya.

Adaptasi menjadi kunci yang membedakan atlet yang panik dengan atlet yang bertahan.

Dalam pertandingan bela diri, perubahan ritme lawan, celah yang terbuka tiba-tiba, hingga emosi yang naik turun dapat mempengaruhi keputusan dalam hitungan detik.

Tantangan terbesar yang ia rasakan datang dari kualitas lawan serta pengelolaan stamina.

“Lawan yang berpengalaman, tekanan pertandingan, dan jaga stamina di tiap match,” ucap Yayan.

Bagi pemula, menghadapi atlet yang jam terbangnya tinggi sering kali seperti dipaksa “naik level” lebih cepat.

Namun pengalaman itulah yang biasanya menjadi fondasi untuk turnamen berikutnya.

Lihat juga: Karate Challenge: Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Tembus Prestasi Ganda

Fokus Fisik Teknik Mental Sejak Bergabung di UKM
Sumber: Istimewa

Persiapan Yayan tidak instan. Ia menekankan pentingnya tiga aspek yang selalu ia jaga: fisik, teknik, dan mental.

“Fokus di fisik, teknik, dan mental. Latihan rutin, jaga pola makan, dan istirahat biar performa maksimal,” jelasnya.

Pola seperti ini membuat latihan bukan hanya soal kuat, tetapi juga soal disiplin hidup.

Latihan intensnya berjalan sejak ia bergabung di UKM bela diri Ju-Jitsu Umsida.

Ia menyebut rutinitas yang dijalani meliputi penguatan fisik, pengulangan teknik, hingga sparing sebagai simulasi pertandingan.

“Sejak masuk UKM latihan fisik, teknik, dan sparing,” tambahnya.

Pola tersebut penting karena sparing membantu atlet terbiasa membaca gerak lawan, mengukur stamina, dan mengasah ketenangan saat kontak fisik terjadi.

Di balik perjuangan di matras, ada dukungan yang membuat proses terasa lebih ringan.

Yayan menegaskan peran orang-orang terdekat yang terus memberi semangat.

“Alhamdulillah keluarga dan teman-teman beserta pelatih sangat mensupport,” tuturnya.

Dukungan ini sering kali menjadi faktor yang tidak terlihat, tetapi menentukan: menjaga motivasi saat lelah, dan menguatkan mental saat ragu.

Setelah pengalaman perdananya, Yayan sudah menatap agenda berikutnya, Ju-Jitsu Open Turnamen se-Indonesia di Surabaya City.

Baginya, langkah selanjutnya bukan sekadar ikut, tetapi terus naik kualitas lewat jam terbang yang bertambah.

Untuk mahasiswa Umsida lainnya, Yayan menyampaikan pesan sederhana namun tegas “Jangan patah semangat dan jangan ragu untuk memulai,” ungkapnya.

Kalimat itu terdengar singkat, tetapi punya makna panjang karena di dunia kompetisi, keberanian memulai sering kali lebih sulit daripada sekadar melanjutkan.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Ditolak Enam Kali Saat Wawancara, Mahasiswa Ikom Umsida Temukan Makna Praktikum Jurnalistik
October 1, 2026By
3 Tahun 7 Bulan Perjalanan Eny Maryanti Raih Gelar Doktor Akuntansi
September 24, 2026By
818 Mahasiswa Baru FBHIS Umsida Resmi Bergabung, Fortama Jadi Awal Perjalanan Baru
September 21, 2026By
Purbaya Dicopot Mendadak, Apa yang Dipertaruhkan dari Pergantian Menkeu?
September 15, 2026By
Perkuat Kurikulum Hukum, Umsida dan UMMAD Bangun Sinergi Akademik
September 8, 2026By
Langkah Global Prodi Hukum Umsida Perkuat Kemitraan Akademik dengan Academy of Justice Uzbekistan
September 4, 2026By
Cegah Jerat Digital, KKN P 20 Umsida Edukasi Warga Pucangsari Cegah Bahaya Judol
September 2, 2026By
Dari Ide Kreatif ke Bisnis Digital, Snap & Style Perkuat Legalitas
August 24, 2026By

Prestasi

Usai Dikukuhkan Jadi Duta Pencerah Umsida 2026, ini Misi Mifta Setelah Terpilih
September 30, 2026By
Dari Tes Bakat hingga Pengukuhan, Perjalanan Rizqy Jadi Duta Umsida
September 28, 2026By
Dosen Umsida Bawa Nama Indonesia dalam Pemilihan Board Crossref 2026
September 25, 2026By
Satukan Kebutuhan Event dalam Satu Platform, Snap and Style Wakili Umsida di KMI Expo
September 10, 2026By
Smart Tax Governance Index, Inovasi Tim Umsida Dorong Pajak Berkelanjutan
August 31, 2026By
Prestasi Membanggakan, Mahasiswa Umsida Sabet Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 6, 2026By
Elok Fatikah Persembahkan Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 2, 2026By
Evaluasi Diri Bawa Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali di Pertandingan Karate
May 8, 2026By