Fbhis.umsida.ac.id – Pasar Kampung Samiler di Desa Wonosunyo, Sabtu (14/6), menjadi bukti bahwa pembelajaran kewirausahaan tidak selalu berhenti di ruang kelas.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) menghadirkan kegiatan tersebut sebagai luaran mata kuliah Kewirausahaan (KWU) yang melibatkan pemerintah desa, kader PKK, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Sejak pagi, area pasar tampak hidup oleh aktivitas warga yang datang melihat berbagai produk lokal.
Makanan, minuman, olahan khas desa, hingga produk berbahan dasar empon-empon dipamerkan di stan-stan yang telah disiapkan.
Suasana ini menjadikan Pasar Kampung Samiler bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga ruang promosi dan pertemuan antara pelaku usaha dengan masyarakat.
Baca juga: Jelang KKN, Tiga Hal Mandatory yang Harus Disiapkan Mahasiswa
Kolaborasi Desa dan Mahasiswa dalam Mengangkat Produk Lokal

Pembukaan Pasar Kampung Samiler diawali dengan rangkaian acara yang dipandu pembawa acara, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Desa Wonosunyo, Wahyu Agung Prayetno SE.
Dalam kesempatan itu, Agung menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa Ikom Umsida yang ikut mendorong promosi produk lokal desa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk unggulan desa serta meningkatkan perekonomian warga melalui UMKM yang ada,” ujarnya.
Usai sambutan, Agung membuka kegiatan secara resmi melalui prosesi pemotongan pita. Momen tersebut disaksikan perangkat desa, kader PKK, pelaku UMKM, mahasiswa, dan warga yang hadir.
Setelah itu, aktivitas pasar mulai berjalan. Pengunjung berkeliling dari satu stan ke stan lain untuk melihat dan membeli produk yang ditawarkan.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Camat serta anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang hadir meninjau langsung suasana pasar.
Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pengembangan ekonomi lokal melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah desa.
Lihat juga: Rupiah Melemah, Perbankan Syariah Hadir sebagai Penopang Ketahanan Ekonomi Rakyat
Mahasiswa Belajar Kewirausahaan Langsung dari Masyarakat

Bagi mahasiswa Ikom Umsida, Pasar Kampung Samiler menjadi ruang belajar yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.
Mereka tidak hanya memahami konsep kewirausahaan, tetapi juga terlibat dalam praktik komunikasi, promosi, pendampingan UMKM, hingga pengelolaan kegiatan lapangan.
Salah satu panitia mahasiswa, Difa Sastrani, mengatakan bahwa kegiatan ini memberi pengalaman baru karena mahasiswa bisa berinteraksi langsung dengan warga dan pelaku usaha.
“Melalui acara ini, kami tidak hanya belajar di kelas, tetapi berkomunikasi dengan masyarakat, mendampingi UMKM, dan membantu memperkenalkan potensi yang dimiliki Desa Wonosunyo,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini membuka pemahaman bahwa komunikasi memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik.
Produk lokal yang baik tetap membutuhkan strategi promosi agar lebih dikenal dan diminati masyarakat luas.
Jamu Sinom dan Patrol Tradisional Warnai Pasar Kampung
Selain produk UMKM, suasana pasar semakin semarak dengan penampilan patrol tradisional atau tongklek.
Musik tradisional tersebut menarik perhatian pengunjung sekaligus menjadi pengingat bahwa pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal.
Salah satu pelaku UMKM, Karmina, turut memanfaatkan kegiatan ini untuk memperkenalkan jamu sinom berbahan empon-empon lokal.
Ia menjelaskan bahwa bahan jamu tersebut berasal dari kunyit dan asam yang tumbuh di Dusun Betro, Desa Wonosunyo.
“Biasanya itu saya menjual empon-empon di Pasar Porong. Kalau di Pasar Kampung Samiler ini saya menjual jamu sinom yang bahan-bahannya berasal dari empon-empon asli Dusun Betro, Desa Wonosunyo,” ungkapnya.
Karmina menilai kegiatan ini memberikan ruang baru bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar.
“Dengan adanya pasar ini, jualan kami jadi lebih dikenal. Selain membantu penjualan, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi bagi usaha yang kami jalankan,” tutupnya.
Melalui Pasar Kampung Samiler, mahasiswa Ikom Umsida menunjukkan bahwa kewirausahaan dapat menjadi gerakan kolaboratif.
Ketika mahasiswa, pemerintah desa, UMKM, dan masyarakat bertemu dalam satu ruang, potensi lokal tidak hanya dipamerkan, tetapi juga diperkuat agar terus berkembang.
Penulis: Salwa Rizky Awalya
Penyunting: Indah Nurul Ainiyah


















