Menanam, Mendesain, Melukis, Gemastif Vol 1 Satukan Kampus dan Desa

Fbhis.umsida.ac.id – Banjar Kemantren menjadi lokasi pelaksanaan Gemastif (Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Kreatif) Vol. 1 yang digelar pada Sabtu, (10/01/2026).

Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) dengan masyarakat desa melalui rangkaian agenda bertema lingkungan, digitalisasi, dan seni kreatif.

Gemastif diselenggarakan sebagai wadah kolaborasi produktif untuk menjawab tantangan sosial di era modernisasi, serta terbuka bagi masyarakat umum dengan melibatkan pelajar dari berbagai sekolah dan komunitas kreatif.

Kepala Desa Banjar Kemantren, Erni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut.

Ia menegaskan bahwa desa Banjar Kemantren terbuka untuk kegiatan mahasiswa, termasuk kolaborasi yang berdampak pada penguatan potensi desa.

“Jika dari Umsida ada kegiatan apa pun, silakan ke Desa Banjar Kemantren. Kami siap menerima dengan tangan terbuka karena tanpa kalian, Desa Banjar Kemantren mungkin tidak bisa terangkat namanya,” ujarnya.

Lihat juga: The Dialectica 2026: Proyek Manajemen Event Ikom Umsida Cetak Generasi Debater Kritis

Tiga Rangkaian Gemastif Angkat Isu Lingkungan hingga Kreativitas

Gemastif Vol. 1 menghadirkan tiga rangkaian kegiatan utama, yakni Grow Green, Go Digital, dan Paint the Future.

Pada sesi Grow Green, peserta melakukan aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan ini menjadi simbol ajakan agar mahasiswa dan masyarakat membangun kebiasaan menjaga ruang hidup bersama, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa isu lingkungan membutuhkan partisipasi kolektif.

Rangkaian kedua, Go Digital, diisi workshop desain grafis yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan digital generasi muda.

Melalui pelatihan ini, pelajar dan peserta diperkenalkan pada dasar-dasar desain serta pemanfaatannya untuk kebutuhan kreatif dan komunikasi di era digital.

Sementara itu, Paint the Future menjadi wadah ekspresi seni melalui kegiatan mural yang melibatkan komunitas dan pelajar, sehingga ruang publik dapat dihidupkan dengan karya visual yang merepresentasikan gagasan bersama.

Dosen pengampu mata kuliah desain grafis yang terlibat dalam kegiatan ini, Andi Fikri, MIKom, menjelaskan bahwa Gemastif merupakan hasil kolaborasi dua kelas yang bekerja intens dalam persiapan maupun pelaksanaan.

“Acara ini tidak akan bisa berlangsung tanpa kerja keras dan kerja tim yang berdarah-darah,” jelasnya. Ia juga berharap Gemastif dapat terus berlanjut.

“Ini adalah Gemastif Vol. 1, insyaallah akan ada Vol. 2 dan seterusnya, dengan kegiatan yang lebih besar dan kolaborasi yang lebih luas bersama masyarakat,” tambahnya.

Baca juga: Dari Skripsi Tebal ke Artikel Digital: Tugas Akhir Sekarang Lebih Masuk Akal?

Wadah Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Hadapi Tantangan Modernisasi

Ketua pelaksana Gemastif, Wana Chairunisa Ain, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, terutama ketika tantangan modernisasi semakin kompleks.

Menurutnya, penurunan kualitas lingkungan serta tuntutan adaptasi terhadap perkembangan digital merupakan persoalan yang perlu dijawab bersama melalui pendekatan kreatif dan produktif.

Ia menjelaskan bahwa Gemastif dirancang sebagai ruang kolaboratif yang menggabungkan unsur lingkungan, digitalisasi, dan seni dalam satu rangkaian program.

Melalui konsep tersebut, mahasiswa dan masyarakat didorong untuk saling berinteraksi, berbagi gagasan, serta mengembangkan potensi agar dapat berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

“Di era modernisasi ini, tantangan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks, mulai dari penurunan kualitas lingkungan hingga perlunya adaptasi terhadap digitalisasi,” ujarnya.

“Gemastif hadir sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan yang kreatif, produktif, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui Gemastif Vol. 1, kolaborasi mahasiswa Ikom Umsida dan warga Banjar Kemantren tidak hanya memperkuat relasi kampus dan masyarakat, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi pelajar serta komunitas kreatif.

Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun gerakan kolaboratif yang diharapkan terus berkembang dan memberi dampak positif bagi desa.

Penulis: Airin Zhafirah Rahmah

Penyunting: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

“Aktual Media News” Jadi Karya Mahasiswa Ikom Umsida Angkat Potensi Sidoarjo
April 27, 2026By
Kuliah Umum di Umsida, Anies Baswedan Tekankan Kepemimpinan dan Peran Strategis Mahasiswa
April 24, 2026By
Menggali Kearifan Lokal, AP Umsida Pelajari Tata Kelola Adat Suku Tengger
April 23, 2026By
International Class Prodi Administrasi Publik Umsida Bahas Isu Global Lewat Tiga Laboratorium
April 22, 2026By
Menuju World Class University, Prodi AP Umsida Perkuat Kurikulum Internasional
April 21, 2026By
FORMASI 3.0 Umsida Hadirkan Ruang Kritis Mahasiswa tentang Ekonomi Politik Hijau di Sidoarjo
April 20, 2026By
Harga Plastik Melonjak, Pakar Umsida Soroti Rapuhnya Industri Nasional
April 17, 2026By
Ketika Mahasiswa Hukum Kehilangan Batas dan Gagal Menjaga Kesadaran Kesusilaan
April 16, 2026By

Prestasi

Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
April 15, 2026By
Atasi Rasa Minder, Vivi Nabila Bawa Pulang Emas pada Ajang Paku Bumi Championship 2026
April 14, 2026By
Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
April 10, 2026By
Mahasiswa Umsida Raih Perak di Paku Bumi Championship, Bukti Latihan Singkat Tak Halangi Prestasi
April 7, 2026By
Di Balik Kemudi Delta EV: Peran Strategis Mardi Lukas di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 5, 2026By
Langkah Pertama Yayan di Ju Jitsu Open Mojokerto Berbuah Pengalaman Berharga
January 24, 2026By
Debut Manis Atlet Muda Umsida di Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Mojokerto 2026
January 23, 2026By
Krisna Punjabi: Pesona ke Arena Nasional, Buktikan Prestasi Melalui Karate
January 7, 2026By