Bangkit dari Kekosongan, Dwi Langen Widi Cahyono Menorehkan Prestasi di Arena Karate

Fbhis.umsida.ac.id – Dwi Langen Widi Cahyono, mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), kembali menorehkan prestasi di dunia karate setelah sempat vakum beberapa tahun.

Sejak kecil, Dwi telah menekuni olahraga bela diri ini, namun sempat berhenti sementara.

Kini, setelah kembali berlatih, ia tampil dengan semangat baru di ajang Batu Karate Challenge Series Open Tournament dan membuktikan bahwa kekosongan waktu tidak menghentikan tekadnya untuk berprestasi.

Lihat juga: Krisna Punjabi: Pesona ke Arena Nasional, Buktikan Prestasi Melalui Karate

Semangat Kembali Bertanding Setelah Vakum

“Vakum itu bukan penghalang, justru menjadi pemicu semangat untuk kembali lebih keras,” ujar Dwi.

Sumber: Istimewa

Keikutsertaan Dwi dalam turnamen ini adalah langkah pertama dari perjalanan comeback-nya di dunia karate.

Tujuan utamanya adalah tidak hanya mengembalikan performa terbaiknya, tetapi juga mencatatkan prestasi membanggakan bagi dirinya dan kampusnya.

Turnamen ini menjadi ajang penting untuk membuktikan bahwa meskipun sempat vakum, ia mampu bangkit kembali dan menunjukkan hasil maksimal.

Baca juga: Vivi Nabila Persembahkan Perunggu UPSCC III 2025 dan Tantang Diri Bangkit Lagi

Perjalanan Latihan  Karate dan Keseimbangan Akademik

Dwi menjalani persiapan dengan disiplin dan tekun.

Setiap hari ia melakukan latihan teknik karate di kampus, serta menambah porsi latihan fisik secara mandiri di rumah.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara teknik karate dan kondisi fisik yang prima.

Selain itu, Dwi juga menyadari pentingnya doa dan keyakinan dalam setiap langkahnya.

“Usaha yang maksimal harus dibarengi dengan kepercayaan dan ketenangan batin,” tambahnya.

Tantangan terberat bagi Dwi adalah melawan rasa malas dan menjaga konsistensi latihan, terutama karena jarak rumahnya yang jauh dari kampus.

Perjalanan menuju tempat latihan yang memakan waktu cukup lama menjadi ujian tersendiri untuk mempertahankan komitmen.

Namun, Dwi terus melawan godaan itu dan memastikan bahwa ia bisa tetap fokus pada tujuannya.

Selain itu, sebagai mahasiswa, Dwi tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.

Ia mengatur waktu dengan bijak agar keduanya kuliah dan latihan bisa berjalan beriringan.

Ketika jadwal latihan lebih padat menjelang pertandingan, Dwi tetap menjaga kewajibannya di kampus, sehingga keduanya bisa berjalan seimbang. “Pendidikan tetap yang utama,” tegasnya.

Meskipun perjalanan bertanding tak selalu mulus, Dwi menganggap kegagalan sebagai bagian dari proses.

Ia pernah merasa kecewa ketika hanya meraih posisi ketiga, namun rasa kecewa tersebut justru menjadi pemicu untuk berlatih lebih keras dan lebih fokus.

“Kegagalan bukan akhir, justru sebuah sinyal untuk terus berlatih lebih giat,” ungkapnya.

Dwi percaya bahwa karate mengajarkan banyak nilai kehidupan, termasuk tentang resiliensi atau kemampuan untuk bangkit kembali setelah jatuh.

Karate juga menanamkan nilai kekeluargaan dan solidaritas di antara sesama atlet, yang tak hanya berlaku di dalam arena, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat yang terus menyala, Dwi menargetkan untuk meraih prestasi lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga berharap dapat mewakili cabang olahraga karate Umsida dalam ajang POMPROV mendatang.

Dengan tekad yang kuat, Dwi optimistis mampu melangkah lebih jauh, membawa nama baik kampus, dan mencapai prestasi yang lebih gemilang.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Tingkatkan Kompetensi Riset, Mahasiswa Manajemen Umsida Ikuti Pelatihan Olah Data
October 21, 2026By
Lulus Bukan Akhir, Dr Hendra Ajak Wisudawan Ciptakan Lapangan Kerja
October 19, 2026By
Tuntaskan Jenjang Pendidikan Strata 1, Mahasiswa Manajemen Umsida Pilih Wariskan Kebaikan
October 16, 2026By
The Last Chapter? 314 Lulusan FBHIS Umsida Memulai Perjalanan Baru
October 15, 2026By
Dorong Kebijakan Desa Suko Lebih Adil dan Responsif, Prodi AP Umsida Berikan Pendampingan
October 13, 2026By
Tanah Desa Tak Cukup Dijaga, Administrasinya Juga Harus Tertata
October 12, 2026By
Ditolak Enam Kali Saat Wawancara, Mahasiswa Ikom Umsida Temukan Makna Praktikum Jurnalistik
October 1, 2026By
3 Tahun 7 Bulan Perjalanan Eny Maryanti Raih Gelar Doktor Akuntansi
September 24, 2026By

Prestasi

Berani Melangkah, Jesika Temukan Makna Menjadi Duta Pencerah Umsida
October 6, 2026By
Dari Gagal hingga Terpilih, Mala Bawa Misi Pencerahan di Umsida
October 5, 2026By
Usai Dikukuhkan Jadi Duta Pencerah Umsida 2026, ini Misi Mifta Setelah Terpilih
September 30, 2026By
Dari Tes Bakat hingga Pengukuhan, Perjalanan Rizqy Jadi Duta Umsida
September 28, 2026By
Dosen Umsida Bawa Nama Indonesia dalam Pemilihan Board Crossref 2026
September 25, 2026By
Satukan Kebutuhan Event dalam Satu Platform, Snap and Style Wakili Umsida di KMI Expo
September 10, 2026By
Smart Tax Governance Index, Inovasi Tim Umsida Dorong Pajak Berkelanjutan
August 31, 2026By
Prestasi Membanggakan, Mahasiswa Umsida Sabet Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 6, 2026By