Fbhis.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Zabrina Muslimatul Aurellia, mahasiswa Program Studi Manajemen, berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026 yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (02/05/2026).
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Forki Kota Malang tersebut diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar pulau Jawa.
Dalam kompetisi itu, Zabrina sukses membawa pulang dua medali perak dan satu medali perunggu dari tiga kategori berbeda.
Ia meraih juara 2 kategori Kumite Mahasiswa -61 Kg Putri, juara 2 kategori Kata Perorangan Mahasiswa -61 Kg Putri, serta juara 3 kategori Kumite U21 -61 Kg Putri.
Bagi Zabrina, kompetisi kali ini menjadi pengalaman yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran baru selama bertanding menghadapi atlet dari berbagai kontingen.
“Kompetisi ini sangat tidak mudah dan sangat menantang bagi saya untuk bertanding dengan berbagai atlet dari berbagai kontingen di Jawa Timur bahkan hingga luar Jawa,” ujarnya.
Baca juga: Sekali Turun, Tiga Emas: Prestasi Gemilang Mahasiswa Hukum Umsida
Mental Juara dan Konsistensi Jadi Kunci Persiapan
Mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan UKM dan organisasi Himpunan Mahasiswa (HIMA) tersebut mengungkapkan bahwa persiapan mental menjadi hal utama yang ia latih sebelum pertandingan berlangsung.
Menurutnya, membangun mental juara sangat penting agar mampu menjaga semangat dan fokus selama berada di arena pertandingan.
Selain itu, ia juga mempersiapkan kondisi fisik dan terus mengasah teknik bersama pelatih maupun rekan latihan.

“Tentu persiapan dari mental yang pertama saya latih, saya ingin menerapkan mental juara agar menjadi semangat untuk diri saya sendiri, dan yang paling penting persiapan fisik,” jelasnya.
Ia bersama tim menjalani latihan intensif sekitar dua bulan sebelum pertandingan.
Dalam satu minggu, latihan dilakukan sebanyak dua hingga empat kali dengan fokus pada teknik penyerangan, teknik counter lawan, serta latihan fisik untuk menjaga stamina.
Selain latihan karate, Zabrina juga menyempatkan diri melakukan jogging pagi ketika memiliki waktu luang agar kondisi tubuh tetap prima menjelang pertandingan.
Lihat juga: Bangkit dan Berprestasi, Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali Karate Nasional
Tantangan Membagi Waktu antara Kuliah dan Dunia Atlet
Di balik prestasi yang diraih, Zabrina mengaku menghadapi tantangan besar dalam membagi waktu antara kuliah, organisasi, pekerjaan, hingga latihan karate.
Sebagai mahasiswa Manajemen, ia harus tetap menyelesaikan berbagai tugas akademik seperti makalah dan presentasi, sambil aktif di organisasi dan menjalani latihan rutin sebagai atlet.

“Ini dia, tantangannya datang dari berbagai arah. Mulai dari waktu, saya harus membagi waktu kerja saya, kuliah, UKM, organisasi HIMA, dan tentunya makalah, PPT, dan segala tugas manajemen yang saya lalui dengan tidak mudah,” ungkapnya.
Meski demikian, ia tetap berusaha konsisten menjalani seluruh tanggung jawab tersebut tanpa mengurangi semangat untuk berprestasi di bidang non-akademik.
Menurutnya, pengalaman menjadi atlet justru mengajarkan banyak hal yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas, mulai dari disiplin, manajemen waktu, hingga mental pantang menyerah.
Dukungan Keluarga dan Umsida Jadi Penyemangat Bertanding
Zabrina juga mengaku bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari keluarga, teman-teman, hingga lingkungan bela diri dan kampus Umsida.
“Alhamdulillah support dari orang tua, keluarga, teman-teman, dan keluarga bela diri tentunya sangat berarti bagi saya,” katanya.
Ia menilai dukungan kampus sangat membantu, terutama dalam fasilitas latihan dan kemudahan pengurusan administrasi selama mengikuti kompetisi.
Ke depan, Zabrina mengungkapkan bahwa dirinya akan kembali mengikuti pertandingan pada bulan Juni atau Juli mendatang.
Ia berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mencoba dan terus mengembangkan potensi diri.
“Prestasi bukan hanya soal menang, tetapi berisi proses, konsistensi, dan keberanian untuk terus belajar. Jadikan Umsida tidak hanya sebagai tempat belajar, namun sebagai tempat bertumbuh tanpa takut runtuh,” pungkasnya.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















