Fbhis.umsida.ac.id – Ketika infrastruktur ilmu pengetahuan semakin terkoneksi, representasi global menjadi hal penting.
Tahun ini, Dosen Hukum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendapat kesempatan mengambil peran internasional.
Direktur Direktorat Perpustakaan Umsida, Mochammad Tanzil Multazam SH MKn, masuk sebagai kandidat Board of Directors Crossref 2026.
Pemilihan tersebut berlangsung mulai 21 September hingga 22 Oktober 2026. Pengumuman hasil pemilihan dilakukan setelah proses voting selesai.
Crossref merupakan organisasi infrastruktur ilmiah global. Organisasi ini berperan dalam pengelolaan DOI dan metadata publikasi ilmiah.
Pencalonan Tanzil menjadi perhatian karena ia merupakan kandidat dari Indonesia. Ia juga menjadi satu-satunya kandidat dari kawasan Asia Tenggara.
Baca juga: 3 Tahun 7 Bulan Perjalanan Eny Maryanti Raih Gelar Doktor Akuntansi
Crossref Pilih Kandidat Global

Proses seleksi Board of Directors Crossref melibatkan kandidat dari berbagai negara. Tahun ini, proses tersebut diikuti anggota dari berbagai kawasan dunia.
“Tahun ini, Nominating Committee Crossref menerima 55 aplikasi,” terang Tanzil.
Aplikasi tersebut berasal dari anggota Crossref yang berada di 29 negara. Setelah seleksi berlangsung, hanya 10 kandidat terpilih.
Kesepuluh kandidat tersebut masuk dalam daftar resmi atau slate. Mereka bersaing untuk memperoleh tujuh kursi Board of Directors.
Tanzil maju melalui kategori Tier 1 Small and Midsized Members. Kategori tersebut menyediakan enam kursi untuk diperebutkan.
Ia bersaing bersama kandidat dari berbagai institusi internasional. Di antaranya berasal dari Kanada, Korea Selatan, Prancis, Portugal, Türkiye, dan Lithuania.
Sementara kategori Tier 2 Large Members memiliki tiga kandidat. Mereka berasal dari Australia, Amerika Serikat, dan Inggris.
Pencalonan tersebut menunjukkan keterlibatan perguruan tinggi Indonesia. Khususnya dalam pengembangan infrastruktur publikasi ilmiah dunia.
Lihat juga: Perkuat Kurikulum Jelang Akreditasi, Prodi Hukum UMMAD Belajar ke Umsida
Perjalanan Publikasi Ilmiah Umsida

Pencalonan Tanzil tidak terlepas dari perjalanan panjang Umsida. Perjalanan tersebut berkaitan dengan penguatan ekosistem publikasi ilmiah.
Keterlibatannya dengan Crossref telah berlangsung sejak 2016. Saat itu, pengembangan pengelolaan publikasi ilmiah Umsida terus dilakukan.
“Pemanfaatan DOI berkembang di berbagai keluaran ilmiah,” ujar Tanzil.
Menurutnya, DOI awalnya digunakan untuk sejumlah publikasi tertentu. Kini, pemanfaatannya berkembang lebih luas.
DOI digunakan pada jurnal ilmiah, tugas akhir, tesis, dan buku. Sistem tersebut membantu meningkatkan keterhubungan publikasi akademik.
Selain itu, Tanzil aktif dalam berbagai komunitas publikasi ilmiah. Ia menjadi salah satu pendiri Relawan Jurnal Indonesia (RJI).
Ia juga menjadi Board Supervisor RJI. Selain itu, ia mendirikan Asosiasi Pengelola Jurnal Hukum Indonesia.
Membawa Perspektif Negara Berkembang
Pengalaman tersebut menjadi modal dalam pencalonan Board Crossref. Tanzil membawa perspektif perguruan tinggi dan penerbit nonkomersial.
Ia juga memiliki pengalaman mendukung RJI sebagai Crossref Sponsoring Organization. Peran tersebut dimulai sejak tahun 2017.
“Jaringan tersebut berkembang menjadi lebih dari 3.800 anggota,” tuturnya.
Anggota tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia. Jaringan tersebut juga berkembang di beberapa wilayah Asia.
Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya akses infrastruktur ilmiah global. Terutama bagi institusi dari negara berkembang.
Melalui pencalonan ini, Umsida menunjukkan kontribusi dalam ekosistem akademik internasional.
Keterlibatan tersebut menjadi ruang memperkuat suara perguruan tinggi Indonesia. Terutama dalam pengembangan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.
Ke depan, pengalaman ini diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih luas. Tidak hanya bagi Umsida, tetapi juga komunitas akademik Indonesia.
Sumber: Mochammad Tanzil Multazam SH MKn


















