Fbhis.umsida.ac.id – Prestasi nasional kembali diraih sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Tim Umsida meraih Juara 3 Lomba KTI Nasional IKPI. Kompetisi tersebut berlangsung dalam rangka HUT ke-61 IKPI.
Ajang ini digelar di Jakarta pada Kamis, (27/08). Sebanyak 252 peserta mengikuti kompetisi dari berbagai institusi Indonesia.
Tim Umsida mengusung gagasan Smart Tax Governance Index (STGI). Gagasan tersebut menjawab tantangan perpajakan melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.
Tim terdiri dari Ruci Arizanda Rahayu, Endra Wahyu Ningdiyah, dan Jihan Azzehra Earlyta.
Karya mereka berjudul Smart Tax Governance Index untuk Indonesia 2045.
Gagasan tersebut menghubungkan pajak, tata kelola, dan ekosistem investasi.
Baca juga: Gaji Naik, Hidup Tetap Sesak: Jebakan Working Poor Perkotaan
Menyatukan Empat Dimensi Tata Kelola

Ruci menjelaskan latar belakang gagasan yang dikembangkan bersama tim. Menurutnya, perpajakan tidak cukup mengejar peningkatan penerimaan negara.
Kepatuhan berkelanjutan juga menjadi kebutuhan penting bagi dunia usaha. Ekosistem investasi sehat membutuhkan kepastian dan tata kelola.
Perubahan digital turut menghadirkan tuntutan transparansi dan penguatan ESG. Kondisi tersebut mendorong tim merancang indeks tata kelola.
STGI mengintegrasikan empat dimensi utama dalam satu alat ukur. Dimensinya mencakup digitalisasi, transparansi, ESG, dan corporate governance.
“STGI membantu melihat kematangan tata kelola perpajakan secara lebih komprehensif,” jelas Ruci.
Indeks tersebut tidak hanya menilai kewajiban pembayaran pajak. Perusahaan juga dinilai berdasarkan sistem dan kebijakan perpajakannya.
Transparansi informasi menjadi bagian penting dalam penilaian tersebut. Komitmen ESG juga turut menjadi indikator dalam pengukuran.
Tata kelola perusahaan melengkapi empat dimensi utama STGI. Integrasi tersebut menjadi pembeda utama gagasan tim Umsida.
Pendekatan ini menyatukan pembahasan yang sebelumnya sering berjalan terpisah.
Lihat juga: Riset Dosen Akuntansi Umsida Soroti Keamanan Data dan Kesiapan SDM dalam Penerapan SMIS
Riset Berbasis Data dan Pengujian

Tim tidak berhenti pada penyusunan konsep secara teoritis. Mereka mengawali proses melalui kajian literatur dan regulasi.
Pedoman tata kelola perpajakan turut menjadi bahan kajian. Selanjutnya, tim menentukan indikator berdasarkan relevansi dan landasan teoritis.
Data kemudian dinormalisasi sebelum membentuk skor setiap dimensi. Seluruh skor tersebut digunakan membangun indeks komposit STGI.
Model kemudian diuji menggunakan metode SEM-PLS secara kuantitatif. Objek penelitian mencakup perusahaan pertambangan terdaftar Bursa Efek Indonesia.
Periode pengamatan penelitian berlangsung selama 2021 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif pada tiga aspek.
Aspek tersebut mencakup manajemen risiko, kepatuhan, dan ekosistem investasi. Manajemen risiko pajak juga memperkuat hubungan tersebut.
Temuan itu memperkuat nilai kebaruan dalam karya ilmiah mereka. Proses penelitian tetap menghadirkan sejumlah tantangan bagi tim.
Tantangan utamanya menerjemahkan konsep kompleks menjadi indeks terukur. Setiap indikator harus memiliki dasar teoritis dan dapat diamati.
Tim juga memastikan hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara empiris. Kolaborasi menjadi penting selama penyusunan hingga persiapan presentasi.
Dari Kompetisi Menuju Budaya Riset
Karya tersebut berhasil masuk sepuluh besar tingkat nasional. Tim kemudian melanjutkan perjuangan menuju babak Best of Ten.
Mereka berhadapan dengan sejumlah finalis dari institusi ternama. Capaian Juara 3 menjadi hasil dari proses tersebut.
Bagi tim, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian kompetisi. Prestasi itu menjadi dorongan untuk memperkuat budaya riset Umsida.
Ruci berharap semakin banyak sivitas berani mengembangkan gagasan. Kolaborasi lintas disiplin juga dinilai semakin penting.
Persoalan masyarakat membutuhkan perspektif dari berbagai bidang keilmuan. Riset diharapkan tidak berhenti pada publikasi atau kompetisi.
Hasil penelitian juga perlu menjawab persoalan nyata masyarakat. Pengalaman tim menunjukkan pentingnya ketekunan selama proses penelitian.
Kegagalan, evaluasi, dan perbaikan menjadi bagian perjalanan riset. “Prestasi ini membuktikan Umsida mampu melahirkan gagasan kompetitif nasional,” pungkasnya.
Capaian tersebut memperlihatkan potensi riset lingkungan Umsida. Ke depan, dukungan riset diharapkan terus membuka ruang kolaborasi.
Dengan begitu, inovasi akademik dapat berkembang lebih luas. Prestasi ini menjadi langkah menuju kontribusi riset berkelanjutan.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















