Pakar Burapha University di Hukum Umsida Ungkap Kekuatan Geopark Hadapi Iklim

Fbhis.umsida.ac.id – Perubahan iklim bukan hanya ancaman bagi lingkungan dan manusia. Persoalan tersebut juga membutuhkan tata kelola hukum yang adaptif.

Hal itu menjadi pembahasan International Fellowship Program Hukum Umsida. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menjadi penyelenggara kegiatan. Agenda tersebut menghadirkan pakar hukum dari Burapha University.

Dr. Chitaporn Pisolyabutra Tovisetkul menjadi visiting professor dalam kegiatan tersebut. Ia membawakan materi bertajuk Geopark: Climate Change Shield for Sustainability.

Materi tersebut mengajak peserta melihat geopark secara lebih luas. Geopark bukan sekadar kawasan dengan pemandangan alam menarik.

Baca juga: International Fellowship AP Umsida, Pakar Thailand Ungkap Strategi Atasi Risiko Banjir

Geopark Bukan Sekadar Warisan Alam

Dalam pemaparannya, geopark dijelaskan sebagai ruang pengelolaan terpadu. Kawasan tersebut menghubungkan alam, budaya, pendidikan, dan ekonomi lokal.

Geopark juga memiliki peran penting menghadapi perubahan iklim. UNESCO Global Geoparks memiliki situs bernilai geologi internasional.

Pengelolaannya mencakup perlindungan, pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan. Geopark menjaga warisan geologi, arkeologi, ekologi, dan budaya.

Keempat unsur tersebut memiliki hubungan erat dalam suatu kawasan. Warisan tersebut juga menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.

Pada saat bersamaan, geopark dapat mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan pariwisata berbasis geologi.

“Geopark bukan hanya tentang geologi, tetapi pengelolaan berkelanjutan,” ujarnya. Konsep tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting pengelolaan

Lihat juga: Regulasi Baru PMSE, Melindungi UMKM atau Membatasi Inovasi Bisnis Digital?

Tiga Perisai Hadapi Perubahan

Dalam materi, geopark memiliki tiga fungsi utama menghadapi perubahan iklim. Pertama, terdapat geological and ecosystem shield.

Fungsi tersebut menjaga bentang alam dan keseimbangan ekosistem. Perlindungan tersebut membantu mempertahankan warisan bumi secara berkelanjutan.

Kedua, geopark memiliki fungsi socio-economic shield. Geopark dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Pengembangan ekonomi dilakukan melalui pariwisata yang bertanggung jawab. Kegiatan ekonomi tetap harus memperhatikan daya dukung lingkungan.

Ketiga, geopark berfungsi sebagai educational shield. Kawasan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat.

Edukasi membantu meningkatkan pemahaman mengenai lingkungan dan perubahan iklim. Masyarakat juga dapat memahami pentingnya menjaga warisan bumi.

Saat ini terdapat 229 UNESCO Global Geoparks di dunia. Jumlah tersebut tersebar pada 50 negara berbeda.

Thailand sendiri memiliki sebelas geopark yang telah berkembang. Dua di antaranya berstatus UNESCO Global Geoparks.

Hukum Memperkuat Tata Kelola Geopark

Pengelolaan geopark membutuhkan aturan dan tata kelola yang jelas. Tanpa hukum, geopark berisiko berkembang menjadi destinasi wisata biasa.

Hukum diperlukan untuk memastikan perlindungan berjalan secara konsisten. Aturan juga membantu mengatur kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Materi tersebut memperkenalkan enam prinsip utama pengelolaan geopark. Pertama, terdapat prinsip common heritage of mankind.

Prinsip tersebut menempatkan warisan bumi sebagai milik bersama. Kedua, terdapat prinsip prevention action dalam perlindungan lingkungan.

Prinsip tersebut mendorong pencegahan sebelum kerusakan semakin meluas. Ketiga, negara memiliki fungsi menjaga kelestarian lingkungan.

Keempat, pembangunan berkelanjutan menjadi prinsip penting pengelolaan geopark. Kelima, partisipasi publik menjadi bagian penting tata kelola.

Keenam, sumber daya bersama membutuhkan keterlibatan komunitas lokal. “Perlindungan geopark membutuhkan hukum, partisipasi, dan pembangunan berkelanjutan.”

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan kawasan. Bagi mahasiswa Hukum Umsida, materi tersebut memberikan perspektif baru.

Hukum ternyata berperan dalam menghadapi persoalan lingkungan global. Keilmuan hukum tidak hanya berkutat pada ruang pengadilan.

Hukum juga berperan dalam merancang tata kelola lingkungan. Melalui International Fellowship Program, wawasan mahasiswa semakin berkembang.

Kehadiran akademisi internasional memperluas perspektif hukum dan lingkungan. Kegiatan tersebut juga memperkuat jejaring akademik Umsida secara global.

Geopark akhirnya bukan sekadar warisan alam untuk dinikmati. Geopark dapat menjadi perisai menghadapi perubahan iklim.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Dari Ide Kreatif ke Bisnis Digital, Snap & Style Perkuat Legalitas
August 24, 2026By
International Fellowship AP Umsida, Pakar Thailand Ungkap Strategi Atasi Risiko Banjir
August 19, 2026By
International Fellowship Program Hadirkan Pakar Bahas Kebijakan Publik dan Iklim
August 18, 2026By
Bongkar Strategi Menembus Jurnal Internasional Bereputasi, Prodi Akuntansi Umsida Datangkan Ahli
August 14, 2026By
Dosen Hukum Umsida Tembus Proyek Crossref, Bawa Perspektif Legal ke Asia
August 13, 2026By
APSA PTMA Redesign Kurikulum Akuntansi Hadapi Era AI dan Sustainability
August 12, 2026By
Dosen AP Umsida Raih Doktor, Angkat Kolaborasi Wisata Bahari Tlocor Berkelanjutan
August 11, 2026By
Temu Alumni FBHIS Umsida Perkuat Sinergi dan Jejaring Lulusan
August 10, 2026By

Prestasi

Prestasi Membanggakan, Mahasiswa Umsida Sabet Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 6, 2026By
Elok Fatikah Persembahkan Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 2, 2026By
Evaluasi Diri Bawa Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali di Pertandingan Karate
May 8, 2026By
Hebat! Zabrina Taklukkan Arena Karate dan Bawa Pulang Tiga Medali untuk Umsida
May 7, 2026By
Sekali Turun, Tiga Emas: Prestasi Gemilang Mahasiswa Hukum Umsida
May 6, 2026By
Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
April 15, 2026By
Atasi Rasa Minder, Vivi Nabila Bawa Pulang Emas pada Ajang Paku Bumi Championship 2026
April 14, 2026By
Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
April 10, 2026By