Fbhis.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Dwi Langen Widi Cahyono, mahasiswa semester 4 Program Studi Hukum, berhasil membawa pulang dua medali sekaligus dalam ajang Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026.
Mahasiswa yang akrab disapa Langen tersebut sukses meraih medali emas pada kategori Kumite Mahasiswa -55 kg Putra dan medali perunggu pada kategori Kumite Senior -55 kg Putra.
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Forki Kota Malang pada Sabtu, (2/5/2026), di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Turnamen tersebut diikuti sekitar 1.600 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai kalangan membuat persaingan berlangsung ketat dan penuh tantangan.
Meski demikian, Langen mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil membawa nama Umsida meraih prestasi membanggakan.
Menurutnya, turnamen kali ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena ia merasa mengalami peningkatan kemampuan dibandingkan kompetisi sebelumnya.
“Turnamen ini berkesan buat saya karena saya merasa ada peningkatan melalui kemampuan saya dalam teknik yang dilombakan dan itu bukan suatu hal yang akhir melainkan menjadi pemecut semangat saya supaya lebih baik lagi kedepannya dan tidak merasa puas,” ujarnya.
Baca juga: Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
Latihan Rutin dan Mental Jadi Bekal Utama Bertanding
Bagi Langen, dunia karate bukanlah hal baru. Ia telah menekuni olahraga tersebut sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Pengalaman panjang itu membuatnya semakin memahami pentingnya kedisiplinan dalam menjalani latihan maupun menjaga kondisi tubuh.
Menjelang kejuaraan, ia menjalani latihan rutin untuk meningkatkan kemampuan teknik sekaligus menjaga kebugaran fisik agar tetap prima selama pertandingan berlangsung.

“Persiapannya selalu latihan rutin, menjaga daya keseimbangan tubuh agar tetap fit, dan juga melatih mental agar tetap terjaga fokusnya sampai ke gelanggang pertandingan,” jelasnya.
Selain latihan fisik, Langen menilai mental bertanding menjadi salah satu faktor paling penting dalam dunia olahraga, khususnya karate.
Menurutnya, rasa tidak percaya diri dapat membuat atlet kehilangan fokus bahkan sebelum pertandingan dimulai.
“Tantangan seorang atlet itu mental. Ketika atlet merasa tidak pede atau sudah pasrah sebelum bertanding, maka dia sudah kalah duluan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa seorang atlet harus memiliki jiwa petarung sekaligus tetap rendah hati saat menghadapi lawan.
Sikap meremehkan lawan justru dapat menjadi bumerang dalam pertandingan.
Lihat juga: Krisna Punjabi Borong Tiga Emas di Piala Rektor UMM Open Karate
Evaluasi Diri Jadi Kunci Perkembangan Atlet Karate Umsida
Langen mengungkapkan bahwa kompetisi kali ini terasa berbeda dibandingkan turnamen sebelumnya.
Setelah sempat vakum dari dunia karate, ia kini lebih fokus memperbaiki kualitas bertanding dan terus melakukan evaluasi diri.
Ia banyak belajar dari arahan pelatihnya, Simpe Rangga, yang selalu memberikan masukan terkait teknik maupun mental bertanding. Baginya, proses evaluasi menjadi langkah penting agar kemampuan terus berkembang.
“Saya selalu mengoreksi diri dari penilaian pelatih dan tidak boleh cepat puas dengan latihan maupun pengembangan teknik,” ungkapnya.
Selama pertandingan berlangsung, ia bersyukur seluruh rangkaian berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Kondisi fisik yang terjaga membuatnya mampu menyelesaikan pertandingan dengan maksimal.

“Alhamdulillah pertandingan berjalan lancar dan tidak ada hal yang tidak diinginkan seperti cedera,” katanya.
Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan keluarga dan teman-temannya.
Meski sempat khawatir ketika ia memilih jalur kumite dibanding kata, orang tuanya kini telah memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan karatenya.
“Orang tua sekarang sudah ridho kalau saya ikut kumite dan selalu mendoakan yang terbaik,” tuturnya.
Ke depan, Langen berharap dapat terus meningkatkan kemampuan dan membawa nama Program Studi Hukum serta Umsida meraih prestasi lebih tinggi di berbagai turnamen berikutnya.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















