Tanggapan Kaprodi Hukum Terkait Polemik Larangan Jilbab Paskibraka 2024

Fbhis.umsida.ac.id – Dugaan adanya larangan bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2024 untuk memakai jilbab ketika bertugas pada upacara 17 Agustus memicu perdebatan luas dan reaksi keras dari masyarakat, tokoh agama, serta berbagai pihak lainnya, publik Indonesia kembali dihebohkan dengan isu yang sensitif menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.

Isu ini mencuat setelah beredarnya video pendek di media sosial yang menampilkan latihan anggota Paskibraka di tingkat nasional, dengan seorang instruktur yang diduga melarang penggunaan jilbab selama bertugas.

Video yang viral tersebut segera menarik perhatian publik dan mengundang berbagai spekulasi. Banyak pihak menuntut klarifikasi dari pemerintah, khususnya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Paskibraka.

Dugaan ini semakin menguatkan kekhawatiran akan adanya praktik diskriminasi terhadap perempuan Muslim yang ingin mengekspresikan keyakinan mereka melalui jilbab.

Tanggapan Kaprodi Hukum Umsida Terhadap Larangan Pemaikaian Jilbab Paskibraka

Kepala Program Studi Hukum dari Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS Umsida) Dr Lidya Shery Muis SH MH Mkn menilai bahwa jika benar ada larangan seperti itu, hal tersebut merupakan bentuk diskriminasi yang melanggar hak asasi manusia.

“Kebebasan beragama adalah hak yang dijamin oleh konstitusi kita. Pasal 28E ayat (1) UUD 1945 dengan jelas menyatakan bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut keyakinannya. Larangan ini, jika benar terjadi, merupakan pelanggaran hak konstitusional dan diskriminasi terhadap perempuan Muslim yang ingin mengekspresikan keyakinan mereka,” ujar Kaprodi Hukum tersebut.

Pasal 28I ayat (1) UUD 1945 juga menyebutkan bahwa hak beragama adalah bagian dari hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. Dengan kata lain, negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa setiap warga negara, termasuk anggota Paskibraka, dapat menjalankan keyakinan mereka tanpa tekanan atau paksaan untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang tidak menghormati keberagaman.

Baca juga: Pengurus Baru Fordek Fakultas Hukum & STIH PTM Ditetapkan: Siap Berikan Kontribusi

Sumber: Pexel

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dengan tegas menanggapi isu ini dan menyatakan bahwa tidak ada larangan resmi mengenai penggunaan jilbab dalam Paskibraka. “Saya sangat menyayangkan adanya kabar seperti ini. Kita harus menjaga nilai-nilai kebebasan beragama dan menghormati keberagaman dalam kesatuan bangsa. Jangan sampai alasan keseragaman justru menabrak keyakinan individu,” ungkap Dito saat diwawancarai di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (15/8/2024).

Menpora juga menekankan bahwa pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan tidak ada aturan atau kebijakan yang melanggar hak konstitusional warga negara. Menurut Dito, penting bagi pemerintah untuk memberikan klarifikasi yang tegas agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat merusak persatuan bangsa, terutama menjelang momen penting seperti Hari Kemerdekaan.

Kontroversi Kebebasan Beragama dan Nasionalisme

Kasus dugaan larangan ini menunjukkan betapa sensitifnya isu kebebasan beragama dalam konteks nasionalisme dan identitas bangsa. Di satu sisi, nilai-nilai kebangsaan menekankan keseragaman dan persatuan dalam simbol-simbol negara seperti Paskibraka. Namun, di sisi lain, hak kebebasan beragama dan ekspresi identitas pribadi harus tetap dihormati.

Lihat juga: Studi Ekskursi Internasional: 24 Mahasiswa FBHIS Umsida Perdalam tentang Keberlanjutan Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk menjaga prinsip-prinsip kebebasan beragama dalam pelaksanaan tugas kenegaraan. Namun, kasus ini menggarisbawahi pentingnya dialog dan pengawasan terhadap implementasi kebijakan agar tidak bertentangan dengan hak asasi manusia yang dijamin konstitusi.

Seiring dengan semakin dekatnya perayaan Hari Kemerdekaan, berbagai pihak berharap agar isu ini dapat segera diselesaikan dengan cara yang adil dan bijak. Anggota Paskibraka yang bertugas mengibarkan bendera Merah Putih pada tanggal 17 Agustus mendatang diharapkan dapat menjalankan tugas mereka dengan bangga, tanpa ada tekanan atau diskriminasi yang merugikan hak-hak mereka sebagai warga negara.

Klarifikasi yang tegas dan langkah investigasi yang cepat dari pihak pemerintah diperlukan agar kontroversi ini tidak terus berlarut-larut dan mengganggu semangat kebersamaan di Hari Kemerdekaan. Pada akhirnya, penting bagi bangsa Indonesia untuk tetap menghormati keberagaman dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam perayaan simbolis yang menggambarkan identitas nasional.

Informasi selengkapnya kunjungi instagram fbhisumsida

Penulis: Kharisma, Fayza M

Penyunting: Indah N. Ainiyah

Berita Terkini

Menumbuhkan Karakter dan Komitmen dalam Organisasi, Himabig Umsida Kukuhkan Anggota Baru 2026
February 10, 2026By
Umsida Resmikan Prof Sigit Jadi Guru Besar, Fokus Bidang IC dan Analisis Keuangan
February 9, 2026By
Kejar Target Profesor Sebelum Usia 50, Prof Sigit Buktikan Konsistensi Akademik Tanpa Jalan Pintas
February 6, 2026By
Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat, Prodi AP Umsida Luncurkan Gardu Publik
February 4, 2026By
IHSG Anjlok, Reynaldy Menjawab Kepanikan Pasar Saham dengan Analisis
February 3, 2026By
MSCI dan Kepanikan Pasar: Membaca Arah IHSG di Tengah Gejolak
February 2, 2026By
Umsida Gelar Entre Vibes Vol. 1, Pelajar Tampilkan Produk Inovatif dan Ramah Lingkungan
January 30, 2026By
Entre Vibes Vol. 1, Komitmen Umsida Bangun Ekosistem Kewirausahaan Inklusif
January 29, 2026By

Prestasi

Di Balik Kemudi Delta EV: Peran Strategis Mardi Lukas di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 5, 2026By
Langkah Pertama Yayan di Ju Jitsu Open Mojokerto Berbuah Pengalaman Berharga
January 24, 2026By
Debut Manis Atlet Muda Umsida di Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Mojokerto 2026
January 23, 2026By
Krisna Punjabi: Pesona ke Arena Nasional, Buktikan Prestasi Melalui Karate
January 7, 2026By
Bangkit dari Kekosongan, Dwi Langen Widi Cahyono Menorehkan Prestasi di Arena Karate
January 6, 2026By
Zabrina Bawa Pulang Emas dan Perunggu di Batu Karate Challenge 2025, Buktikan Prestasi Tanpa Batas
January 5, 2026By
Naufal Rafi Putra Tembus Final Karate Challenge, Sabet Perak dan Masuk 10 Besar
January 3, 2026By
Tampil Percaya Diri di Ajang Provinsi, Mahasiswi Umsida Raih 2nd Runner Up Miss Jawa Timur 2025
January 2, 2026By