Fbhis.umsida.ac.id – Tekad, disiplin, dan semangat pantang menyerah menjadi gambaran sosok Naufal Rafi Putra Mulyana, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Dalam ajang Karate Challenge Open Tournament Series di Kota Batu, Jawa Timur, Naufal menorehkan prestasi ganda melalui dua kategori pertandingan yang ia ikuti.
Di tengah kesibukannya sebagai pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Asisten Laboratorium (Aslab), ia tetap mampu menyeimbangkan perkuliahan, organisasi, dan olahraga yang ia tekuni.
Bagi Naufal, turnamen ini bukan sekadar kompetisi. Ajang tersebut menjadi pembuktian atas latihan dan kerja keras selama berbulan-bulan.
Ia turun pada dua kelas berbeda, yakni +75 kg Putra Mahasiswa dan +84 kg Putra Senior Open.
Kedua kategori menuntut kesiapan fisik dan mental yang tinggi karena diikuti atlet berpengalaman dari berbagai universitas dan dojo di Jawa Timur maupun luar daerah.

“Bertanding di dua kelas sekaligus itu tantangan tersendiri. Tenaga harus dibagi, tapi semangatnya tetap penuh. Saya ingin uji kemampuan dan mental di level yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Hasilnya membanggakan. Naufal berhasil melaju hingga final dan meraih Juara 2 (Perak) pada kategori Kumite +84 kg Putra Senior Open.
Sementara di kelas +75 kg Putra Mahasiswa, performanya mengantarkan ia masuk 10 besar atlet terbaik turnamen.
Baca juga: Adaptasi Aturan Baru Antar Windy Wulandari Raih Emas UPSCC III 2025
Latihan Dua Bulan dan Disiplin Menjaga Berat Badan
Menjelang turnamen, Naufal menjalani latihan intensif selama dua bulan.
Ia harus menyesuaikan pola makan, memperkuat stamina, serta menurunkan berat badan agar lebih siap di kelas +84 kg Putra Open Kumite.
“Latihannya cukup berat, terutama dalam menjaga berat badan. Saya harus disiplin makan dan latihan setiap hari. Fokusnya waktu itu memang menurunkan berat badan dan memperbaiki teknik agar lebih siap bertanding,” ujarnya.
Latihan dilakukan tiga hingga empat kali dalam sepekan dengan variasi teknik kumite, cardio, dan sparring.
Tak jarang, ia menunda waktu istirahat untuk mengejar sesi tambahan bersama rekan-rekannya di dojo.
Bagi Naufal, fase persiapan penuh tekanan, tetapi justru membentuk karakter.
“Latihan bukan cuma soal fisik, tapi juga mental. Di situ kita belajar mengalahkan rasa malas dan rasa takut gagal,” tambahnya.
Lihat juga: Vivi Nabila Persembahkan Perunggu UPSCC III 2025 dan Tantang Diri Bangkit Lagi
Mental Bertanding, Dukungan, dan Target Turnamen Berikutnya
Saat hari pertandingan, atmosfer kompetisi di GOR Kota Batu terasa intens dengan ratusan peserta. Naufal mengaku sempat tegang saat melihat banyak lawan berstatus senior dan berpengalaman.
“Begitu masuk arena, jujur agak tegang. Tapi begitu mulai tanding, rasa tegang itu langsung hilang, berganti fokus buat kasih yang terbaik,” kenangnya.
Performa Naufal terlihat konsisten sejak penyisihan hingga semifinal.
Kombinasi pukulan cepat, tendangan terarah, dan pengendalian ritme membuatnya menembus partai puncak. Meski belum meraih emas, ia tetap bersyukur.
“Saya sudah kasih yang terbaik. Juara dua di kelas senior open itu pengalaman berharga banget. Hasil ini bikin saya makin semangat untuk latihan lebih keras,” ujarnya.
Naufal menegaskan tantangan terbesar bukan lawan, melainkan keraguan diri sendiri.
“Tantangan yang paling sulit adalah melawan rasa ragu dan lelah dalam diri sendiri, tapi di situ saya belajar buat percaya diri,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak meremehkan siapa pun dalam pertandingan.
Prestasi ini turut didukung keluarga dan lingkungan kampus. Orang tua menjadi sumber motivasi, sementara teman kampus dan rekan UKM Karate Umsida menguatkan selama persiapan.
“Orang tua saya luar biasa, teman-teman di Umsida juga dukung penuh, bahkan ada yang datang langsung ke Batu,” katanya.
Ke depan, Naufal menargetkan turnamen karate internasional di Bandung atau Yogyakarta pada tahun mendatang.
“Saya percaya, sibuk bukan alasan untuk berhenti berprestasi,” tegasnya, sembari berpesan agar mahasiswa lain berani memulai, konsisten berproses, dan bertanggung jawab atas pilihan dengan doa serta kerja keras.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















