Fbhis.umsida.ac.id – Tim dosen bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Koperasi Dinar Amanta, Sabtu (3/1/2026).
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan koperasi melalui digitalisasi layanan dan pengelolaan keuangan.
Baca juga: Tampil Percaya Diri di Ajang Provinsi, Mahasiswi Umsida Raih 2nd Runner Up Miss Jawa Timur 2025
Tantangan Pembukuan Manual Masih Menghambat
Koperasi Dinar Amanta Sidoarjo menghadapi tantangan klasik yang dialami banyak koperasi di Indonesia, yakni pembukuan manual atau semi-manual.

Kondisi tersebut membuat proses rekap data dan penyusunan laporan akhir tahun memerlukan waktu panjang, serta menyulitkan pengurus memantau transaksi secara berkala.
Di sisi lain, produk anggota koperasi juga belum dipasarkan secara digital sehingga jangkauan pasarnya masih terbatas.
“Pencatatan keuangan di koperasi kami masih manual, sehingga saat menghitung SHU akhir tahun, pengurus butuh waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikannya. Selain itu, produk-produk anggota koperasi juga belum dipasarkan secara digital,” ungkap Ningrum, Ketua Koperasi Dinar Amanta.
Melalui pendampingan ini, tim Umsida memetakan alur kerja koperasi mulai pencatatan simpanan, penyaluran pinjaman, hingga pelaporan kas sebagai dasar transisi dari catatan manual menuju sistem yang lebih terintegrasi.
Dalam sesi pelatihan, pengurus dibimbing membuat akun, menginput data anggota, serta mencoba pembuatan laporan kas otomatis untuk mensimulasikan perhitungan SHU agar tidak lagi memakan waktu berminggu-minggu. Mahasiswa turut membantu saat praktik langsung di lapangan.
KOPERKU Jadi Solusi, Target Peningkatan 40 Persen
Merespons kebutuhan tersebut, tim Umsida yang diketuai Nur Ravita Hanun SE MA bersama Andry Rachmadany SKom MKom memberikan pendampingan pengelolaan keuangan koperasi berbasis aplikasi KOPERKU sebagai inovasi layanan digital.
Aplikasi KOPERKU merupakan hasil riset tim pengusul yang dirancang sebagai solusi pengelolaan koperasi simpan pinjam berbasis digital.
KOPERKU tersedia dalam versi web dan android dengan fitur pencatatan simpanan dan pinjaman, laporan kas masuk dan keluar, manajemen anggota, hingga pembuatan laporan keuangan otomatis.
Dengan mekanisme ini, pengurus dapat mempercepat administrasi dan meminimalkan potensi kesalahan pencatatan.

“KOPERKU memudahkan pencatatan data anggota, pengelolaan simpanan, pemantauan pinjaman, serta penyediaan informasi saldo secara mandiri. Pengurus bisa memberikan tautan unik kepada anggota untuk mengecek informasi mereka sendiri tanpa perlu datang ke kantor. Aplikasi ini gratis, mudah, cepat, dan tanpa ribet,” jelas Andry Rachmadany selaku pengembang aplikasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program RisetMu 2025/2026 dan selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan (SDG 1), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG 9). Program ini juga mendukung Asta Cita ketiga dalam mendorong kewirausahaan.
“Kami berharap pendampingan ini dapat meningkatkan daya saing koperasi, memperkuat keberlanjutan usaha, serta mengoptimalkan kontribusi koperasi terhadap ekonomi rakyat. Target kami adalah peningkatan 40% pada pengetahuan, keterampilan, kualitas produk, dan kemampuan manajemen koperasi,” tutup Nur Ravita Hanun.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan mahasiswa yang mendampingi pelatihan dan implementasi sistem digital, mulai dari pengenalan fitur, simulasi input transaksi, hingga pendampingan awal penggunaan aplikasi agar pengurus terbiasa membuat laporan rutin.
Penulis: Nur Ravita Hanun
Penyunting: Indah Nurul Ainiyah


















