Sukses Raih Gelar Doktor, Dosen Akuntansi Umsida Kembangkan Model Pengendalian Internal Berbasis Tajdid

Fbhis.umsida.ac.id – Dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Nur Ravita Hanun SE MA CRP ACPA, resmi menyelesaikan ujian akhir disertasi untuk meraih gelar doktor bidang Ilmu Akuntansi di Universitas Brawijaya. Ujian doktoral tersebut dilaksanakan pada Selasa (7/7/2026).

Capaian ini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya sebagai dosen sekaligus peneliti di bidang akuntansi.

Melalui disertasi yang berfokus pada audit dan akuntansi keuangan, Dr Nur Ravita mengangkat isu pengendalian internal dalam tata kelola perguruan tinggi Islam.

Teliti Audit dan Akuntansi Keuangan

Dr Hanun menjelaskan bahwa fokus utama disertasinya berada pada bidang audit dan akuntansi keuangan.

Ia memilih topik tersebut karena melihat adanya kompleksitas dalam tata kelola perguruan tinggi Islam, terutama dalam menempatkan pengendalian internal tidak hanya sebagai prosedur administratif.

Menurutnya, pengendalian internal perlu dipahami sebagai ruang pelembagaan nilai yang mempertautkan akuntabilitas formal dengan akuntabilitas moral.

Hal ini menjadi penting karena perguruan tinggi Islam tidak hanya bergerak dalam tata kelola organisasi, tetapi juga membawa nilai spiritual dan sosial dalam setiap prosesnya.

Sumber: Dok. Istimewa

“Pemilihan topik ini didasari oleh kompleksitas tata kelola perguruan tinggi Islam yang menuntut pengendalian internal tidak sekadar sebagai prosedur administratif, melainkan sebagai ruang pelembagaan nilai,” jelasnya.

Ia juga menemukan adanya kesenjangan riset dalam penelitian sebelumnya.

Banyak kajian masih menempatkan nilai keislaman sebatas faktor pendukung atau kepatuhan formal, belum sebagai fondasi sistem yang hidup dalam praktik pengendalian internal sehari-hari.

Baca juga: Perempuan Dominasi Media Sosial, Dari Koneksi Hingga Pembentuk Wacana Digital

Gagas Dynamic Cycle of Tajdid

Melalui penelitiannya, Dr Nur Ravita menemukan bahwa prinsip tajdid memiliki posisi penting dalam membangun pengendalian internal berbasis nilai Islam.

Prinsip tersebut mencakup nilai dinamis, optimis, integritas, dan transparansi.

Sumber: Dok. Istimewa

Keempat prinsip itu tidak berdiri sendiri, tetapi saling bertaut dan meresap ke berbagai komponen pengendalian internal.

Dari temuan tersebut, ia merumuskan kontribusi konseptual berupa model Dynamic Cycle of Tajdid.

“Penelitian ini menemukan bahwa prinsip tajdid, yaitu dinamis, optimis, integritas, dan transparansi, saling bertaut dan meresap ke seluruh komponen pengendalian internal secara non-eksklusif,” ungkapnya.

Model tersebut menjadi sintesis baru dalam pengendalian internal berbasis nilai keislaman.

Fondasinya berpijak pada tauhid dan berorientasi pada mashlahah, sehingga pengendalian internal tidak hanya dimaknai sebagai mekanisme pengawasan, tetapi juga sebagai jalan menghadirkan kebaikan dan kebermanfaatan.

Dalam proses menyelesaikan studi doktoral, tantangan terbesar yang ia hadapi adalah manajemen waktu.

Di tengah aktivitas mengajar, penelitian, dan tanggung jawab akademik lainnya, ia berupaya menyusun jadwal dan menentukan skala prioritas.

Lihat juga: Revolusi Pelaporan Keberlanjutan dan Green Accounting Ubah Wajah Bisnis Indonesia

Awal Pengabdian Lebih Luas

Bagi Dr Hanun, gelar doktor bukan akhir dari perjalanan belajar. Ia memaknai capaian ini sebagai pengingat bahwa ilmu merupakan amanah yang harus memberi manfaat lebih luas.

“Gelar doktor ini sejatinya bukanlah tanda bahwa saya telah paling tahu, melainkan pengingat bahwa ilmu Allah begitu luas dan apa yang saya miliki hanyalah setetes di samudra-Nya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa capaian akademik ini menjadi awal pengabdian yang sesungguhnya.

Setelah ini, ia ingin mengembangkan riset melalui eksplorasi etnometodologis pada perguruan tinggi lain untuk memperkaya pemahaman tentang variasi praktik tajdid dalam pengendalian internal.

Kepada mahasiswa dan dosen muda yang ingin melanjutkan studi, ia berpesan agar proses belajar dijalani dengan niat yang lurus.

Ilmu, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai gelar, tetapi harus menjadi lentera yang membawa manfaat bagi umat.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

International Fellowship Program Hadirkan Pakar Bahas Kebijakan Publik dan Iklim
August 18, 2026By
Bongkar Strategi Menembus Jurnal Internasional Bereputasi, Prodi Akuntansi Umsida Datangkan Ahli
August 14, 2026By
Dosen Hukum Umsida Tembus Proyek Crossref, Bawa Perspektif Legal ke Asia
August 13, 2026By
APSA PTMA Redesign Kurikulum Akuntansi Hadapi Era AI dan Sustainability
August 12, 2026By
Dosen AP Umsida Raih Doktor, Angkat Kolaborasi Wisata Bahari Tlocor Berkelanjutan
August 11, 2026By
Temu Alumni FBHIS Umsida Perkuat Sinergi dan Jejaring Lulusan
August 10, 2026By
Dari Alat Pinjaman hingga 21 Prestasi Nasional, Rahmat Hidayat Bagikan Rahasia Berkarya
August 7, 2026By
HIMMAPIK Beberkan Dapatkan Anggaran dari Diktisaintek
August 6, 2026By

Prestasi

Prestasi Membanggakan, Mahasiswa Umsida Sabet Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 6, 2026By
Elok Fatikah Persembahkan Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 2, 2026By
Evaluasi Diri Bawa Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali di Pertandingan Karate
May 8, 2026By
Hebat! Zabrina Taklukkan Arena Karate dan Bawa Pulang Tiga Medali untuk Umsida
May 7, 2026By
Sekali Turun, Tiga Emas: Prestasi Gemilang Mahasiswa Hukum Umsida
May 6, 2026By
Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
April 15, 2026By
Atasi Rasa Minder, Vivi Nabila Bawa Pulang Emas pada Ajang Paku Bumi Championship 2026
April 14, 2026By
Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
April 10, 2026By