Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Desak DPRD Sidoarjo Tuntaskan Banjir

Fbhis.umsida.ac.id – Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar hearing bersama DPRD Kabupaten Sidoarjo pada Rabu, (01/04/2026), untuk menyuarakan persoalan banjir yang terus berulang tanpa penanganan yang dinilai memadai.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo ini diikuti 13 mahasiswa sebagai perwakilan organisasi, sekaligus menjadi forum penyampaian aspirasi publik atas persoalan banjir tahunan yang belum kunjung tuntas.

Hearing ini tidak hanya menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bentuk konsistensi pengawalan isu yang sebelumnya telah dibahas dalam forum serupa pada 2025.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menagih evaluasi sekaligus realisasi komitmen pemerintah daerah terhadap tindak lanjut penanganan banjir yang sempat disampaikan sebelumnya.

Bagi mahasiswa Administrasi Publik Umsida, banjir di Sidoarjo bukan lagi persoalan musiman yang bisa dipahami sebagai kejadian biasa.

Banjir telah berkembang menjadi masalah kronis yang menyentuh banyak aspek kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, mobilitas sosial, kesehatan, hingga pendidikan.

Baca juga: Kasus Amsal Sitepu Ungkap Rapuhnya Penghargaan Karya Kreatif

Hearing Jadi Bentuk Konsistensi Pengawalan Isu Banjir
Sumber: Dokumentasi Istimewa

Mahasiswa menilai isu banjir perlu terus dikawal karena sampai saat ini belum terlihat perubahan signifikan di lapangan.

Berdasarkan hasil observasi, sejumlah titik genangan masih belum terselesaikan.

Bahkan, ditemukan kondisi anomali di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, yang tetap tergenang meski tidak turun hujan di wilayah tersebut.

Kondisi ini dinilai menunjukkan bahwa persoalan banjir di Sidoarjo tidak hanya disebabkan faktor cuaca, melainkan juga berkaitan dengan persoalan sistemik seperti pengelolaan drainase, aliran air, serta lemahnya penataan ruang yang belum ditangani secara menyeluruh.

Melalui hearing ini, mahasiswa ingin menegaskan bahwa persoalan banjir tidak boleh lagi disikapi secara parsial.

Mereka memandang perlu adanya langkah kebijakan yang lebih serius, terukur, dan berkelanjutan agar masalah yang terus berulang ini tidak hanya ditangani saat menjadi sorotan publik.

Selain sebagai sarana advokasi, forum ini juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dalam memahami secara langsung mekanisme kebijakan publik, dinamika pengambilan keputusan, dan peran lembaga legislatif dalam merespons persoalan masyarakat.

Lihat juga: Jadi Kebanggaan Sidoarjo, Sekda Sanjung Implementasi ‘Kampus Berdampak’ Umsida

Respons DPRD Diapresiasi tetapi Transparansi Anggaran Dipertanyakan
Sumber: Dokumentasi Istimewa

Dalam hearing tersebut, DPRD Kabupaten Sidoarjo dinilai cukup kooperatif karena menghadirkan sejumlah pemangku kebijakan teknis, seperti Dinas PU Bina Marga dan SDA, Bappeda, serta BPBD.

Kehadiran lintas sektor ini dianggap sebagai langkah positif karena membuka peluang dialog yang lebih menyeluruh mengenai penanganan banjir.

Namun, mahasiswa juga menyampaikan catatan kritis. Mereka menilai jawaban DPRD terkait aspek anggaran penanganan banjir masih belum jelas dan belum transparan.

Padahal, persoalan anggaran selama ini sering dijadikan alasan utama lambannya penanganan banjir di Sidoarjo.

Ketidakjelasan soal alokasi dan realisasi anggaran membuat mahasiswa menilai bahwa penanganan banjir belum sepenuhnya diletakkan sebagai prioritas daerah.

Dalam konteks kebijakan publik, keterbukaan informasi anggaran dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana komitmen pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang berdampak luas ini.

Mahasiswa Dorong Solusi Sistemik dan Berkelanjutan

Dalam forum tersebut, mahasiswa menyoroti beberapa poin penting yang harus segera diperkuat pemerintah daerah.

Di antaranya pengawasan ketat terhadap implementasi masterplan penanggulangan banjir, optimalisasi fungsi rumah pompa di titik rawan, serta penegakan aturan tata ruang, khususnya terkait ruang terbuka hijau dan sistem resapan air.

Ketua Pelaksana kegiatan, Budi, menegaskan bahwa mahasiswa berharap hearing ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka.

Ia menilai perlu ada kesepahaman yang benar-benar konstruktif antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Harapan kami setelah hearing ini adalah terciptanya kesepahaman yang konstruktif antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan penanggulangan banjir yang berbasis data, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Selain itu, DPRD diharapkan mampu menunjukkan komitmen konkret melalui penguatan regulasi, pengawasan implementasi program, serta alokasi anggaran yang memadai,”.

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengambil peran sebagai agen kontrol sosial dan agen perubahan melalui kajian ilmiah, advokasi berbasis data, serta pemantauan berkelanjutan terhadap kebijakan yang dihasilkan.

Bagi mahasiswa Administrasi Publik Umsida, penanganan banjir harus menjadi prioritas nyata agar persoalan yang sama tidak terus berulang dari tahun ke tahun.

Penulis: Tisya Intan Rahmasandi

Penyunting: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Kasus Amsal Sitepu Ungkap Rapuhnya Penghargaan Karya Kreatif
April 1, 2026By
Tebar Kepedulian di Bulan Ramadhan, HIMMAPIK Umsida Berbagi di Panti Asuhan
March 17, 2026By
Lewat Audiensi Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Dalami Mitigasi Banjir
March 16, 2026By
Sukses Bukan Hanya Ikhtiar Fittyan Izza Soroti Kekuatan Doa
March 13, 2026By
Silaturahmi FBHIS Umsida Perkuat Sinergi dan Temu Alumni Ramadan
March 12, 2026By
LPPK PDM Sidoarjo Laksanakan Audit Internal di SD Muhammadiyah 1 Candi, Perkuat Tata Kelola Amal Usaha Pendidikan
March 11, 2026By
Enam Tahap Penting Demand Forecasting: Kerangka Strategis untuk Prediksi Bisnis yang Lebih Akurat
March 10, 2026By
Hima Manajemen Umsida Tebar Kebaikan di Panti Asuhan Yatim Aisyah Sidoarjo
March 5, 2026By

Prestasi

Di Balik Kemudi Delta EV: Peran Strategis Mardi Lukas di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 5, 2026By
Langkah Pertama Yayan di Ju Jitsu Open Mojokerto Berbuah Pengalaman Berharga
January 24, 2026By
Debut Manis Atlet Muda Umsida di Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Mojokerto 2026
January 23, 2026By
Krisna Punjabi: Pesona ke Arena Nasional, Buktikan Prestasi Melalui Karate
January 7, 2026By
Bangkit dari Kekosongan, Dwi Langen Widi Cahyono Menorehkan Prestasi di Arena Karate
January 6, 2026By
Zabrina Bawa Pulang Emas dan Perunggu di Batu Karate Challenge 2025, Buktikan Prestasi Tanpa Batas
January 5, 2026By
Naufal Rafi Putra Tembus Final Karate Challenge, Sabet Perak dan Masuk 10 Besar
January 3, 2026By
Tampil Percaya Diri di Ajang Provinsi, Mahasiswi Umsida Raih 2nd Runner Up Miss Jawa Timur 2025
January 2, 2026By