Lewat Monolog Storytelling, Mahasiswa Ikom Umsida Jadikan Audio Visual sebagai Media Edukasi Publik

Fbhis.umsida.ac.id – Bagi Rahmat Hidayat, audio visual bukan hanya soal gambar menarik atau teknik editing yang rapi.

Mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) itu memandang konten kreatif sebagai media untuk menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat.

Melalui berbagai kompetisi yang diikutinya, Ia banyak menghasilkan karya bertema kesehatan.

Beberapa isu yang pernah ia angkat antara lain imunisasi, donor darah, kesehatan mental remaja, dan berbagai pesan edukasi publik lainnya.

Dari pengalaman tersebut, ia melihat bahwa ilmu komunikasi memiliki peran penting dalam menghubungkan pesan dengan audiens.

Menurut Rahmat, karya audio visual yang baik tidak cukup hanya enak dilihat.

Sebuah karya harus memiliki pesan yang jelas, riset yang kuat, dan cara penyampaian yang mudah dipahami.

Baca juga: Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026

Audio Visual sebagai Media Edukasi

Rahmat mengaku memilih fokus di bidang audio visual karena merasa bidang tersebut sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Sumber: Istimewa

Selain itu, audio visual memberinya ruang untuk berkembang, membangun relasi, dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat.

Menariknya, banyak kompetisi yang ia ikuti berasal dari berbagai lembaga, mulai dari kementerian, rumah sakit, institusi pendidikan, hingga penyelenggara lain yang mengangkat isu kesehatan.

Hal ini membuat Rahmat semakin memahami bahwa konten kreatif dapat menjadi sarana komunikasi yang strategis.

“Bagi saya, hal ini membuktikan bahwa ilmu komunikasi dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat melalui karya audio visual,” jelas Rahmat.

Dalam konteks tersebut, video tidak hanya menjadi produk kreatif, tetapi juga alat penyampai informasi.

Pesan kesehatan, misalnya, dapat lebih mudah diterima ketika disampaikan melalui cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Lihat juga: Digital Cinema Jadi Jembatan Budaya, Ikom Umsida Kupas Peluang Sinema Global

Menguatkan Ciri Khas Storytelling

Salah satu ciri khas karya Rahmat adalah penggunaan format monolog storytelling.

Ia menilai gaya ini paling sesuai dengan karakter karya yang ia bangun karena mampu menyampaikan pesan secara lebih personal dan mengalir.

Dalam proses produksi, Rahmat biasanya memulai dari membaca petunjuk teknis lomba secara detail.

Ia pernah mengalami kegagalan karena kurang memahami aturan kompetisi.

Dari pengalaman itu, ia belajar untuk memastikan tema, kriteria penilaian, dan ketentuan lomba sebelum membuat konsep.

Setelah itu, ia menyusun ide dan naskah. Bagi Rahmat, naskah adalah fondasi utama sebuah karya.

Sumber: Istimewa

Tanpa naskah yang kuat, visual yang menarik belum tentu mampu menghasilkan pesan yang utuh.

“Menurut saya, sebuah karya tidak hanya harus memiliki visual yang menarik, tetapi juga harus memiliki pesan yang kuat dan mampu menyampaikan cerita dengan baik,” ujarnya.

Riset dan Komunikasi Produksi

Selain storytelling, Rahmat juga memegang prinsip bahwa konten harus memiliki nilai edukasi dan berdasarkan riset.

Ia tidak ingin membuat karya hanya dari asumsi pribadi. Karena itu, ia berusaha mencari referensi yang relevan agar pesan yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam produksi, Rahmat banyak berperan di balik layar. Ia menyusun konsep, menulis naskah, mengarahkan talent, melakukan produksi, hingga mengedit video.

Talent yang tampil di depan kamera diarahkan agar ekspresi, intonasi, dan penyampaian cerita sesuai dengan pesan yang ingin dibangun.

Di titik ini, ilmu komunikasi berperan penting. Rahmat harus mampu beradaptasi dengan talent yang berbeda, menyampaikan arahan secara jelas, serta menciptakan suasana kerja yang nyaman saat pengambilan gambar.

Baginya, kemampuan teknis perlu berjalan bersama kemampuan memahami audiens.

Konten yang kuat bukan hanya yang visualnya rapi, tetapi yang mampu membuat penonton memahami pesan dan merasakan manfaatnya.

“Visual yang menarik memang penting, tetapi pesan yang kuat dan cara penyampaian yang tepat adalah hal yang membuat sebuah karya mampu memberikan dampak bagi orang lain,” pungkasnya.

Melalui karya audio visual berbasis riset dan storytelling, Rahmat menunjukkan bahwa konten kreatif dapat menjadi ruang edukasi publik yang relevan, komunikatif, dan berdampak.

Sumber: Rahmat Hidayat

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Dari Ide Kreatif ke Bisnis Digital, Snap & Style Perkuat Legalitas
August 24, 2026By
Pakar Burapha University di Hukum Umsida Ungkap Kekuatan Geopark Hadapi Iklim
August 20, 2026By
International Fellowship AP Umsida, Pakar Thailand Ungkap Strategi Atasi Risiko Banjir
August 19, 2026By
International Fellowship Program Hadirkan Pakar Bahas Kebijakan Publik dan Iklim
August 18, 2026By
Bongkar Strategi Menembus Jurnal Internasional Bereputasi, Prodi Akuntansi Umsida Datangkan Ahli
August 14, 2026By
Dosen Hukum Umsida Tembus Proyek Crossref, Bawa Perspektif Legal ke Asia
August 13, 2026By
APSA PTMA Redesign Kurikulum Akuntansi Hadapi Era AI dan Sustainability
August 12, 2026By
Dosen AP Umsida Raih Doktor, Angkat Kolaborasi Wisata Bahari Tlocor Berkelanjutan
August 11, 2026By

Prestasi

Prestasi Membanggakan, Mahasiswa Umsida Sabet Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 6, 2026By
Elok Fatikah Persembahkan Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 2, 2026By
Evaluasi Diri Bawa Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali di Pertandingan Karate
May 8, 2026By
Hebat! Zabrina Taklukkan Arena Karate dan Bawa Pulang Tiga Medali untuk Umsida
May 7, 2026By
Sekali Turun, Tiga Emas: Prestasi Gemilang Mahasiswa Hukum Umsida
May 6, 2026By
Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
April 15, 2026By
Atasi Rasa Minder, Vivi Nabila Bawa Pulang Emas pada Ajang Paku Bumi Championship 2026
April 14, 2026By
Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
April 10, 2026By