Konsisten Evaluasi Karya, Rahmat Hidayat Sukses Raih 20 Prestasi Nasional

Fbhis.umsida.ac.id – Rahmat Hidayat, Mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida), membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya.

Berangkat dari minat di bidang audio visual, mahasiswa yang akrab disapa Rahmat itu kini berhasil mengumpulkan 20 prestasi tingkat nasional di bidang konten kreatif dan videografi.

Perjalanan tersebut tidak dibangun secara instan. Rahmat mengaku sudah mengenal dunia videografi sejak duduk di bangku SMK.

Saat itu, ia sempat mengikuti lomba internal sekolah dan meraih juara dua serta juara tiga.

Ia juga pernah mengikuti lomba videografi ketika berada di Balai Latihan Kerja (BLK).

Namun, ketertarikannya untuk benar-benar mendalami audio visual baru tumbuh ketika memasuki semester dua di Ilmu Komunikasi Umsida.

Dari sana, ia mulai memberanikan diri mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional.

Baca juga: Digital Cinema Jadi Jembatan Budaya, Ikom Umsida Kupas Peluang Sinema Global

Bangun Ketekunan Sejak Semester Dua

Ia mengaku bahwa awal perjalanan kreatifnya tidak selalu diwarnai kemenangan.

Justru, pada masa awal merintis, ia lebih sering mengalami kegagalan daripada meraih juara.

“Saat semester dua, jumlah kegagalan saya jauh lebih banyak dibandingkan kemenangan. Tapi saya tidak pernah menganggap kegagalan sebagai akhir perjalanan,” ungkapnya.

Bagi Rahmat, kegagalan menjadi ruang evaluasi. Ia mulai meninjau kembali konsep, naskah, cara produksi, hingga hasil editing dari setiap karya yang dibuat.

Sumber: Istimewa

Proses itu perlahan membentuk kemampuannya dalam memahami standar kompetisi dan kebutuhan pesan yang ingin disampaikan melalui video.

Ia menilai bahwa pengalaman lapangan menjadi guru terbesar dalam perjalanan kreatifnya.

Sebagian kemampuan teknis, seperti menyusun konsep, menulis naskah, mengarahkan talent, hingga mengedit video, banyak ia pelajari secara mandiri dari praktik dan evaluasi.

Lihat juga: Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026

Terus Berkarya dengan Fasilitas Terbatas

Salah satu hal yang paling menonjol dari perjalanan Rahmat adalah keberaniannya memulai meski belum memiliki perangkat pribadi.

Sejak semester dua hingga sekarang, sebagian karya yang ia ikutkan dalam kompetisi masih dibuat menggunakan peralatan pinjaman dari berbagai pihak.

“Saya tidak menunggu memiliki perangkat sendiri untuk mulai berkarya. Bagi saya, kesempatan untuk mencoba jauh lebih penting daripada menunggu fasilitas yang lengkap,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi inti dari perjalanan Rahmat. Ia memilih bergerak lebih dulu, meski dengan alat yang terbatas.

Dari proses tersebut, ia belajar memaksimalkan apa yang tersedia, mencari solusi, dan menjaga kualitas karya meskipun tidak selalu berada dalam kondisi ideal.

Menurutnya, keterbatasan justru melatih kreativitas. Ia harus lebih cermat menyusun konsep, mengatur produksi, memilih talent, serta memastikan pesan dalam video tetap tersampaikan dengan baik.

Evaluasi Menjadi Kunci

Dari perjalanan panjang tersebut, Ia akhirnya berhasil meraih berbagai prestasi nasional.

Salah satu pencapaian paling berkesan baginya adalah Juara 1 Lomba Videografi Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penghargaan itu menjadi momen penting karena ia berkesempatan menerima apresiasi di Universitas Indonesia.

Baginya, kemenangan tersebut bukan sekadar piala atau penghargaan.

Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa proses belajar, gagal, dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten dapat membuahkan hasil.

Ia berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak menunggu semuanya sempurna untuk mulai berkarya.

Masa kuliah, menurutnya, adalah waktu terbaik untuk membangun portofolio, pengalaman, dan menemukan bidang yang ingin ditekuni.

“Ijazah memang penting, tetapi kemampuan, pengalaman, dan karya yang pernah kita hasilkan juga menjadi nilai tambah yang sangat besar,” tegasnya.

Perjalanan Rahmat menjadi pengingat bahwa keberanian memulai, konsistensi belajar, dan kemauan mengevaluasi diri sering kali lebih menentukan daripada kelengkapan fasilitas.

Sumber: Rahmat Hidayat

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Lewat Monolog Storytelling, Mahasiswa Ikom Umsida Jadikan Audio Visual sebagai Media Edukasi Publik
July 16, 2026By
Digital Cinema Jadi Jembatan Budaya, Ikom Umsida Kupas Peluang Sinema Global
July 13, 2026By
Sukses Raih Gelar Doktor, Dosen Akuntansi Umsida Kembangkan Model Pengendalian Internal Berbasis Tajdid
July 10, 2026By
Gen Z dan Budaya Digital: Saat Konsumsi Menjadi Identitas Sosial
July 8, 2026By
Perempuan Dominasi Media Sosial, Dari Koneksi Hingga Pembentuk Wacana Digital
July 7, 2026By
HIMAAPIK Umsida Wadahi Bakat Futsal Pelajar Lewat AP CUP 2026
July 1, 2026By
Snap & Style Meriahkan Wisuda ke-47 Umsida Lewat Stand Mirror dan Kolaborasi Vendor
June 30, 2026By
Go Global! Dua Mahasiswa Ikom Umsida Magang di USIM Press Malaysia
June 29, 2026By

Prestasi

Prestasi Membanggakan, Mahasiswa Umsida Sabet Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 6, 2026By
Elok Fatikah Persembahkan Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 2, 2026By
Evaluasi Diri Bawa Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali di Pertandingan Karate
May 8, 2026By
Hebat! Zabrina Taklukkan Arena Karate dan Bawa Pulang Tiga Medali untuk Umsida
May 7, 2026By
Sekali Turun, Tiga Emas: Prestasi Gemilang Mahasiswa Hukum Umsida
May 6, 2026By
Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
April 15, 2026By
Atasi Rasa Minder, Vivi Nabila Bawa Pulang Emas pada Ajang Paku Bumi Championship 2026
April 14, 2026By
Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
April 10, 2026By