Fbhis.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (AP Umsida) memperoleh pengalaman akademik internasional melalui kegiatan Student Mobility di Burapha University (BUU), Thailand.
Program yang diikuti lima delegasi Umsida, terdiri atas tiga mahasiswa Administrasi Publik dan dua mahasiswa Hukum, ini menjadi wadah untuk mempelajari implementasi e-government sekaligus komunikasi publik dalam tata kelola pemerintahan modern.

Pada hari pertama kegiatan, delegasi Umsida mengikuti sesi Special Discussion yang menghadirkan Ilmi Usrotin Choiriyah MAP, Kaprodi Administrasi Publik Umsida, dan Dr Poppy Febriana Sos MMedKom, Dekan Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) Umsida, sebagai pembicara.
Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan workshop bersama dosen dan mahasiswa Burapha University yang membahas perkembangan pemerintahan digital di Indonesia dan Thailand.
Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan inovasi layanan publik berbasis teknologi, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai pentingnya komunikasi dalam mendukung keberhasilan transformasi digital di sektor pemerintahan.
Baca juga: Asah Kompetensi Produksi Media, Ikom Umsida Gelar Workshop dan Nobar Karya Company Profile
Mengenal Praktik E-Government Indonesia
Dalam pemaparannya, Ilmi memperkenalkan berbagai implementasi e-government di Indonesia, salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi pelayanan publik yang memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintahan secara digital.
Materi tersebut menjadi bahan diskusi menarik karena peserta dari Burapha University turut membandingkan penerapan sistem pemerintahan digital di Thailand.
Workshop berlangsung interaktif. Mahasiswa kedua negara saling bertukar pandangan mengenai inovasi pelayanan publik, tantangan digitalisasi birokrasi, hingga peluang pengembangan sistem pemerintahan berbasis teknologi di masa depan.
Menurut Ilmi, transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Transformasi digital dalam pemerintahan tidak hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi mampu memberikan pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” ungkapnya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mahasiswa melihat secara langsung bagaimana praktik e-government berkembang di negara lain sehingga dapat menjadi referensi untuk pengembangan tata kelola pemerintahan di Indonesia,” ujarnya.
Bagi mahasiswa, diskusi tersebut menjadi kesempatan untuk memahami bahwa digitalisasi pemerintahan merupakan proses yang terus berkembang dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
Lihat juga: Riset Dosen AP Umsida Soroti SinergiSmart sebagai Inovasi Digital Pantau Harga Kebutuhan Pokok
Komunikasi Publik Bangun Kepercayaan Masyarakat
Selain membahas aspek teknologi, sesi akademik juga menyoroti pentingnya komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Materi yang disampaikan Dr Poppy mengajak peserta memahami bahwa keberhasilan kebijakan publik tidak hanya bergantung pada sistem yang baik, tetapi juga pada kemampuan pemerintah membangun komunikasi yang terbuka dan dipercaya masyarakat.
Sebagai akademisi Ilmu Komunikasi sekaligus Dekan FBHIS Umsida, Dr Poppy menjelaskan bahwa komunikasi publik memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, terutama di era digital yang menuntut transparansi informasi.

“Komunikasi menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan digital. Teknologi yang baik harus diimbangi dengan komunikasi publik yang mampu membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Karena itu mahasiswa perlu memahami bahwa transformasi digital bukan hanya soal sistem, tetapi juga bagaimana pemerintah membangun hubungan dengan warganya,” jelasnya.
Materi tersebut kemudian diperdalam melalui sesi tanya jawab yang berlangsung aktif antara mahasiswa Indonesia dan Thailand.
Berbagai perspektif mengenai praktik komunikasi pemerintahan di kedua negara menjadi bahan pembelajaran yang memperkaya wawasan peserta.
Kolaborasi Internasional Perluas Perspektif Mahasiswa
Bagi Mediana, mahasiswa Administrasi Publik Umsida yang menjadi salah satu delegasi, pengalaman mengikuti workshop internasional memberikan sudut pandang baru mengenai tata kelola pemerintahan digital.
“Kami tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berdiskusi langsung dengan mahasiswa dan dosen Burapha University. Menarik sekali karena mereka membandingkan penerapan e-government di Thailand dengan Indonesia sehingga kami mendapat banyak perspektif baru,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan akademik, tetapi juga belajar berdialog dalam lingkungan internasional, menghargai perbedaan sistem pemerintahan, serta memahami pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan transformasi digital.
Student Mobility di Burapha University menjadi bukti komitmen AP Umsida dalam menghadirkan pengalaman belajar bertaraf internasional.
Tidak hanya memperluas wawasan mengenai e-government dan komunikasi publik, kegiatan ini juga membekali mahasiswa dengan perspektif global yang diharapkan mampu menjadi bekal dalam menciptakan inovasi pelayanan publik yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















