Fbhis.umsida.ac.id – Berawal dari kebutuhan layanan acara yang semakin praktis, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan inovasi digital.
Melalui Snap and Style, mereka mengembangkan platform yang menghubungkan berbagai kebutuhan event dalam satu sistem.
Inovasi bisnis digital tersebut berhasil lolos seleksi KMI Expo XVII Tahun 2026. Snap and Style akan mewakili Umsida dalam ajang kewirausahaan mahasiswa tingkat nasional.
Program hasil Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) ini masuk kategori bisnis digital tahap bertumbuh.
Capaian tersebut menjadi langkah penting bagi pengembangan bisnis mahasiswa.

Ketua tim Snap and Style, Afifani Aulida Romadhoni, menjelaskan perjalanan menuju KMI Expo melalui berbagai tahap evaluasi.
Proses tersebut dilakukan melalui laporan perkembangan usaha dan presentasi. “P2MW itu ada fase laporannya selama lima bulan,” jelas Afifani.
Menurutnya, seleksi KMI dilakukan pada tahap tiga program. Tim harus mempresentasikan perkembangan bisnis kepada para juri.
Baca juga: Perkuat Kurikulum Hukum, Umsida dan UMMAD Bangun Sinergi Akademik
Menghadirkan Solusi Kebutuhan Event
Snap and Style dikembangkan sebagai platform berbasis website. Platform tersebut mengintegrasikan berbagai layanan kreatif dalam satu sistem.
Pengguna dapat memesan berbagai kebutuhan acara melalui satu platform. Layanan tersebut mencakup fotografer, makeup artist, EO, WO, hingga penyewaan kebaya.
“Snap and Style tidak hanya fokus pada fotografer,” ujar Afifani.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi pembeda dengan layanan serupa. Platform ini menawarkan kebutuhan event yang lebih lengkap.
Selain layanan vendor, Snap and Style memiliki fitur pendukung lainnya. Terdapat photo booth frame, pose photo, dan sistem penjadwalan.
Fitur tersebut membantu pengguna mengetahui ketersediaan vendor. Proses pemesanan juga menjadi lebih mudah dan terstruktur.
Saat ini, Snap and Style telah bekerja sama dengan 11 mitra. Mitra tersebut berasal dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.
Pengembangan platform dilakukan berdasarkan kebutuhan pengguna. Tim terus berupaya menghadirkan layanan kreatif yang lebih terintegrasi.
Lihat juga: Snap & Style Perkuat Legalitas Digital melalui Sertifikat PSE
Dari Ide Menuju Bisnis Berkelanjutan
Dosen pembimbing Snap and Style, Alshaf Pebrianggara SE MM, melihat perkembangan positif inovasi tersebut. Menurutnya, bisnis mahasiswa telah mengalami perkembangan signifikan.
“Saya melihat perkembangan Snap and Style sangat positif,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa tim telah melewati tahap validasi ide. Kini, mereka mulai memperkuat model bisnis dan strategi pengembangan.
Melalui P2MW, mahasiswa memperoleh pengalaman menjalankan bisnis secara langsung. Mereka belajar memahami pasar, mengembangkan produk, hingga melakukan pitching.
“Lolos KMI Expo bukan merupakan akhir,” jelas Alshaf.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi milestone menuju tahap berikutnya. Tim perlu terus memperluas pasar dan meningkatkan kualitas layanan.
Keberhasilan Snap and Style juga tidak lepas dari kerja sama tim. Para anggota harus membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan pengembangan bisnis.
Mereka menjaga koordinasi melalui pertemuan rutin dan komunikasi digital. Pembagian tugas menjadi strategi agar setiap target dapat tercapai.
Melangkah ke Tingkat Nasional
Perjalanan Snap and Style menuju KMI Expo menjadi bukti konsistensi mahasiswa. Keterbatasan waktu justru menjadi ruang belajar bagi tim.
Mereka belajar menentukan prioritas dan mengelola tanggung jawab. Kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan.
Setelah lolos KMI Expo XVII 2026, Snap and Style akan terus dikembangkan. Tim berencana memperluas pasar dan menghadirkan layanan kreatif baru.
Pengembangan tersebut mencakup wedding content creator dan berbagai vendor kreatif lainnya. Program P2MW memang berlangsung hingga November 2026.
Namun, inovasi Snap and Style akan tetap berjalan setelah program selesai. Tim optimistis bisnis digital tersebut dapat terus berkembang.
Melalui inovasi ini, mahasiswa Umsida membuktikan bahwa ide kreatif dapat menjadi solusi nyata. Snap and Style menjadi contoh bagaimana teknologi dan kewirausahaan dapat berjalan bersama.
Sumber: Afifani Aulia Romadhoni
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















