Aksi Solidaritas dan Doa Bersama BEM FBHIS Umsida: Menuntut Reformasi Total Kepolisian

Fbhis.umsida.ac.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bisnis, Hukum dan Ilmu Sosial (BEM FBHIS) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui Departemen Kajian, Propaganda, dan Aksi Strategis (KASTRAT) menggelar aksi solidaritas dan doa bersama bertajuk “Menanti Pertaubatan Institusional Kepolisian” pada Selasa (24/02/2026) di depan ILB 8 Kampus 3 Umsida.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari konsolidasi mahasiswa FBHIS yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Muak Fakultas Bisnis, Hukum dan Ilmu Sosial (AMUK FBHIS).

Aksi tersebut dilaksanakan sebagai respons atas peristiwa kematian seorang pelajar SMP di Maluku yang diduga melibatkan aparat kepolisian.

Sebagai lembaga eksekutif di tingkat fakultas yang dikenal aktif dalam gerakan mahasiswa, BEM FBHIS menilai bahwa mereka tidak dapat berdiam diri terhadap persoalan yang dinilai merepresentasikan problem nasional.

Isu Daerah yang Mewakili Persoalan Nasional

BEM FBHIS menilai bahwa kasus kematian pelajar di Maluku bukanlah persoalan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian peristiwa kekerasan yang melibatkan aparat dalam beberapa tahun terakhir.

Mahasiswa mengingatkan publik pada berbagai kasus sebelumnya, mulai dari tragedi Kanjuruhan hingga kasus-kasus lain yang memicu pertanyaan tentang akuntabilitas institusi kepolisian.

Dalam pernyataannya, perwakilan BEM FBHIS menyampaikan bahwa isu ini perlu diangkat karena menyangkut integritas institusi yang memiliki kewenangan besar dalam sistem hukum Indonesia.

Sumber: Dokumentasi BEM FBHIS Umsida

“Kasus ini memang terjadi di daerah, tetapi kepolisian adalah institusi nasional yang hadir di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, persoalan ini bukan sekadar isu lokal, melainkan menyangkut kepercayaan publik secara nasional,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.

Menurut mereka, dalam perspektif kontrak sosial, kepolisian memperoleh legitimasi kekuasaan dari masyarakat.

Oleh sebab itu, publik berhak menuntut transparansi, akuntabilitas, dan penghormatan penuh terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

Baca juga: BEM FBHIS Umsida Ikut Kawal Arah Baru Gerakan Nasional di Kongres ILMISPI 2026

Aksi Simbolik dan Pernyataan Sikap

Rangkaian kegiatan diawali dengan orasi dari perwakilan Himpunan Mahasiswa (HIMA), dilanjutkan dengan orasi mahasiswa umum.

Aksi kemudian dilanjutkan dengan penyalaan lilin sebagai simbol refleksi dan solidaritas terhadap korban. Lagu “Darah Juang” dan Mars Mahasiswa turut dinyanyikan sebagai bentuk ekspresi kolektif.

Sumber: Dokumentasi BEM FBHIS Umsida

Secara kelembagaan, mahasiswa menekankan bahwa Polri memiliki tugas utama sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.

Oleh karena itu, evaluasi kinerja secara menyeluruh dinilai penting dilakukan.

BEM FBHIS menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai bagian dari dorongan reformasi total kepolisian.

Di antaranya, mendorong investigasi oleh Komnas HAM dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), transparansi proses hukum, evaluasi penggunaan kekuatan bersenjata, hingga penguatan pengawasan internal dan eksternal oleh lembaga legislatif, yudikatif, dan lembaga independen.

“Kami menuntut adanya investigasi yang transparan dan akuntabel. Kepolisian sebagai pelayan masyarakat wajib mengedepankan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan supremasi hukum,” tegas perwakilan KASTRAT BEM FBHIS.

Lihat juga: Pengukuhan dan Rakerwil BEM PTMAI Zona V Jatim–Bali di Umsida, Wagub Jatim Beri Penguatan

Seruan Pengawasan Berkelanjutan

Di akhir aksi, mahasiswa menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah langkah terakhir.

Mereka berharap pengawasan terhadap institusi penegak hukum terus dilakukan oleh seluruh elemen mahasiswa Umsida, termasuk BEM tingkat universitas.

Aksi solidaritas ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan supremasi hukum.

BEM FBHIS Umsida menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu keadilan secara kritis dan konstitusional sebagai bagian dari peran mahasiswa dalam kehidupan demokrasi.

Sumber: BEM FBHIS Umsida

Penyunting: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

BEM FBHIS Umsida Ikut Kawal Arah Baru Gerakan Nasional di Kongres ILMISPI 2026
February 28, 2026By
BEM FBHIS Umsida Perkuat Jejaring Nasional di Kongres ILMISPI 2026
February 28, 2026By
Audit Sebagai Ikhtiar Peningkatan Mutu: SMP Muhammadiyah 5 Tulangan Siap Berbenah dan Bertumbuh
February 27, 2026By
Gen Z dan Digital Activism: Gerakan Sosial di Era Media Sosial
February 25, 2026By
Smart Financial Decisions: Webinar Himaksida Meningkatkan Literasi Keuangan Gen Z
February 24, 2026By
Khusyuk Versus Viral, Menata Ramadan di Era TikTok dan Notifikasi
February 23, 2026By
Paradoks Keterbukaan di Desa: Ketika Komunikasi Justru Menurunkan Kualitas Layanan
February 20, 2026By
Resonansi Cita HIMMAPIK Umsida Kukuhkan Sinergi dan Loyalitas Organisasi
February 19, 2026By

Prestasi

Di Balik Kemudi Delta EV: Peran Strategis Mardi Lukas di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 5, 2026By
Langkah Pertama Yayan di Ju Jitsu Open Mojokerto Berbuah Pengalaman Berharga
January 24, 2026By
Debut Manis Atlet Muda Umsida di Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Mojokerto 2026
January 23, 2026By
Krisna Punjabi: Pesona ke Arena Nasional, Buktikan Prestasi Melalui Karate
January 7, 2026By
Bangkit dari Kekosongan, Dwi Langen Widi Cahyono Menorehkan Prestasi di Arena Karate
January 6, 2026By
Zabrina Bawa Pulang Emas dan Perunggu di Batu Karate Challenge 2025, Buktikan Prestasi Tanpa Batas
January 5, 2026By
Naufal Rafi Putra Tembus Final Karate Challenge, Sabet Perak dan Masuk 10 Besar
January 3, 2026By
Tampil Percaya Diri di Ajang Provinsi, Mahasiswi Umsida Raih 2nd Runner Up Miss Jawa Timur 2025
January 2, 2026By