Fbhis.umsida.ac.id – Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali memperkuat internasionalisasi pembelajaran melalui kegiatan International Class Laboratory yang diselenggarakan pada (20/04).
Kegiatan ini melibatkan tiga laboratorium dalam lingkungan Program Studi Administrasi Publik dengan menghadirkan narasumber dari perguruan tinggi luar negeri.
Tiga laboratorium yang terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu Laboratorium e-Government, Laboratorium Governance dan Manajemen Pelayanan Publik, serta Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan.
Masing-masing laboratorium mengangkat tema yang relevan dengan perkembangan administrasi publik global dan memberikan ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memahami praktik kebijakan dari berbagai negara.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Program Studi Administrasi Publik Umsida dalam mempertemukan mahasiswa dengan perspektif internasional.
Melalui forum akademik tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga kesempatan untuk memahami bagaimana isu administrasi publik diterapkan di negara lain.
Baca juga: Menuju World Class University, Prodi AP Umsida Perkuat Kurikulum Internasional
Bahas Tata Kelola Digital dan Komunikasi Publik
Pada sesi pertama, Laboratorium e-Government mengangkat tema Digital Governance and Public Communication in the Information Society.
Sesi ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Kenneth Lee Tze Wui, M.Comm., Ph.D dari Universiti Tunku Abdul Rahman, Malaysia.

Dalam paparannya, Kenneth menjelaskan bagaimana perkembangan digital governance di Malaysia telah mendorong perubahan dalam tata kelola pemerintahan yang lebih modern.
Ia menekankan pentingnya komunikasi publik yang terbuka agar masyarakat dapat terlibat aktif dalam proses pemerintahan.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah membangun hubungan yang transparan dengan masyarakat.
Mahasiswa terlihat antusias mengikuti sesi ini karena topik digital governance dinilai sangat dekat dengan perkembangan pelayanan publik di era modern.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan mengenai tantangan implementasi layanan digital di negara berkembang.
Lihat juga: FORMASI 3.0 Umsida Angkat Ekonomi Politik Hijau untuk Pembangunan Berkelanjutan di Sidoarjo
Pelayanan Publik dan Pembangunan Berkelanjutan
Sesi kedua dilaksanakan oleh Laboratorium Governance dan Manajemen Pelayanan Publik dengan tema Governance and Public Service Management for Improving Service Delivery.
Narasumber yang hadir adalah Zshyna Mae Ahmed, MPA dari Pangasinan State University, Filipina.

Dalam presentasinya, Zshyna menyoroti pentingnya inovasi dalam pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kecepatan, tetapi juga dari kemampuan institusi dalam memahami kebutuhan warga secara menyeluruh.
Pada sesi ketiga, Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan menghadirkan Dr. Madlyn D. Tingco, DPA dari Pangasinan State University.
Ia membawakan materi bertajuk Strategic Development Planning for Sustainable Communities.

Madlyn menjelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan perencanaan yang matang agar mampu menjawab tantangan sosial dan lingkungan yang terus berkembang.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merancang kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.
Perluas Wawasan Mahasiswa ke Tingkat Internasional
Kegiatan International Class Laboratory mendapat respons positif dari mahasiswa Administrasi Publik Umsida.
Banyak mahasiswa aktif berdiskusi dan membandingkan praktik administrasi publik dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Ketua Program Studi Administrasi Publik Umsida menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan pembelajaran berbasis internasional di lingkungan kampus.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung isu-isu administrasi publik yang terjadi di berbagai negara dan memperluas wawasan global mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran narasumber internasional diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas di masa mendatang.
Dengan menghadirkan akademisi dari Malaysia dan Filipina, Program Studi Administrasi Publik Umsida terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan global serta mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang siap menghadapi tantangan internasional.
Penulis: Dea
Penyunting: Indah Nurul Ainiyah


















