Menggali Kearifan Lokal, AP Umsida Pelajari Tata Kelola Adat Suku Tengger

Fbhis.umsida.ac.id – Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus mengembangkan metode pembelajaran berbasis pengalaman melalui kegiatan cultural exchange di kawasan Suku Tengger, Desa Ngadisari, Gunung Bromo, pada Selasa (21/04/2026).

Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa lokal dan internasional, serta narasumber internasional sebagai bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperdalam pemahaman terkait praktik kebijakan publik berbasis masyarakat adat.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami secara langsung bagaimana nilai, norma, dan budaya lokal dapat berperan dalam membentuk sistem tata kelola masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.

Baca juga: FORMASI 3.0 Umsida Hadirkan Ruang Kritis Mahasiswa tentang Ekonomi Politik Hijau di Sidoarjo

Masyarakat Tengger Jaga Harmoni antara Alam, Manusia, dan Spiritualitas

Dalam sesi pemaparan, tokoh adat setempat, Bambang Suprapto, menjelaskan bahwa masyarakat Tengger dikenal sebagai komunitas yang menjunjung tinggi nilai luhur dan menjaga keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam.

“Masyarakat Tengger dikenal sebagai masyarakat berbudi luhur yang menjaga keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam. Kawasan ini juga merupakan wilayah suci yang dijaga melalui berbagai ritual adat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat Tengger memiliki akar budaya yang kuat, salah satunya melalui legenda Joko Seger dan Roro Anteng yang menjadi asal-usul nama Tengger. Kawasan Gunung Bromo sendiri menjadi pusat peribadatan umat Hindu Tengger dengan keberadaan pura sebagai ruang sakral.

“Meskipun umat Hindu di seluruh dunia memiliki Tuhan yang sama, yang membedakan adalah cara beribadah dan adatnya. Di Tengger, nilai kesucian sangat dijaga,” tambahnya.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat, yang tidak hanya tercermin dalam praktik keagamaan, tetapi juga dalam interaksi sosial sehari-hari.

Lihat juga: International Class Laboratory AP Umsida Angkat Isu Global di Tiga Laboratorium

Model Tata Kelola Hibrida Jadi Kekuatan Kebijakan Lokal

Dalam perspektif administrasi publik, masyarakat Tengger menerapkan model tata kelola hibrida, yakni menggabungkan sistem pemerintahan formal dengan hukum adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kami tetap mengikuti sistem pemerintah, seperti administrasi kependudukan yang sudah berbasis digital. Namun, untuk kebijakan yang tidak sesuai dengan adat, tentu akan kami sesuaikan,” jelas Bambang.

Penerapan model ini terlihat dari berbagai regulasi berbasis adat yang mengatur kehidupan masyarakat, termasuk perlindungan kawasan suci serta pembatasan aktivitas yang dianggap melanggar nilai kesakralan.

Ia juga mencontohkan bahwa masyarakat Tengger memiliki aturan ketat terkait investasi, di mana pihak luar tidak diperbolehkan membeli tanah di wilayah tersebut.

“Hotel dan usaha di kawasan ini sebagian besar milik masyarakat Tengger sendiri. Kami ingin mempertahankan pariwisata tanpa menghilangkan nilai adat,” ujarnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kebijakan publik tidak selalu bersifat top-down, tetapi dapat berkembang secara kontekstual berdasarkan nilai lokal yang hidup di masyarakat.

Pembelajaran Global dari Praktik Lokal Berbasis Kearifan Adat

Kegiatan cultural exchange ini juga diikuti oleh narasumber internasional, di antaranya Kenneth Lee Tze Wui, Madlyn D. Tingco, serta Zshyna Mae V. Ahmed. Kehadiran mereka memberikan perspektif global terhadap praktik tata kelola berbasis budaya yang diterapkan di masyarakat Tengger.

Madlyn D. Tingco menyampaikan kesannya terhadap pengalaman tersebut.

“Tempat ini sangat nyaman dan masyarakatnya ramah. Saya melihat nilai harmoni yang kuat di sini, dan ini menjadi pembelajaran penting dalam governance berbasis budaya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman empiris untuk memahami bahwa kebijakan publik dapat dibangun dari nilai, norma, dan praktik lokal yang telah terbukti menjaga stabilitas sosial.

“Di desa Tengger, hampir tidak ada permasalahan sosial karena masyarakat memegang teguh nilai adat dan kebersamaan,” tutup Bambang.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan perspektif kebijakan formal dengan pendekatan berbasis kearifan lokal dalam merancang solusi tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan di tingkat global.

Dengan pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa Administrasi Publik Umsida tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat praktik nyata governance yang berakar pada budaya dan nilai masyarakat.

Penulis: Dea

Penyunting: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

HIMA Manajemen Umsida Dorong UMKM Sawohan Naik Kelas Lewat Olahan Bandeng Modern
May 4, 2026By
Dosen Umsida Dorong SDM, Digitalisasi, dan Tata Kelola untuk Kembangkan Bisnis Kopi Luwak
April 30, 2026By
Guru Besar Umsida Paparkan Lima Strategi Perkuat Ketahanan UMKM di Era Digital
April 29, 2026By
Studi Ekskursi ke Bandung, Mahasiswa Manajemen Umsida Perluas Wawasan Global
April 28, 2026By
“Aktual Media News” Jadi Karya Mahasiswa Ikom Umsida Angkat Potensi Sidoarjo
April 27, 2026By
Kuliah Umum di Umsida, Anies Baswedan Tekankan Kepemimpinan dan Peran Strategis Mahasiswa
April 24, 2026By
International Class Prodi Administrasi Publik Umsida Bahas Isu Global Lewat Tiga Laboratorium
April 22, 2026By
Menuju World Class University, Prodi AP Umsida Perkuat Kurikulum Internasional
April 21, 2026By

Prestasi

Evaluasi Diri Bawa Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali di Pertandingan Karate
May 8, 2026By
Hebat! Zabrina Taklukkan Arena Karate dan Bawa Pulang Tiga Medali untuk Umsida
May 7, 2026By
Sekali Turun, Tiga Emas: Prestasi Gemilang Mahasiswa Hukum Umsida
May 6, 2026By
Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
April 15, 2026By
Atasi Rasa Minder, Vivi Nabila Bawa Pulang Emas pada Ajang Paku Bumi Championship 2026
April 14, 2026By
Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
April 10, 2026By
Mahasiswa Umsida Raih Perak di Paku Bumi Championship, Bukti Latihan Singkat Tak Halangi Prestasi
April 7, 2026By
Di Balik Kemudi Delta EV: Peran Strategis Mardi Lukas di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 5, 2026By