Lewat Audiensi Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Dalami Mitigasi Banjir

Fbhis.umsida.ac.id – Sidoarjo masih menjadi salah satu daerah yang rentan terdampak banjir, terutama saat curah hujan tinggi dan debit air dari wilayah hulu meningkat.

Kondisi ini mendorong Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) untuk melakukan audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Rabu (11/3/2026), di Kantor Dinas PUBM Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan yang diikuti enam mahasiswa tersebut diinisiasi oleh Divisi Edukasi dan Advokasi sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan sekaligus tata kelola kebijakan publik di daerah.

Audiensi ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah untuk membahas kondisi banjir di Sidoarjo, langkah mitigasi yang telah dilakukan, hingga peluang penyempurnaan kebijakan ke depan.

Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya datang untuk mendengar penjelasan, tetapi juga berupaya memahami persoalan banjir secara lebih menyeluruh.

Sebab, banjir di Sidoarjo bukan sekadar persoalan genangan air, tetapi juga berkaitan erat dengan pelayanan publik, keselamatan warga, dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Baca juga: Enam Tahap Penting Demand Forecasting: Kerangka Strategis untuk Prediksi Bisnis yang Lebih Akurat

Kondisi Geografis Sidoarjo jadi Tantangan Utama

Dalam audiensi tersebut, Kepala Dinas PUBM Kabupaten Sidoarjo, Mukhmud, menjelaskan bahwa posisi geografis Sidoarjo menjadi salah satu penyebab wilayah ini sangat rentan terhadap banjir.

Sebagai daerah hilir, Sidoarjo menerima aliran air dari sejumlah wilayah lain di Jawa Timur.

Sumer: Dokumentasi Istimewa

“Sidoarjo merupakan sumber mata air terakhir. Aliran air dari daerah Malang sampai Kediri bermuara ke wilayah ini, kemudian mengalir menjadi Sungai Porong dan Sungai Surabaya dari Sungai Brantas yang terpusat di Sidoarjo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, “Karena itu ketika terjadi air pasang atau peningkatan debit air, wilayah Sidoarjo sangat berpotensi mengalami banjir,” jelas Mukhmud.

Penjelasan tersebut memberi gambaran bahwa persoalan banjir di Sidoarjo tidak bisa dipisahkan dari kondisi alam dan sistem aliran air regional.

Karena berada di titik hilir, daerah ini harus menampung beban air dalam jumlah besar, terutama saat musim hujan.

Hal inilah yang membuat penanganan banjir membutuhkan perencanaan matang, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan infrastruktur yang memadai.

Lihat juga: Kolaborasi Pemerintah dan Swasta: Jalan Strategis Pembangunan Infrastruktur Publik yang Lebih Berkualitas

Normalisasi sungai hingga rumah pompa jadi solusi

Untuk mengurangi potensi banjir, pemerintah daerah telah menjalankan beberapa langkah mitigasi.

Salah satu upaya utama ialah normalisasi sungai dengan meningkatkan kapasitas aliran air melalui pengerukan sedimen dan perbaikan saluran sungai.

Langkah ini dilakukan agar air dapat mengalir lebih lancar dan tidak mudah meluap ke kawasan permukiman.

Sumer: Dokumentasi Istimewa

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan rumah pompa di sejumlah titik rawan banjir.

Infrastruktur ini dinilai penting untuk mempercepat pengaliran air dari wilayah yang tergenang menuju saluran utama sehingga genangan bisa lebih cepat surut.

Dalam forum tersebut, mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan pintu air. Saat ini, pengoperasian pintu air masih menghadapi keterbatasan jumlah petugas.

Karena itu, digitalisasi sistem pengelolaan pintu air dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar pengaturan aliran air dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

Pemerintah daerah pun mulai mendata pintu air yang rusak sebagai dasar untuk perbaikan dan pemeliharaan.

Tak hanya itu, Dinas PUBM juga tengah mengajukan pembangunan BUSU komunal atau buis uditch sebagai bagian dari penguatan sistem drainase masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari penanganan infrastruktur jalan, jembatan, dan saluran air sesuai Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 12 Tahun 2022.

Mahasiswa ingin jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat

Bagi mahasiswa, audiensi ini menjadi langkah awal untuk membaca persoalan banjir dari sisi kebijakan publik.

Perwakilan mahasiswa, Wisnu selaku Ketua Divisi Edukasi dan Advokasi Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik, menegaskan bahwa banjir memiliki dampak luas bagi kehidupan masyarakat.

“Isu banjir di Sidoarjo bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan juga berkaitan dengan pelayanan publik yang kompleks. Banjir berdampak langsung pada produktivitas ekonomi masyarakat, akses pendidikan, serta kondisi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Wisnu menambahkan, mahasiswa memiliki peran sebagai penyambung lidah antara masyarakat dan pemerintah.

Karena itu, hasil audiensi ini tidak berhenti sebagai wawasan lapangan semata, tetapi juga akan dijadikan bahan kajian akademik.

Informasi yang diperoleh nantinya akan dibawa dalam forum hearing bersama DPRD Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya mendorong solusi kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kalau mau, saya bisa lanjut buatkan versi yang lebih formal untuk website kampus atau versi yang lebih tajam bergaya berita media online.

Penulis: Tisya Intan Rahmasandi

Penyunting: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

LPPK PDM Sidoarjo Laksanakan Audit Internal di SD Muhammadiyah 1 Candi, Perkuat Tata Kelola Amal Usaha Pendidikan
March 11, 2026By
Enam Tahap Penting Demand Forecasting: Kerangka Strategis untuk Prediksi Bisnis yang Lebih Akurat
March 10, 2026By
Hima Manajemen Umsida Tebar Kebaikan di Panti Asuhan Yatim Aisyah Sidoarjo
March 5, 2026By
BEM FBHIS Umsida Perkuat Jejaring Nasional di Kongres ILMISPI 2026
March 3, 2026By
Aksi Solidaritas dan Doa Bersama BEM FBHIS Umsida: Menuntut Reformasi Total Kepolisian
March 2, 2026By
Audit Sebagai Ikhtiar Peningkatan Mutu: SMP Muhammadiyah 5 Tulangan Siap Berbenah dan Bertumbuh
February 27, 2026By
Gen Z dan Digital Activism: Gerakan Sosial di Era Media Sosial
February 25, 2026By
Smart Financial Decisions: Webinar Himaksida Meningkatkan Literasi Keuangan Gen Z
February 24, 2026By

Prestasi

Di Balik Kemudi Delta EV: Peran Strategis Mardi Lukas di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 5, 2026By
Langkah Pertama Yayan di Ju Jitsu Open Mojokerto Berbuah Pengalaman Berharga
January 24, 2026By
Debut Manis Atlet Muda Umsida di Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Mojokerto 2026
January 23, 2026By
Krisna Punjabi: Pesona ke Arena Nasional, Buktikan Prestasi Melalui Karate
January 7, 2026By
Bangkit dari Kekosongan, Dwi Langen Widi Cahyono Menorehkan Prestasi di Arena Karate
January 6, 2026By
Zabrina Bawa Pulang Emas dan Perunggu di Batu Karate Challenge 2025, Buktikan Prestasi Tanpa Batas
January 5, 2026By
Naufal Rafi Putra Tembus Final Karate Challenge, Sabet Perak dan Masuk 10 Besar
January 3, 2026By
Tampil Percaya Diri di Ajang Provinsi, Mahasiswi Umsida Raih 2nd Runner Up Miss Jawa Timur 2025
January 2, 2026By