Seminar Edukasi Publik: Kupas Tuntas Peran Penghubung KY dalam Sistem Peradilan Indonesia

Fbhis.umsida.ac.id – Komisi Yudisial (KY) jalin kolaborasi dengan Umsida dalam seminar edukasi publik bahas peran dan kewenangannya dalam sistem peradilan, Pada Kamis (29/08/2024).

Seminar edukasi publik bertema “Peran Penghubung Komisi Yudisial dalam Mendukung Wewenang dan Tugas Komisi Yudisial”.

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Kampus 1 ini dihadiri oleh para pakar hukum, akademisi, serta mahasiswa, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran dan fungsi Komisi Yudisial (KY) dalam sistem peradilan Indonesia.

Seminar ini dimulai pukul 10.00 WIB dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), Safia Adisti, mahasiswa Prodi Hukum Umsida.

Sebelum acara dimulai, para peserta diminta untuk mengisi pre-test kuesioner yang disediakan oleh Penghubung KY Jawa Timur sebagai langkah awal untuk mengukur pemahaman mereka tentang KY.

Baca juga: Kolaborasi Prodi Hukum Umsida Fasilitasi Pelatihan Pilkada Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Sambutan Pembuka yang Inspiratif

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kaprodi Hukum Umsida, Dr Lidya Shery Muis, SH MH MKn. Dalam sambutannya, ia menyatakan rasa bangga karena Umsida dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan seminar ini.

“Prodi Hukum turut berbangga karena Penghubung Komisi Yudisial Jawa Timur telah memilih Umsida sebagai lokasi kegiatan ini. Ini merupakan implementasi dari kerja sama antara Prodi Hukum Umsida dengan Penghubung KY Jawa Timur,” ungkap kaprodi hukum tersebut.

Sambutan kedua disampaikan oleh Koordinator Komisi Yudisial Jawa Timur, Dizar Al Farizi, yang juga secara resmi membuka seminar ini.

Dizar menekankan pentingnya seminar ini dalam meningkatkan pemahaman publik tentang peran Komisi Yudisial.

“Seminar ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dalam peran dan fungsi Komisi Yudisial, serta menjalin kolaborasi yang lebih erat antara KY dan masyarakat umum,” ujar Dizar.

Pemaparan Materi Urgensi Penguatan KY
Sumber: Istimewa

Acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi antara kedua pihak, diikuti oleh sesi pemaparan materi yang menjadi inti dari seminar ini.

Sesi ini dipandu oleh moderator Angggit Satrio Nugroho SH MKn yang memperkenalkan tiga narasumber ahli di bidang hukum.

Materi pertama disampaikan oleh Dr Rifqi Ridlo Phahlevy SH MH dosen Prodi Hukum Umsida sekaligus ketua LKBH Umsida.

Dalam paparannya yang berjudul “Urgensi Penguatan KY dan Penghubung KY,” Dr Rifqi menyoroti pentingnya memperkuat peran KY dalam menjaga integritas peradilan di Indonesia.

“Pengawasan terhadap ketidakprofesionalan hakim harus diperketat, tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga di daerah-daerah,” tegasnya.

Pemaparan kedua diberikan oleh Sudarto, SH MH seorang praktisi hukum dan mantan aktivis LBH Surabaya.

Ia menjelaskan tentang peran penting Penghubung KY dalam mendukung kewenangan dan tugas KY.

“Komisi Yudisial memiliki mandat untuk menerima laporan dari masyarakat dan memiliki wewenang mengusulkan pengangkatan Hakim Agung. KY harus menjaga komitmen negara dalam melindungi segenap aspek kehidupan masyarakat,” jelas Sudarto.

Materi terakhir disampaikan oleh Iqbal Felisiano, SH LLM, dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga, yang membahas peran perguruan tinggi dalam mendorong terwujudnya peradilan bersih.

“Profesionalitas penegak hukum sangat bergantung pada tata kelola sumber daya manusia, khususnya dalam pendidikan tinggi hukum,” ujar Iqbal.

Lihat juga: 3 Mahasiswa Hukum Bantu Legalitas BUMDes Desa Wangkal untuk Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan

Diskusi Interaktif dan Penutupan
Sumber: Istimewa

Setelah pemaparan materi, moderator membuka sesi tanya jawab.

Pertanyaan pertama yang diajukan terkait pengawasan publik terhadap hakim, disusul dengan pertanyaan mengenai pemantauan publik dan kewenangan KY dalam merekomendasikan pemecatan hakim.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, narasumber sepakat bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat Komisi Yudisial melalui pendidikan hukum yang berkualitas.

Di akhir sesi, Dizar Al Farizi menyampaikan bahwa penguatan KY sangat penting, tetapi pengawasan di ranah publik masih perlu ditingkatkan.

“Penelitian terkait persentase pelaksanaan rekomendasi Komisi Yudisial oleh lembaga terkait memang belum dilakukan, namun ini menjadi perhatian penting ke depannya,” tambahnya.

Seminar ditutup dengan kesimpulan yang disampaikan oleh moderator, dilanjutkan dengan pengisian post-test oleh peserta untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seminar.

Dengan demikian, acara ini tidak hanya menjadi forum diskusi yang bermanfaat, tetapi juga memperkuat sinergi antara Komisi Yudisial, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan peradilan yang lebih baik di Indonesia.

Sumber: Moh. Faizin SH MH

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Enam Tahap Penting Demand Forecasting: Kerangka Strategis untuk Prediksi Bisnis yang Lebih Akurat
March 10, 2026By
Hima Manajemen Umsida Tebar Kebaikan di Panti Asuhan Yatim Aisyah Sidoarjo
March 5, 2026By
BEM FBHIS Umsida Perkuat Jejaring Nasional di Kongres ILMISPI 2026
March 3, 2026By
Aksi Solidaritas dan Doa Bersama BEM FBHIS Umsida: Menuntut Reformasi Total Kepolisian
March 2, 2026By
Audit Sebagai Ikhtiar Peningkatan Mutu: SMP Muhammadiyah 5 Tulangan Siap Berbenah dan Bertumbuh
February 27, 2026By
Gen Z dan Digital Activism: Gerakan Sosial di Era Media Sosial
February 25, 2026By
Smart Financial Decisions: Webinar Himaksida Meningkatkan Literasi Keuangan Gen Z
February 24, 2026By
Khusyuk Versus Viral, Menata Ramadan di Era TikTok dan Notifikasi
February 23, 2026By

Prestasi

Di Balik Kemudi Delta EV: Peran Strategis Mardi Lukas di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 5, 2026By
Langkah Pertama Yayan di Ju Jitsu Open Mojokerto Berbuah Pengalaman Berharga
January 24, 2026By
Debut Manis Atlet Muda Umsida di Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Mojokerto 2026
January 23, 2026By
Krisna Punjabi: Pesona ke Arena Nasional, Buktikan Prestasi Melalui Karate
January 7, 2026By
Bangkit dari Kekosongan, Dwi Langen Widi Cahyono Menorehkan Prestasi di Arena Karate
January 6, 2026By
Zabrina Bawa Pulang Emas dan Perunggu di Batu Karate Challenge 2025, Buktikan Prestasi Tanpa Batas
January 5, 2026By
Naufal Rafi Putra Tembus Final Karate Challenge, Sabet Perak dan Masuk 10 Besar
January 3, 2026By
Tampil Percaya Diri di Ajang Provinsi, Mahasiswi Umsida Raih 2nd Runner Up Miss Jawa Timur 2025
January 2, 2026By