Fbhis.umsida.ac.id – Di tengah derasnya arus konten digital yang memenuhi ruang media sosial, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penikmat, tetapi juga produsen konten yang cerdas dan bermakna.
Ajakan tersebut diwujudkan melalui Workshop Produksi Konten bertema Cerdas di Tengah Ramai Digital yang diselenggarakan pada Kamis (08/01/2026) di Mini Theater Umsida.
Workshop ini diikuti oleh perwakilan guru serta siswa SMA dan SMK di Sidoarjo yang telah menjadi mitra Ikom Umsida.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kaprodi Ikom Umsida, Nur Aini Shofiya Asy’ari MIKom, yang menekankan bahwa workshop ini tidak hanya menjadi ruang berbagi keterampilan teknis, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran akademik mahasiswa.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari luaran mata kuliah Produksi Konten Media Sosial sekaligus wujud komitmen Prodi Ikom Umsida dalam membekali generasi muda dengan keterampilan komunikasi di era digital,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan literasi digital menjadi hal penting agar generasi muda mampu memanfaatkan media sosial secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab, baik untuk kepentingan personal maupun institusional.
Lihat juga: Krisna Punjabi: Pesona ke Arena Nasional, Buktikan Prestasi Melalui Karate
Media Sosial: Lebih dari Sekadar Hiburan
Materi utama dalam workshop disampaikan oleh dosen pengampu mata kuliah Produksi Konten Media Digital, Nur Maghfirah Aesthetika MMedKom.
Ia menjelaskan bahwa media sosial saat ini telah bertransformasi menjadi kebutuhan strategis bagi individu dan institusi di berbagai sektor.
“Setiap institusi pasti memiliki akun resmi media sosial. Media sosial menjadi alat promosi, branding, dan pencitraan. Begitu pula secara personal, media sosial membentuk bagaimana seseorang dilihat di ruang publik digital,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tingginya intensitas informasi di media sosial menuntut kreator konten untuk lebih selektif dan memiliki kesadaran etis.
Menurutnya, tidak semua konten yang viral memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Oleh karena itu, konten perlu memiliki tujuan yang jelas, arah pesan yang kuat, serta nilai edukatif dan sosial.
Storytelling sebagai Kunci Konten yang Berdampak
Sesi berikutnya diisi oleh Rahmat, mahasiswa Ikom Umsida berprestasi yang telah meraih berbagai penghargaan di bidang konten digital.
Ia membagikan pengalamannya dalam membangun konten berbasis storytelling agar pesan dapat tersampaikan secara efektif kepada audiens.
“Konten yang baik selalu punya struktur yang jelas, mulai dari hook, isi, hingga penutup. Jika ceritanya kuat, pesan akan lebih mudah diterima meskipun konten dibuat dengan peralatan sederhana,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah satu peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru terkait produksi konten digital yang tidak hanya berorientasi pada hiburan semata.
“Setelah mengikuti workshop ini, saya mendapat banyak wawasan tentang konten cerdas di tengah ramainya konten digital saat ini. Kami diajarkan bagaimana membuat konten yang bermanfaat dan memberikan dampak positif,” ungkapnya.
Melalui workshop ini, Ikom Umsida berharap peserta mampu menjadi kreator konten yang cerdas, bertanggung jawab, serta menjadikan media sosial sebagai sarana komunikasi yang edukatif dan bermakna.
Penulis: Airin Zhafirah Rahmah


















