Fbhis.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) sukses menyelenggarakan lomba debat tingkat SMA/SMK sederajat se-Jawa Timur bertajuk The Dialectica 2026 pada Sabtu, (10/012026).
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Fakultas Kedokteran Umsida lantai 6 ruang 603 dan diikuti pelajar dari berbagai daerah, seperti Malang, Pasuruan, hingga Surabaya.
Ajang ini digelar oleh mahasiswa Ikom Umsida kelas A1 semester 5 sebagai bagian dari proyek mata kuliah Manajemen Event yang diampu Revindia Carina SIKom MIKom.
Melalui penyelenggaraan event berskala regional ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mengimplementasikan alur kerja event secara utuh, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Penyelenggara menyiapkan konsep lomba debat, membentuk kepanitiaan, melakukan publikasi dan penggalangan peserta, mengatur kebutuhan teknis pertandingan, hingga menyiapkan alur acara pada hari pelaksanaan.
Dengan pendampingan dosen pengampu, proyek ini menjadi ruang praktik nyata agar mahasiswa terbiasa bekerja dengan standar event profesional, termasuk membangun koordinasi tim, ketepatan waktu, dan kemampuan mengelola dinamika peserta.
Baca juga: Menanam, Mendesain, Melukis, Gemastif Vol 1 Satukan Kampus dan Desa
Implementasi Nyata Proyek Manajemen Event Mahasiswa Ikom Umsida
Sebagai proyek akademik, The Dialectica 2026 menunjukkan bahwa pembelajaran di Ikom Umsida tidak berhenti pada ranah kelas.
Kegiatan ini menjadi pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan manajerial dan komunikasi dalam situasi lapangan.
Model pembelajaran berbasis proyek seperti ini juga melatih mahasiswa untuk memikirkan dampak program, tidak hanya bagi panitia, tetapi juga bagi peserta yang terlibat.
Acara dibuka secara resmi oleh Kaprodi Ikom Umsida, Nur Aini Sofiya Asy’ari MIKom,
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa debat berkaitan erat dengan kemampuan komunikasi yang cerdas dan relevan dengan bidang Ilmu Komunikasi.

“Debat disebut sebagai komunikasi cerdas karena membutuhkan kemampuan berpikir kritis, logis, menyusun pesan, serta menyampaikannya dengan tepat agar tujuan komunikasi tercapai. Hal ini sangat relevan dengan kajian Ilmu Komunikasi,” jelasnya.
Setelah pembukaan, rangkaian pertandingan debat langsung berjalan sesuai agenda yang telah disusun panitia.
Lihat juga: Dari Proses Panjang hingga Panggung Juara, Tiga Film Terbaik Mahasiswa Ikom Umsida Berbicara Realitas
Wadah Pelajar Berpikir Kritis dan Ruang Belajar Event Profesional

Ketua Pelaksana The Dialectica 2026, Zidan Ali Furqon, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus proses belajar mahasiswa mengelola event profesional.
“Melalui The Dialectica 2026, kami ingin menghadirkan ruang bagi pelajar untuk berani berpikir kritis, menyampaikan argumen secara logis, serta menghargai perbedaan pendapat.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi proses pembelajaran bagi kami sebagai mahasiswa dalam mengelola event secara profesional,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan tim-tim debat lintas kota.
Kaprodi Ikom Umsida menilai partisipasi dari luar daerah menjadi indikasi bahwa The Dialectica 2026 semakin dikenal sebagai ajang debat yang memiliki daya tarik luas.
Ia pun mengajak peserta untuk mempertimbangkan Ikom Umsida sebagai pilihan studi lanjutan.
Kesan positif juga datang dari peserta. Erga dari tim JosJis SMA Negeri 1 Pasuruan menyebut kompetisi ini memberi pengalaman baru.
“Acara ini seru banget. Aku belajar banyak hal baru, ketemu teman-teman yang keren, dan bisa berargumentasi dengan bebas. Banyak hal yang aku pelajari di The Dialectica ini,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan The Dialectica 2026, Ikom Umsida berharap dapat terus berkontribusi dalam menumbuhkan budaya berpikir kritis, literasi, dan komunikasi beretika di kalangan pelajar.
Di saat yang sama, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa untuk mengelola event berbasis keilmuan komunikasi dengan standar yang lebih profesional.
Sumber: Salwa Rizky Awalya
Penyunting: Indah Nurul Ainiyah


















