Fbhis.umsida.ac.id – Program Student Mobility Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) di Burapha University (BUU), Thailand, tidak hanya menghadirkan pengalaman akademik, tetapi juga membuka ruang pertukaran budaya yang hangat bagi mahasiswa.
Lima delegasi Umsida yang terdiri atas tiga mahasiswa Administrasi Publik dan dua mahasiswa Hukum berkesempatan mengenal kehidupan kampus, kebiasaan masyarakat, kuliner, hingga kreativitas seni lokal secara langsung.
Selama kegiatan, para mahasiswa tidak hanya mengikuti agenda formal di lingkungan universitas.

Mereka juga berinteraksi intensif dengan mahasiswa Burapha University melalui sesi berbagi, kunjungan fakultas, praktik kerajinan, dan eksplorasi budaya setempat.
Kedekatan tersebut membuat program ini terasa seperti ruang belajar yang hidup karena pengalaman diperoleh langsung dari masyarakat dan mahasiswa Thailand.
Bagi delegasi Umsida, kegiatan lintas budaya tersebut menjadi kesempatan untuk memahami bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di dalam kelas.
Percakapan sederhana, aktivitas bersama, hingga pengenalan tradisi lokal dapat menjadi sarana membangun wawasan global dan kemampuan beradaptasi.
Belajar Budaya Lewat Interaksi Langsung

Salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah sesi interaksi bersama mahasiswa Burapha University.
Para peserta saling berbagi cerita mengenai kehidupan kampus, kebiasaan sehari-hari, lingkungan tempat tinggal, hingga pengalaman belajar di masing-masing negara.
Mediana, mahasiswa Administrasi Publik Umsida, mengatakan bahwa suasana kegiatan terasa akrab karena mahasiswa Thailand menyambut delegasi dengan ramah dan terbuka.
“Mereka sangat ramah dan membuat kami cepat merasa nyaman. Kami banyak berbagi cerita tentang kehidupan mahasiswa di Thailand dan Indonesia, sehingga bisa melihat persamaan sekaligus perbedaan budaya secara langsung,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut lebih bermakna karena penjelasan mengenai Thailand disampaikan langsung oleh mahasiswa setempat.
Cara itu membuat para delegasi tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memahami budaya melalui sudut pandang generasi muda Thailand.
Keramik dan Kuliner Jadi Penghubung
Pertukaran budaya juga dilakukan melalui workshop pembuatan keramik di fakultas seni.
Mahasiswa Umsida belajar membentuk tanah liat dengan pendampingan mahasiswa dan dosen Burapha University.

Kegiatan praktik tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus memperkenalkan kreativitas lokal dalam suasana yang santai dan menyenangkan.
Selain seni, kuliner turut menjadi bagian penting dalam perjalanan.
Para mahasiswa berkesempatan mengunjungi pasar malam, mencicipi makanan khas Thailand, serta mengikuti aktivitas yang memperkenalkan cara pengolahan makanan lokal.
“Kami diajak mencoba berbagai makanan khas dan melihat langsung kehidupan masyarakat di pasar malam. Rasanya ada yang mirip dengan makanan Indonesia, tetapi ada juga karakter rasa yang sangat khas Thailand,” jelas Mediana.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar bahwa makanan dan seni dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif.
Meskipun terdapat perbedaan bahasa, aktivitas bersama mampu menciptakan suasana akrab dan membangun rasa saling menghargai.
Lihat juga: Riset Dosen AP Umsida Soroti SinergiSmart sebagai Inovasi Digital Pantau Harga Kebutuhan Pokok
Pertemanan Global Menjadi Bekal Berharga
Dekan FBHIS Umsida, Dr Poppy Febriana SSos MMedKom, menilai interaksi lintas budaya merupakan bagian penting dari pembentukan kompetensi mahasiswa.
“Kolaborasi internasional bukan hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga melatih mahasiswa berkomunikasi dengan orang dari latar budaya berbeda,” ungkapnya.
“Pengalaman seperti ini membangun rasa percaya diri, keterbukaan, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan global,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama.
Mahasiswa Burapha University juga mengantar delegasi Umsida hingga akhir kegiatan sebagai bentuk keakraban yang telah terjalin.
Program Student Mobility tersebut akhirnya bukan sekadar perjalanan ke luar negeri.
Bagi mahasiswa Umsida, kegiatan ini menjadi pengalaman membangun persahabatan, memahami perbedaan, dan melihat dunia dari perspektif yang lebih luas.
Bekal tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang lebih terbuka, toleran, serta siap berinteraksi dalam lingkungan internasional.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















