Fbhis.umsida.ac.id – Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FBHIS Umsida) menggelar Sharing Session Kaleidoskop Prestasi bertajuk “Merayakan Karya, Menginspirasi Prestasi” pada Jumat, (31/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom mulai pukul 13.00 WIB tersebut menghadirkan mahasiswa berprestasi untuk berbagi pengalaman, proses, dan strategi dalam meraih pencapaian akademik maupun nonakademik.
Salah satu kelompok yang membagikan pengalamannya adalah Tim Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Snap & Style.
Dalam sesi tersebut, tim memperkenalkan perjalanan membangun usaha digital sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi selama mengikuti program kewirausahaan mahasiswa.
Selain Tim P2MW Snap & Style, kegiatan ini juga menghadirkan Tim Videografi Rahmat Hidayat dan Tim PPK Ormawa HIMMAPIK.
Ketiganya memberikan gambaran bahwa prestasi mahasiswa dapat tumbuh melalui bidang yang beragam, mulai dari kewirausahaan, kreativitas visual, hingga pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Lewat CSFC 2026, Ikom Umsida Dorong Pelajar Berani Berkarya Lewat Film Pendek
Mengenalkan Bisnis Digital Snap & Style

Pada awal pemaparan, Tim Snap & Style menjelaskan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha sebagai program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang memberikan pendanaan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi berkala kepada mahasiswa yang memiliki usaha atau produk inovatif.
Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh dana pengembangan, tetapi juga didorong membangun bisnis secara terstruktur dan berkelanjutan.
Tim yang menunjukkan perkembangan baik juga berpeluang mengikuti KMI Expo sebagai ajang pengembangan kewirausahaan mahasiswa tingkat nasional.
“P2MW bukan hanya tentang mendapatkan pendanaan, tetapi tentang bagaimana mahasiswa membangun bisnis yang berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat nyata,” terang Tim Snap & Style.
Tim kemudian memperkenalkan Snap & Style sebagai platform digital untuk memesan berbagai jasa fotografi dan kebutuhan acara dalam satu ekosistem.
Layanan yang ditawarkan meliputi fotografer, make-up artist, wedding organizer, event organizer, dan penyewaan kostum.
Platform tersebut juga dikembangkan dengan sistem pemesanan digital, portofolio vendor, pembayaran daring, serta layanan frame photobox.
Kehadirannya diharapkan memudahkan pelanggan menemukan jasa yang dibutuhkan sekaligus membantu pelaku industri kreatif memperluas jangkauan pasar.
Strategi Lolos dan Mengembangkan Usaha

Dalam sesi berikutnya, tim membagikan strategi mengikuti P2MW.
Prosesnya dimulai dengan menemukan permasalahan yang relevan, menyusun solusi inovatif, melakukan validasi pasar, dan membangun model bisnis yang jelas.
Proposal kemudian melalui seleksi internal kampus sebelum diajukan ke tingkat nasional.
Setelah memperoleh pendanaan, tim mulai mengimplementasikan bisnis serta mengikuti monitoring dan evaluasi untuk memastikan program berjalan sesuai target.
“Bisnis yang diajukan harus lahir dari masalah nyata. Solusinya juga perlu inovatif, berdampak, memiliki pasar, dan dapat dijalankan secara realistis,” jelas tim.
Selain kualitas ide, komposisi tim turut menentukan perkembangan usaha.
Setiap anggota ditempatkan sesuai kompetensi, memiliki tanggung jawab yang jelas, serta menjaga komunikasi secara terbuka.
Evaluasi rutin juga diperlukan agar kendala dapat segera dibahas dan ditindaklanjuti bersama.
Konsistensi Menjadi Kunci Meraih Prestasi
Tim Snap & Style turut membagikan pengalaman mengatur waktu di tengah kesibukan.
Perkuliahan tetap menjadi prioritas, meskipun sebagian anggota juga bekerja serta aktif dalam organisasi dan kegiatan kampus.
Untuk menjaga progres, tim mengadakan rapat luring minimal satu kali setiap minggu, menyusun target mingguan, serta memanfaatkan Google Meet dan WhatsApp untuk berkomunikasi.
“Waktu tidak dicari, tetapi dikelola dengan baik. Kesibukan bukan alasan untuk berhenti berkembang karena melalui kesibukan itulah mahasiswa belajar menentukan prioritas,” ungkap tim.
Melalui sesi tersebut, mahasiswa diajak berani mencoba sebelum merasa sepenuhnya siap.
Konsistensi, lingkungan yang saling mendukung, serta kesediaan menjadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan meraih prestasi.
Tim Snap & Style menegaskan bahwa pencapaian besar selalu berawal dari keberanian mengambil langkah kecil.
Mahasiswa tidak perlu menunggu waktu luang atau kondisi sempurna untuk mulai berkarya.
Dengan komitmen, pembagian peran, dan kemauan terus belajar, ide sederhana dapat berkembang menjadi usaha yang memberikan manfaat sekaligus membuka berbagai peluang baru.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















