The Last Chapter? 314 Lulusan FBHIS Umsida Memulai Perjalanan Baru

Fbhis.umsida.ac.id – Satu babak akhirnya sampai pada halaman terakhir. Namun, bagi para lulusan, cerita belum benar-benar selesai.

Yudisium ke-36 FBHIS Umsida menjadi penanda perjalanan tersebut.  Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Umsida menggelar yudisium.

Kegiatan berlangsung Kamis, (15/10/2026), di Aula Nyai Walidah Kampus 3 Umsida dengan mengusung tema “The Last Chapter”.

Tema tersebut dilengkapi dengan tagline “A Timeless Journey”.  Sebanyak 314 mahasiswa mengikuti rangkaian yudisium tersebut.

Sebanyak 228 mahasiswa berasal dari angkatan 2022. Mereka berhasil menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun.

Jajaran dekanat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Seluruh kaprodi dan sekprodi juga mengikuti prosesi. Serta laboran FBHIS turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Suasana yudisium terasa seperti perayaan sekaligus perpisahan. Para mahasiswa menutup perjalanan akademiknya bersama keluarga akademik.

Namun, momen tersebut juga membuka perjalanan berikutnya.

Baca juga: Menakar Ulang Gengsi: Membaca Fenomena “In This Economy” dan Seni Bertahan Lewat “Downgrade”

314 Mahasiswa Menutup Perjalanan

Dekan FBHIS Umsida, Dr Poppy Febriana MMedKom, menyampaikan apresiasi. Apresiasi diberikan kepada mahasiswa yang menyelesaikan studi tepat waktu.

“Alhamdulillah hari ini Yudisium FBHIS ke-36,” ujarnya. “Ada 314 mahasiswa yang mengikuti yudisium hari ini.”

Ia kemudian menyoroti pencapaian mahasiswa angkatan 2022. Sebanyak 228 mahasiswa angkatan tersebut mengikuti yudisium.

Mereka berhasil menyelesaikan studi tepat dalam empat tahun.  “Terima kasih teman-teman angkatan 2022,” ujarnya.

“Kalian berhasil menyelesaikan studi pas empat tahun.” Capaian tersebut menunjukkan perkembangan kelulusan tepat waktu FBHIS.

Pada yudisium sebelumnya, capaian mencapai 83 persen. Kini, capaian angkatan 2022 diperkirakan melewati 90 persen.

“Angkatan 2022 sudah lebih dari 90 persen,” jelasnya. Dr Poppy memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut.

Ia juga mengapresiasi perjuangan mahasiswa hingga tahap akhir.

Lihat juga: Persepsi Biaya dan Kesiapan Ekonomi sebagai Determinan Adopsi Teknologi Digital pada UMKM Pedesaan

Perjalanan Kuliah Penuh Cerita

Menurut Dr Poppy, perjalanan mahasiswa tidak selalu berjalan mudah. Setiap mahasiswa tentu memiliki cerita masing-masing selama kuliah.

Ada proses panjang yang harus dilewati bersama. “Walaupun perjalanan itu mungkin terasa panjang bagi kalian,” ungkapnya.

Namun, seluruh cerita tersebut layak untuk dibanggakan. Pengalaman selama kuliah menjadi bagian perjalanan kehidupan.

Poppy juga menyampaikan permohonan maaf kepada para mahasiswa. Terutama atas berbagai pengalaman kurang menyenangkan selama perkuliahan.

Ia menyinggung pengalaman bimbingan yang tidak selalu berjalan lancar. Bahkan, ada mahasiswa yang merasa diabaikan dosen.

“Diajak bimbingan sampai di-ghosting dosen,” tuturnya. Pengalaman tersebut menjadi bagian proses pembentukan mahasiswa.

FBHIS berupaya membentuk mahasiswa yang tidak mudah takut. Berbagai tantangan diharapkan membangun keberanian mahasiswa menghadapi kehidupan.

“Kami tidak menutup diri dari kesalahan,” ujarnya. Semua proses tersebut menjadi bagian perjalanan pendidikan mahasiswa.

Babak Baru Setelah Kampus

Tema yudisium kembali mengingatkan tentang arti sebuah perjalanan. Perkuliahan sarjana memang memiliki titik akhir.

Namun, proses mengenali diri belum pernah benar-benar selesai. Poppy menyebut perjalanan tersebut sebagai perjalanan tanpa batas.

Kelulusan hanya menutup satu bagian perjalanan kehidupan. Setelahnya, mahasiswa menghadapi perjalanan yang jauh lebih luas.

“Mungkin perjalanan kalian selesai untuk S1 di sini,” katanya. “Tapi perjalanan mengetahui siapa kalian belum berakhir.”

Pesan tersebut menjadi refleksi bagi seluruh lulusan FBHIS. Gelar sarjana bukanlah akhir dari proses pembelajaran.

Justru, kelulusan menjadi pintu menuju pengalaman berikutnya. Ilmu yang diperoleh di kampus perlu terus dikembangkan.

Pengalaman selama kuliah juga menjadi bekal kehidupan. Begitu pula berbagai kegagalan yang pernah dirasakan.

Semua pengalaman tersebut memiliki nilai dalam perjalanan masing-masing. Tidak ada cerita yang benar-benar sia-sia selama proses berlangsung.

Yudisium ke-36 akhirnya menjadi lebih dari seremoni kelulusan. Momen tersebut menjadi ruang untuk menghargai sebuah perjalanan.

Sebanyak 314 mahasiswa kini bersiap membuka babak baru. “The Last Chapter” akhirnya bukan benar-benar halaman terakhir.

Ia hanya menjadi penanda berakhirnya satu bagian. Setelah ini, perjalanan baru menunggu untuk dituliskan.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Tuntaskan Jenjang Pendidikan Strata 1, Mahasiswa Manajemen Umsida Pilih Wariskan Kebaikan
October 16, 2026By
Dorong Kebijakan Desa Suko Lebih Adil dan Responsif, Prodi AP Umsida Berikan Pendampingan
October 13, 2026By
Tanah Desa Tak Cukup Dijaga, Administrasinya Juga Harus Tertata
October 12, 2026By
Ditolak Enam Kali Saat Wawancara, Mahasiswa Ikom Umsida Temukan Makna Praktikum Jurnalistik
October 1, 2026By
3 Tahun 7 Bulan Perjalanan Eny Maryanti Raih Gelar Doktor Akuntansi
September 24, 2026By
818 Mahasiswa Baru FBHIS Umsida Resmi Bergabung, Fortama Jadi Awal Perjalanan Baru
September 21, 2026By
Purbaya Dicopot Mendadak, Apa yang Dipertaruhkan dari Pergantian Menkeu?
September 15, 2026By
Perkuat Kurikulum Hukum, Umsida dan UMMAD Bangun Sinergi Akademik
September 8, 2026By

Prestasi

Berani Melangkah, Jesika Temukan Makna Menjadi Duta Pencerah Umsida
October 6, 2026By
Dari Gagal hingga Terpilih, Mala Bawa Misi Pencerahan di Umsida
October 5, 2026By
Usai Dikukuhkan Jadi Duta Pencerah Umsida 2026, ini Misi Mifta Setelah Terpilih
September 30, 2026By
Dari Tes Bakat hingga Pengukuhan, Perjalanan Rizqy Jadi Duta Umsida
September 28, 2026By
Dosen Umsida Bawa Nama Indonesia dalam Pemilihan Board Crossref 2026
September 25, 2026By
Satukan Kebutuhan Event dalam Satu Platform, Snap and Style Wakili Umsida di KMI Expo
September 10, 2026By
Smart Tax Governance Index, Inovasi Tim Umsida Dorong Pajak Berkelanjutan
August 31, 2026By
Prestasi Membanggakan, Mahasiswa Umsida Sabet Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 6, 2026By