Fbhis.umsida.ac.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (BEM FBHIS) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menunjukkan komitmen strategisnya dalam kancah gerakan mahasiswa nasional dengan menghadiri Kongres Nasional IX Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Se-Indonesia (ILMISPI) Tahun 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta, 9–12 Februari 2026.
Keikutsertaan ini menjadi langkah penting bagi BEM FBHIS Umsida dalam memperkuat konsolidasi nasional mahasiswa sosial politik sekaligus membangun jejaring kolaborasi lintas perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Komitmen Integrasi Gerakan Mahasiswa

Dalam forum nasional tersebut, BEM FBHIS Umsida mengutus dua delegasi resmi, yakni Gubernur BEM FBHIS Umsida Rony Darminto dan Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis Zidane Heri Saputra.
Kehadiran keduanya bukan sekadar representasi simbolik, melainkan bagian dari strategi organisasi untuk terlibat aktif dalam perumusan arah gerak mahasiswa sosial politik periode 2026–2028.
Gubernur BEM FBHIS Umsida menegaskan bahwa partisipasi dalam kongres nasional merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik mahasiswa.
“Kehadiran kami dalam Kongres Nasional IX ILMISPI adalah bentuk komitmen untuk memperkuat konsolidasi dan membawa semangat progresif ke lingkungan kampus,” ujarnya.
“Kami ingin memastikan bahwa gerakan mahasiswa tidak berjalan sendiri, tetapi terhubung dalam jejaring nasional yang solid,” tambahnya.
Menurutnya, dinamika kebangsaan yang semakin kompleks menuntut mahasiswa untuk bergerak secara terintegrasi, berbasis kajian, dan memiliki arah yang jelas dalam advokasi sosial politik.
Lihat juga: Pengukuhan dan Rakerwil BEM PTMAI Zona V Jatim–Bali di Umsida, Wagub Jatim Beri Penguatan
Ruang Belajar dan Pertukaran Gagasan Nasional

Kongres Nasional IX ILMISPI menjadi momentum penting bagi mahasiswa sosial politik untuk memperluas perspektif dan memperkaya pengalaman organisasi.
Forum ini dihadiri perwakilan lembaga mahasiswa FISIP dari berbagai wilayah Indonesia.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari dan meliputi Opening Ceremony, Seminar Nasional, Forum Group Discussion (FGD), Sidang Pleno Organisasi, hingga Konsolidasi Nasional.
Setiap agenda dirancang sebagai ruang diskusi ilmiah sekaligus forum pengambilan keputusan strategis organisasi.
Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FBHIS Umsida menekankan pentingnya integrasi antara kajian akademik dan gerakan sosial mahasiswa.
“Mahasiswa sosial politik memiliki tanggung jawab akademik dan moral untuk membaca situasi kebangsaan secara kritis. Forum seperti ILMISPI menjadi ruang penting untuk menyatukan perspektif dan menyusun langkah strategis bersama,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman mengikuti forum nasional memperkaya wawasan organisasi dalam merancang program kerja yang lebih kontekstual dan responsif terhadap isu masyarakat.
Baca juga: Resonansi Cita HIMMAPIK Umsida Kukuhkan Sinergi dan Loyalitas Organisasi
Menguatkan Kapasitas Advokasi di Tingkat Kampus
Partisipasi dalam kongres nasional ini diharapkan membawa dampak konkret bagi gerakan mahasiswa di lingkungan FBHIS Umsida. Delegasi tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga aktif dalam diskusi, penyusunan rekomendasi, serta pembacaan situasi nasional.
Melalui forum ini, BEM FBHIS Umsida memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai lembaga mahasiswa se-Indonesia, sekaligus memperkuat kapasitas advokasi berbasis kajian ilmiah.
Dengan berakhirnya Kongres Nasional IX ILMISPI 2026, BEM FBHIS Umsida berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil-hasil kongres ke dalam program kerja nyata di tingkat fakultas dan universitas.
Momentum ini menjadi pijakan awal untuk membangun gerakan mahasiswa yang lebih solid, progresif, dan berkelanjutan.
Penulis: Rony Darminto
Penyunting: Indah Nurul Ainiyah


















