Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan: Implementasi SDGs Nomor 8

Fbhis.umsida.ac.id – Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta penyediaan pekerjaan layak bagi semua orang.

Dalam era globalisasi dan revolusi industri 4.0, tantangan utama dalam mencapai tujuan ini adalah memastikan bahwa setiap individu memiliki akses terhadap pekerjaan yang memberikan pendapatan yang adil, kondisi kerja yang layak, serta kesempatan untuk berkembang.

Baca juga: BSI Institute Hadir di FBHIS Umsida Bahas Perkembangan Ekonomi dan Isu Keuangan Syariah

Mewujudkan Pekerjaan Layak untuk Semua

Di banyak negara berkembang, ketimpangan dalam akses terhadap pekerjaan masih menjadi masalah besar. Banyak tenaga kerja masih bergantung pada sektor informal yang tidak memberikan perlindungan tenaga kerja yang memadai, seperti jaminan kesehatan, hak cuti, dan upah minimum yang layak.

Sumber: Ilustrasi AI

Akibatnya, mereka lebih rentan terhadap eksploitasi dan ketidakstabilan ekonomi. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan kebijakan yang dapat mendorong penciptaan lapangan kerja formal, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memberikan perlindungan bagi pekerja di sektor informal agar mereka dapat menikmati hak-hak dasar mereka.

Selain itu, digitalisasi dan otomatisasi semakin mengubah dunia kerja. Banyak pekerjaan manual tergantikan oleh teknologi, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya angka pengangguran.

Namun, di sisi lain, ekonomi digital juga membuka peluang baru dalam berbagai sektor, seperti e-commerce, teknologi finansial (fintech), dan industri kreatif.

Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan dan pelatihan keterampilan digital menjadi kunci agar masyarakat tetap memiliki daya saing di pasar kerja yang terus berkembang.

Lihat juga: Pahami Blue Economy, Kerjasama Indonesia-China Menurut Pakar Ekonomi Umsida

Tantangan dalam Meningkatkan Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu indikator utama keberhasilan SDGs nomor 8 adalah meningkatnya produktivitas tenaga kerja serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Namun, pertumbuhan ekonomi yang hanya berfokus pada peningkatan output tanpa memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dapat menyebabkan dampak negatif, seperti meningkatnya kesenjangan sosial dan eksploitasi tenaga kerja.

Di banyak perusahaan, efisiensi produksi sering kali menjadi prioritas utama, bahkan dengan mengorbankan kesejahteraan pekerja. Hal ini dapat menyebabkan tekanan kerja yang tinggi, jam kerja berlebihan, serta lingkungan kerja yang tidak mendukung kesehatan fisik dan mental tenaga kerja.

Beberapa pekerja bahkan harus bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi, tanpa perlindungan hukum yang memadai. Oleh karena itu, penting bagi dunia usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, di mana kesejahteraan tenaga kerja menjadi salah satu aspek utama dalam strategi bisnis.

Di samping itu, peran pemerintah sangat krusial dalam menciptakan kebijakan yang mendukung keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan tenaga kerja.

Pemerintah dapat memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang menerapkan praktik kerja layak, mendorong perusahaan untuk memberikan upah yang lebih baik, serta memperketat regulasi terkait kesejahteraan tenaga kerja. Langkah-langkah ini akan membantu menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adil dan inklusif bagi seluruh pekerja.

Peran Wirausaha dalam Mewujudkan Ekonomi Berkelanjutan
Selain sektor formal, wirausaha juga memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Wirausahawan yang inovatif dapat menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi tingkat pengangguran, serta memberikan solusi bagi berbagai tantangan sosial dan lingkungan.

Saat ini, banyak usaha rintisan yang mengusung konsep ekonomi hijau dan sosial sebagai bagian dari strategi bisnis mereka. Misalnya, bisnis berbasis ekonomi sirkular yang mendesain produk agar dapat didaur ulang atau digunakan kembali, sehingga mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi sumber daya.

Konsep bisnis semacam ini tidak hanya menciptakan dampak ekonomi yang positif tetapi juga membantu menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial. Namun, banyak wirausahawan menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan bisnis mereka, terutama dalam hal akses permodalan dan regulasi yang masih kurang mendukung.

Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih berpihak kepada pelaku usaha kecil dan menengah, seperti kemudahan akses terhadap pinjaman berbunga rendah, pendampingan bisnis, serta pelatihan kewirausahaan. Dengan dukungan yang tepat, wirausaha dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pencapaian SDGs nomor 8 memerlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Dengan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, serta mendukung inovasi dalam wirausaha, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dapat terwujud, sekaligus memberikan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

HIMAAPIK Umsida Wadahi Bakat Futsal Pelajar Lewat AP CUP 2026
July 1, 2026By
Snap & Style Meriahkan Wisuda ke-47 Umsida Lewat Stand Mirror dan Kolaborasi Vendor
June 30, 2026By
Go Global! Dua Mahasiswa Ikom Umsida Magang di USIM Press Malaysia
June 29, 2026By
Kolaborasi AP Umsida dan Dinas Koperasi Bekali Wirausaha Baru Bangun Bisnis Berkelanjutan
June 26, 2026By
Visiting Lecturer di USIM, Dosen Ikom Umsida Bahas Pentingnya Memahami Diri melalui Komunikasi
June 25, 2026By
HIMAAPIK Umsida Perkuat Kapasitas Organisasi Lewat Studi Banding ke HIMA AP Juara Unair
June 23, 2026By
Orasi Ilmiah Yudisium Ke-35 Bahas Peran Direktur Wanita dalam Kinerja Perusahaan
June 22, 2026By
Yudisium ke 35 FBHIS Umsida Catat 83 Persen Kelulusan Tepat Waktu
June 20, 2026By

Prestasi

Elok Fatikah Persembahkan Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 2, 2026By
Prestasi Membanggakan, Mahasiswa Umsida Sabet Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
July 1, 2026By
Evaluasi Diri Bawa Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali di Pertandingan Karate
May 8, 2026By
Hebat! Zabrina Taklukkan Arena Karate dan Bawa Pulang Tiga Medali untuk Umsida
May 7, 2026By
Sekali Turun, Tiga Emas: Prestasi Gemilang Mahasiswa Hukum Umsida
May 6, 2026By
Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
April 15, 2026By
Atasi Rasa Minder, Vivi Nabila Bawa Pulang Emas pada Ajang Paku Bumi Championship 2026
April 14, 2026By
Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
April 10, 2026By