Fbhis.umsida.ac.id – Asisten Laboratorium Akuntansi (Aslab) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) sukses menggelar Webinar Saham bertajuk “Strategi Trading dan Investing di Tengah Volatilitas IHSG” pada Sabtu, (14/02/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh 280 peserta, yang terdiri dari mahasiswa Umsida maupun peserta dari luar kampus.
Webinar ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai penyebab volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sekaligus membekali peserta dengan strategi analisis dan pengelolaan risiko agar mampu memanfaatkan dinamika pasar secara bijak.
Acara dipandu oleh Anggota Aslab Akuntansi, Dhea Lestari, dan secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Akuntansi, Dr Sarwenda Biduri SE MSA ACPA.
Dalam sambutannya, Dr Sarwenda menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa.
“Mahasiswa perlu memiliki literasi keuangan yang baik agar mampu melihat peluang di tengah fluktuasi pasar modal dan memahami bagaimana cara mengelola risiko tersebut secara bijaksana,” ujarnya.
Baca juga: Rumus Prof Sigit Dorong Kinerja Lembaga Zakat lewat IC dan Keuangan
Literasi Saham dan Pentingnya Perencanaan Keuangan
Pemateri pertama, Esti Firdani selaku Senior Officer PT Bursa Efek Indonesia, memaparkan pentingnya investasi sebagai langkah strategis untuk melawan inflasi yang berpotensi menggerus nilai uang di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa kondisi pasar modal Indonesia dipengaruhi berbagai faktor, baik domestik maupun global, sehingga investor perlu memiliki perencanaan yang matang sebelum terjun ke dunia investasi.
Dalam pemaparannya, Esti memperkenalkan konsep pengelolaan keuangan 50/30/20 sebagai fondasi sebelum mulai berinvestasi.

“Sebelum masuk ke pasar modal, pastikan pengelolaan keuangan pribadi sudah sehat,” ujarnya.
“Alokasi 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi bisa menjadi dasar yang baik,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa investasi di pasar modal menawarkan potensi keuntungan berupa capital gain dan dividen, namun tetap memiliki risiko seperti capital loss.
Oleh karena itu, investor harus memahami profil risiko masing-masing dan tidak mengambil keputusan secara emosional saat pasar sedang bergejolak.
“Saat pasar volatil, yang terpenting adalah tetap tenang, fokus pada tujuan keuangan, dan memahami produk investasi dengan baik,” tambahnya.
Di akhir sesi, Esti mendorong peserta untuk mulai berinvestasi sejak dini dengan pendekatan yang cerdas dan terukur.
Lihat juga: GIBEI Umsida Live Podcast Baca Grafik IHSG untuk Investor Pemula
Analisis Makro hingga Strategi Swing Trading
Materi kedua disampaikan oleh Ryan Pallacio, Research Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.
Ia membuka pemaparannya dengan membahas kondisi ekonomi makro global yang turut memengaruhi pergerakan IHSG, termasuk kebijakan suku bunga The Fed dan fluktuasi tingkat inflasi.
Menurut Ryan, memahami pasar saham tidak bisa dilepaskan dari pendekatan Top Down Analysis.

“Analisis harus dimulai dari kondisi ekonomi global dan nasional, kemudian turun ke analisis sektoral, hingga akhirnya memilih saham individual yang potensial,” jelasnya.
Ryan juga memperkenalkan sejumlah indikator teknikal seperti Moving Average, RSI, dan Stochastic untuk membantu menentukan momentum beli dan jual.
Ia menjelaskan dasar-dasar membaca grafik saham serta strategi swing trading yang dapat diterapkan saat pasar berada dalam kondisi tidak menentu.
“Kedisiplinan dalam money management dan penentuan titik stop loss adalah kunci utama untuk bertahan di pasar saham,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan indikator teknikal bertujuan untuk menghindari keputusan yang didasarkan pada kepanikan atau euforia semata.
Setelah sesi pemaparan materi, diskusi berlangsung interaktif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari tips memilih saham bagi pemula hingga strategi menghadapi kepanikan saat harga saham turun tajam.
Kedua narasumber menjawab pertanyaan secara komprehensif dan memberikan solusi praktis berdasarkan pengalaman profesional mereka di dunia pasar modal.
Di akhir kegiatan, moderator menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta.
Banyak peserta mengaku mendapatkan perspektif baru tentang volatilitas pasar, yang sebelumnya dianggap menakutkan, kini dipahami sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan dengan strategi yang tepat.
Melalui webinar ini, Aslab Akuntansi Umsida berharap mahasiswa semakin percaya diri dalam mengelola keuangan dan memahami investasi secara rasional.
Volatilitas bukan lagi ancaman, melainkan momentum untuk belajar dan bertumbuh di tengah dinamika pasar saham.
Penulis: Aslab Akuntansi Umsida
Penyunting: Indah Nurul Ainiyah


















