Guru Besar Umsida Paparkan Lima Strategi Perkuat Ketahanan UMKM di Era Digital

Fbhis.umsida.ac.id – Gagasan tentang penguatan ketahanan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pendekatan ekosistem pembiayaan berkelanjutan menjadi salah satu sorotan dalam ajang INCODE-3 (International Conference on Digital Economics) yang digelar pada Selasa (28/04/2026) di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB).

Dalam forum internasional tersebut, akademisi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Prof Dr Drs Sriyono MM CiQnR CSA memaparkan konsep strategis yang dinilai mampu menjawab tantangan UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin dinamis.

Melalui pemaparannya, Prof Sri memperkenalkan model Integrated Sustainable Financing Ecosystem (ISFE) sebagai pendekatan komprehensif dalam memperkuat daya tahan UMKM.

Model ini menekankan bahwa ketahanan pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan akses permodalan, melainkan harus didukung oleh integrasi berbagai aspek penting yang saling terhubung dalam satu sistem yang berkelanjutan.

Baca juga: Menuju World Class University, Prodi AP Umsida Perkuat Kurikulum Internasional

Integrasi Lima Komponen sebagai Fondasi Ketahanan UMKM

Dalam konsep ISFE, terdapat lima komponen utama yang menjadi fondasi penguatan UMKM.

Komponen pertama adalah MSMEs Core yang menempatkan pelaku UMKM sebagai pusat dari seluruh ekosistem.

Selanjutnya, keberadaan infrastruktur keuangan menjadi faktor penting dalam memastikan akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Komponen ketiga adalah dukungan kelembagaan yang mencakup peran pemerintah, lembaga keuangan, serta institusi pendukung lainnya dalam menciptakan kebijakan dan sistem yang berpihak pada UMKM.

Selain itu, integrasi prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) juga menjadi bagian penting dalam memastikan praktik usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Komponen terakhir adalah pemanfaatan teknologi digital dan data yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kemampuan analisis dalam pengambilan keputusan.

Menurut Prof Sriyono, kelima komponen ini tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling terintegrasi untuk menciptakan sistem yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Lihat juga: Mengapa Demand Forecasting Sulit Diterapkan? Tantangan Data, Teknologi, dan Kompetensi di Balik Prediksi Bisnis

Sinergi Sistem Jadi Kunci Adaptasi di Era Digital

Lebih lanjut, Prof Sriyono menekankan bahwa kekuatan utama dari model ISFE terletak pada sinergi antar komponen yang ada.

Ketahanan UMKM tidak hanya bergantung pada satu faktor, tetapi pada bagaimana seluruh elemen tersebut bekerja secara terkoordinasi.

Integrasi ini memungkinkan terciptanya sistem yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi ekonomi, termasuk disrupsi digital yang saat ini terus berkembang.

Pendekatan ini juga membuka peluang bagi pemanfaatan teknologi canggih seperti analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat.

Selain itu, dukungan kebijakan yang tepat serta penerapan prinsip keberlanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan usaha.

Dalam implementasinya, model ISFE dijalankan melalui beberapa tahapan strategis, mulai dari pemetaan ekosistem, integrasi kelembagaan, pengembangan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga integrasi keberlanjutan.

Seluruh tahapan tersebut dilengkapi dengan proses monitoring dan evaluasi yang bertujuan untuk memastikan efektivitas sistem yang dibangun.

Kontribusi Pemikiran Guru Besar Umsida dalam Forum Internasional

Konferensi internasional INCODE-3 ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah serta akademisi dari sejumlah negara, seperti India, Malaysia, dan Uzbekistan.

Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang ini menjadikan forum tersebut sebagai ruang diskusi yang kaya akan perspektif global terkait pengembangan ekonomi digital.

Dalam forum tersebut, gagasan ISFE yang disampaikan oleh akademisi Umsida menjadi salah satu kontribusi penting dalam diskursus penguatan ekonomi berbasis UMKM.

Pemikiran ini dinilai relevan dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, khususnya dalam menghadapi persaingan global dan transformasi digital.

Salah satu mahasiswa Manajemen Umsida, Ifan Pratama, turut merasakan manfaat dari keikutsertaannya dalam kegiatan ini.

Ia menilai bahwa konferensi tersebut memberikan wawasan baru yang dapat mendukung pengembangan ilmu manajemen, terutama dalam konteks ekonomi kawasan Asia.

Menurutnya, kehadiran para pemateri dari berbagai negara membawa perspektif yang tidak hanya mengangkat permasalahan, tetapi juga solusi nyata dari masing-masing negara.

Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional seperti INCODE-3, Umsida menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan global.

Tidak hanya bagi dosen, tetapi juga mahasiswa, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Dosen Umsida Dorong SDM, Digitalisasi, dan Tata Kelola untuk Kembangkan Bisnis Kopi Luwak
April 30, 2026By
Studi Ekskursi ke Bandung, Mahasiswa Manajemen Umsida Perluas Wawasan Global
April 28, 2026By
“Aktual Media News” Jadi Karya Mahasiswa Ikom Umsida Angkat Potensi Sidoarjo
April 27, 2026By
Kuliah Umum di Umsida, Anies Baswedan Tekankan Kepemimpinan dan Peran Strategis Mahasiswa
April 24, 2026By
Menggali Kearifan Lokal, AP Umsida Pelajari Tata Kelola Adat Suku Tengger
April 23, 2026By
International Class Prodi Administrasi Publik Umsida Bahas Isu Global Lewat Tiga Laboratorium
April 22, 2026By
Menuju World Class University, Prodi AP Umsida Perkuat Kurikulum Internasional
April 21, 2026By
FORMASI 3.0 Umsida Hadirkan Ruang Kritis Mahasiswa tentang Ekonomi Politik Hijau di Sidoarjo
April 20, 2026By

Prestasi

Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
April 15, 2026By
Atasi Rasa Minder, Vivi Nabila Bawa Pulang Emas pada Ajang Paku Bumi Championship 2026
April 14, 2026By
Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
April 10, 2026By
Mahasiswa Umsida Raih Perak di Paku Bumi Championship, Bukti Latihan Singkat Tak Halangi Prestasi
April 7, 2026By
Di Balik Kemudi Delta EV: Peran Strategis Mardi Lukas di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 5, 2026By
Langkah Pertama Yayan di Ju Jitsu Open Mojokerto Berbuah Pengalaman Berharga
January 24, 2026By
Debut Manis Atlet Muda Umsida di Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Mojokerto 2026
January 23, 2026By
Krisna Punjabi: Pesona ke Arena Nasional, Buktikan Prestasi Melalui Karate
January 7, 2026By