Empocare Hasil Inovasi Minuman Herbal Mahasiswa Umsida Lolos P2MW 2026, Usung Konsep Ramah Lingkungan

Fbhis.umsida.ac.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.

Tim mahasiswa berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pada kategori Makanan dan Minuman Tahap Awal melalui inovasi minuman herbal bertajuk Optimasi Imunitas dari Empon-empon Nusantara dan Ekstrak Daun Beluntas Herpontara Exduntas dengan brand usaha Empocare.

Tim ini diketuai oleh Annisa Dwi Putri, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, bersama empat anggota yang berasal dari Program Studi Administrasi Publik dan Teknologi Pangan.

Dalam pengembangannya, tim didampingi oleh dosen Program Studi Informatika, Cindy Taurusta SST MT.

Keberhasilan tersebut menjadi buah dari proses panjang yang dilalui tim, mulai dari riset pasar, pengembangan produk, hingga penyusunan proposal bisnis yang kompetitif.

Baca juga: Bio Circular Agro Estate Antar HIMMAPIK Umsida Wujudkan Peluang Ekonomi dari Sampah

Berawal dari Kebiasaan Minum Jamu Saat Sakit

Annisa menjelaskan bahwa ide Empocare lahir dari pengalaman sederhana salah satu anggota tim yang terbiasa mengonsumsi jamu berbahan empon-empon ketika sedang sakit.

Sumber: Dokumentasi P2MW

“Usaha Empocare bermula dari salah satu anggota kami yang sering mengonsumsi jamu dari empon-empon saat sedang mengalami sakit. Dari situ kami melihat bahwa jamu memiliki banyak manfaat, terutama untuk meningkatkan imunitas tubuh,” ujarnya.

Selain empon-empon, tim juga menambahkan ekstrak daun beluntas sebagai bahan utama.

Menurut Annisa, daun beluntas dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, salah satunya membantu mengurangi bau badan secara alami.

Pemilihan konsep minuman herbal ini juga didasarkan pada hasil survei yang dilakukan tim kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda.

Dari 47 responden yang mengisi kuesioner, sebanyak 27,7 persen mengaku mengonsumsi minuman manis seperti teh, boba, kopi susu, dan soda setiap hari.

“Kami melihat masih banyak generasi muda yang mengonsumsi minuman kurang sehat. Karena itu kami ingin menghadirkan alternatif minuman yang lebih sehat tetapi tetap menarik untuk mereka,” jelasnya.

Berbeda dengan produk jamu konvensional, Empocare dikembangkan dengan konsep yang lebih dekat dengan generasi Z.

Tim berupaya menghilangkan stigma bahwa jamu identik dengan rasa pahit dan hanya dikonsumsi oleh orang tua.

“Kami menggunakan konsep promosi yang lebih ramah Gen Z dan terus mengembangkan produk, termasuk tambahan aroma seperti pandan dan serai agar lebih disukai konsumen muda,” tambah Annisa.

Lihat juga: Pengabdian Masyarakat Dosen Umsida Dorong Transformasi Digital UMKM Wanita di Desa Kepuh Kemiri

Kemasan Reusable Jadi Nilai Tambah Produk

Tidak hanya fokus pada manfaat kesehatan, Empocare juga membawa konsep keberlanjutan melalui penggunaan kemasan reusable berbahan botol kaca.

Annisa menjelaskan bahwa botol yang digunakan tidak hanya dipakai sekali, tetapi dapat ditukar kembali saat konsumen melakukan pembelian ulang.

Sumber: Dokumentasi P2MW

“Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya sehat bagi tubuh, tetapi juga lebih ramah lingkungan. Karena itu kami menggunakan botol kaca reusable dan memiliki program tukar botol,” katanya.

Sejauh ini, tim telah mengembangkan sejumlah inovasi, mulai dari penggabungan empon-empon dan ekstrak daun beluntas, penggunaan pemanis stevia dengan beberapa tingkat kemanisan, hingga pengembangan produk dalam bentuk cair dan bubuk instan.

Selain itu, desain produk dan strategi pemasaran juga dirancang secara modern agar lebih mudah diterima oleh kalangan muda.

Meski berhasil lolos pendanaan nasional, perjalanan menuju tahap tersebut tidaklah mudah.

Tim harus melewati berbagai proses mulai dari mencari mitra penjualan, menghitung harga pokok produksi, menyusun neraca dan RAB, melakukan analisis SWOT, hingga mengembangkan prototipe produk.

Sumber: Dokumentasi P2MW

“Tantangan paling berat adalah menyeimbangkan anggaran dan sempat terjadi kebimbangan terkait pergantian ide usaha saat awal penyusunan proposal,” ungkap Annisa.

Diharapkan Menjadi Trend Setter Industri Herbal

Sebagai dosen pembimbing, Cindy Taurusta melihat Empocare memiliki potensi besar karena menawarkan solusi kesehatan yang relevan dengan kondisi saat ini.

“Pentingnya menjaga imunitas tubuh di tengah cuaca yang tidak menentu membuat Empocare menjadi inovasi yang menarik. Apalagi ditambah konsep reusable yang membantu mengurangi sampah nonorganik,” jelasnya.

Menurutnya, proses pendampingan dilakukan secara berkala baik secara daring maupun luring.

Tim bersama dosen pembimbing terus melakukan evaluasi terhadap produk, proposal, hingga konsep bisnis yang dikembangkan.

Ia juga menilai bahwa inovasi pangan herbal harus mampu menghadirkan alternatif yang lebih baik dengan memperhatikan aspek khasiat, bahan baku, biaya produksi, hingga strategi branding yang sesuai kebutuhan masyarakat masa kini.

“Harapan saya Empocare dapat terus diproduksi secara massal dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Saya juga berharap produk ini bisa menjadi trend setter bagi industri herbal lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Annisa berharap keberhasilan lolos P2MW menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan Empocare sebagai minuman herbal modern yang sehat dan diminati generasi muda.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa Umsida agar tidak takut mencoba berbagai peluang yang ada selama masa kuliah.

“Jangan takut untuk mencoba dan memulai. Ide sederhana sekalipun bisa berkembang menjadi usaha yang besar jika ditekuni dengan serius. Terus belajar, berani berinovasi, dan jangan mudah menyerah,” pungkasnya.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Bio Circular Agro Estate Antar HIMMAPIK Umsida Wujudkan Peluang Ekonomi dari Sampah
June 2, 2026By
Publikasi atau Pencitraan? Statement Sherly  Tjoanda Picu Perdebatan Komunikasi Publik
June 1, 2026By
Abdimas Umsida Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas Lewat Literasi Keuangan dan Modal
May 26, 2026By
Lolos P2MW 2026, Mahasiswa Umsida Kembangkan Platform Jasa Event Digital
May 25, 2026By
Dosen Umsida Soroti Kesenjangan Penegakan Hukum dan Bahaya Trial by Media Digital
May 22, 2026By
Mahasiswa Umsida Diajak Memahami Reformasi Polri dan Hukum Digital Modern
May 21, 2026By
Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah, Mahasiswa Ikom Umsida Jelajahi Kampung Kauman Yogyakarta
May 19, 2026By
Dosen Ikom Umsida Bahas Hyperreality Budaya Digital di Konferensi Internasional ICEMSS 2026
May 18, 2026By

Prestasi

Evaluasi Diri Bawa Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali di Pertandingan Karate
May 8, 2026By
Hebat! Zabrina Taklukkan Arena Karate dan Bawa Pulang Tiga Medali untuk Umsida
May 7, 2026By
Sekali Turun, Tiga Emas: Prestasi Gemilang Mahasiswa Hukum Umsida
May 6, 2026By
Lawan Rasa Minder, Windy Sabet Juara 1 di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026
April 15, 2026By
Atasi Rasa Minder, Vivi Nabila Bawa Pulang Emas pada Ajang Paku Bumi Championship 2026
April 14, 2026By
Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
April 10, 2026By
Mahasiswa Umsida Raih Perak di Paku Bumi Championship, Bukti Latihan Singkat Tak Halangi Prestasi
April 7, 2026By
Di Balik Kemudi Delta EV: Peran Strategis Mardi Lukas di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 5, 2026By