Fbhis.umsida.ac.id – Menembus jurnal internasional bukan sekadar soal keberuntungan. Dibutuhkan strategi, konsistensi, dan pemahaman terhadap kebutuhan jurnal.
Hal tersebut dibahas dalam workshop Prodi Akuntansi Umsida. Kegiatan berlangsung Senin, (10/08) Umsida kampus 3.
Workshop bertajuk Strategi Publikasi pada Jurnal Internasional Bereputasi. Kegiatan berlangsung di Ruang 210 Lantai 2 GKB 7.

Pesertanya merupakan dosen Program Studi Akuntansi Umsida. Kegiatan dibuka Kepala Prodi Akuntansi, Dr Sarwenda Biduri. Selanjutnya, Dr Nur Ravita Hanun bertindak sebagai moderator.
Prof Iman Harymawan hadir sebagai narasumber utama workshop.
Baca juga: APSA PTMA Dorong Kurikulum Akuntansi Adaptif Hadapi Era Digital dan AI
Mengubah Riset Menjadi Menyenangkan
Prof Iman mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap penelitian. Ia memperkenalkan prinsip sederhana melalui gagasan “Research is Fun”.

Menurutnya, riset tidak harus selalu terasa sulit. Proses penelitian dapat dimulai dari pengalaman sehari-hari.
Ide juga dapat muncul dari berbagai aktivitas sederhana. Peneliti kemudian perlu memahami research gap secara terarah.
Membaca banyak artikel bukan berarti memahami penelitian. Sumber berkualitas dapat membantu menemukan celah penelitian.
Berbagai perangkat pendukung juga dapat dimanfaatkan peneliti. Prof Iman turut membagikan pengalaman publikasinya selama satu dekade.
Konsistensi riset membawanya menghasilkan 144 dokumen publikasi. Ia juga telah mencapai h-index sebesar 25.
Capaian tersebut menunjukkan pentingnya strategi dan konsistensi penelitian. Ia juga memaparkan potensi riset lingkungan Umsida.
Hingga 2026, terdapat 612 dokumen penelitian tercatat. Dokumen tersebut melibatkan sekitar 540 penulis dari berbagai bidang.
Data tersebut menunjukkan potensi penelitian Umsida cukup besar.
Lihat juga: Dosen Hukum Umsida Tembus Proyek Crossref, Bawa Perspektif Legal ke Asia
Memahami Alasan Naskah Ditolak

Workshop juga membahas alasan utama naskah mengalami penolakan. Prof Iman merangkum tiga aspek penting dalam penolakan.
Ketiganya meliputi kontribusi, eksekusi, dan eksposisi penelitian. Penolakan kontribusi berkaitan dengan kebaruan penelitian.
Topik terlalu sempit juga dapat mengurangi peluang publikasi. Kurangnya kontribusi konseptual menjadi persoalan lainnya.
Sementara itu, eksekusi berkaitan dengan kualitas pelaksanaan penelitian. Metodologi yang lemah dapat membuat naskah sulit diterima.
Kualitas data juga menjadi pertimbangan penting bagi jurnal. Aspek eksposisi berkaitan dengan cara penelitian disampaikan.
Bahasa buruk dapat mengurangi kualitas penyajian ilmiah. Tinjauan literatur yang lemah juga menjadi perhatian.
Plagiarisme menjadi persoalan serius dalam proses publikasi. Prof Iman juga mengenalkan pendekatan design thinking dalam penelitian.
Pendekatan tersebut terdiri dari lima tahapan utama. Tahap pertama adalah memahami kebutuhan editor dan reviewer.
Selanjutnya, peneliti mendefinisikan ruang lingkup penelitian. Tahap berikutnya menghasilkan ide berdasarkan sumber data tersedia.
Peneliti kemudian membuat prototipe berupa draft awal. Tahap terakhir dilakukan melalui pengujian dan presentasi.
Menyesuaikan Riset dengan Kebutuhan
Dalam publikasi ilmiah, peneliti perlu memahami kebutuhan jurnal. Konsep demand dan supply menjadi bagian penting pembahasan.
Peneliti perlu mengenali minat jurnal sebelum menentukan penelitian. Strategi tersebut membantu penelitian menjadi lebih relevan.
Setiap proposal penelitian juga harus memiliki tujuan jelas. Masalah penelitian harus menunjukkan tingkat kepentingan yang kuat.
Metode penelitian harus sesuai dengan masalah yang dikaji. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi baru bagi literatur.
Sesi diskusi berlangsung interaktif bersama para dosen Akuntansi. Peserta membahas strategi menghadapi permintaan reviewer.
Pendanaan penelitian juga menjadi salah satu topik diskusi. Prof Iman menyarankan pemanfaatan grant untuk mendukung penelitian.
Ia juga menekankan pentingnya mentor dalam pengembangan riset. Menurutnya, penelitian membutuhkan proses validasi sebelum dipublikasikan.
Karena itu, peneliti perlu memahami target publikasi sejak awal. Melalui kegiatan tersebut, dosen memperoleh strategi publikasi terbaru.
Wawasan tersebut diharapkan memperkuat kualitas penelitian Akuntansi Umsida. Selain itu, peluang publikasi global diharapkan semakin terbuka.
Penyunting: Indah Nurul Ainiyah


















