Fbhis.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa program studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Fahlia Dini, berhasil meraih juara 1 sabet medali emas dalam ajang Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan pada 4–5 April 2026 di GOR Lembah Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta ini diikuti oleh berbagai kontingen pencak silat dari berbagai daerah.
Dalam ajang tersebut, Fahlia turun di kategori Tanding Dewasa Putri Kelas A dan berhasil menunjukkan performa terbaiknya hingga meraih kemenangan.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian yang istimewa, mengingat Fahlia sempat vakum dari latihan selama kurang lebih satu tahun sebelum kembali mengikuti kompetisi.
Baca juga: Mahasiswa Umsida Raih Perak di Paku Bumi Championship, Bukti Latihan Singkat Tak Halangi Prestasi
Dari Keraguan Menuju Juara, Perjalanan Fahlia Tak Mudah

Fahlia, yang akrab disapa Dini, mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa kurang siap dalam menghadapi kompetisi kali ini.
Hal ini disebabkan oleh jeda latihan yang cukup panjang sebelum kembali aktif berlatih.
“Sejujurnya, saya merasa persiapan untuk event ini masih jauh dari kata siap karena ini adalah kali pertama saya ikut event lagi setelah kurang lebih setahun break dari training,” ungkapnya.
Meski demikian, ia tetap berusaha mempersiapkan diri semaksimal mungkin dengan mengikuti latihan intensif yang dimulai sejak satu setengah bulan sebelum pertandingan.
Selain melatih teknik serangan, ia juga fokus pada peningkatan kondisi fisik agar tetap prima saat bertanding.
Dalam proses tersebut, Fahlia juga sempat mengikuti tryout bersama beberapa perguruan Tapak Suci sebagai bagian dari pematangan persiapan.
Hal ini menjadi langkah penting untuk membangun kembali kepercayaan diri sebelum turun ke gelanggang.
Lihat juga: Bangga, Mahasiswa Manajemen Umsida Raih Emas di Paku Bumi Championship 2026
Latihan Singkat Tak Halangi Fahlia Buktikan Kemampuan di Arena
Saat pertandingan berlangsung, Fahlia mengaku sempat diliputi rasa ragu karena sudah lama tidak mengikuti kompetisi. Namun, ia berusaha mengubah keraguan tersebut menjadi energi positif.

“Selama pertandingan saya merasa ragu karena sudah lama tidak turun gelanggang, tetapi saya berusaha berpikir positif dan meyakinkan diri bahwa saya bisa memulai kembali dengan baik,” jelasnya.
Usahanya tersebut membuahkan hasil. Di luar ekspektasinya, ia mampu tampil maksimal dan membawa pulang medali emas untuk Umsida. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan mental yang kuat mampu mengatasi keraguan.
Selain itu, tantangan dalam mengatur porsi latihan juga menjadi bagian dari perjuangannya. Ia merasa intensitas latihan yang dijalani belum sepenuhnya seimbang, namun justru hal tersebut memotivasinya untuk mengembalikan performa dalam waktu yang relatif singkat.
Didukung Penuh Umsida, Fahlia Siap Bidik Prestasi Lebih Tinggi
Keberhasilan Fahlia tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, teman, hingga kampus. Ia mengaku mendapatkan banyak doa dan motivasi dari orang-orang terdekatnya.
“Orang-orang terdekat selalu memberikan doa dan dukungan terbaik. Umsida juga memberikan support materiil bagi mahasiswa yang ingin berprestasi,” ujarnya.
Ke depan, Fahlia berencana untuk kembali mengikuti ajang kompetisi lainnya, termasuk The 1st Muhammadiyah Games 2026.
Ia berharap dapat terus meningkatkan performa dan membawa prestasi yang lebih tinggi.
Sebagai penutup, ia juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak mudah menyerah.
“Menjadi atlet itu enak, tantangannya adalah menjaga konsistensi. Jadi, buat teman-teman yang punya bakat, teruslah mengasah kemampuanmu dan kenalkan Umsida melalui prestasimu,” pesannya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Umsida lainnya untuk berani bangkit, mengembangkan potensi diri, serta terus berprestasi di berbagai bidang.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















