Fbhis.umsida.ac.id – Bertepatan sehari setelah peringatan Hari Kasih Sayang, Minggu (15/02/26), Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (Himabig) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berkolaborasi dengan Save Street Child (SSC) Sidoarjo menggelar kegiatan bertajuk “Gema Literasi Dasar”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung GKB 7 Lantai 6 Ruang 609–610 Kampus 3 Umsida dan melibatkan 30 anak binaan SSC yang didampingi langsung oleh pembina SSC, Dwi Prasetyo, SPsi MPsi.
Mengusung tema “Sinergi dalam Menguatkan Fondasi Calistung dan Mengasah Bakat Seni Anak sebagai Pilar Kecerdasan Bangsa”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukatif yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Fokus utamanya adalah penguatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) serta pengembangan bakat seni anak sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kecerdasan generasi masa depan.
Baca juga: Aslab Akuntansi Umsida Kupas Strategi Cuan di Tengah Volatilitas IHSG Lewat Webinar Saham
Sinergi Mahasiswa dan Komunitas untuk Literasi Dasar
Dalam sambutannya, Dwi Prasetyo mengapresiasi langkah mahasiswa yang bersedia terjun langsung ke masyarakat melalui kegiatan edukatif.
Ia menilai kolaborasi seperti ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan pendampingan belajar.

“Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman Himabig atas kolaborasi ini, di mana mahasiswa bisa terjun langsung ke masyarakat dan bersinergi dengan adik-adik,” tegas Prasetyo.
“Saya berpesan kepada kakak-kakak pendamping agar dapat membimbing adik-adiknya dengan baik,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan anak-anak binaan.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan ramah anak, para mahasiswa berperan sebagai pendamping sekaligus motivator agar anak-anak semakin percaya diri dalam belajar.
Lihat juga: Wujudkan Studio Inovasi Kreatif, Lab Bisnis Digital Umsida Resmi Memulai Langkah Perdana-Nya!
Penguatan Calistung dan Kreativitas Anak
Sebagai inti acara, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil agar proses pembelajaran lebih efektif dan interaktif.
Sesi pertama difokuskan pada penguatan kemampuan Calistung.
Mahasiswa memberikan materi secara sederhana dan aplikatif, disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing anak.
Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi pengembangan kreativitas melalui aktivitas mewarnai.
Sesi ini bertujuan untuk melatih motorik halus, konsentrasi, serta imajinasi anak.
Pendekatan belajar yang menyenangkan diharapkan mampu menumbuhkan minat belajar sekaligus menghilangkan kesan bahwa belajar adalah sesuatu yang membosankan.
Ketua Himabig, Fadhil Al Azka Adriano, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengabdian masyarakat Himabig.
Ia menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Himabig yang bersifat pengabdian masyarakat untuk membantu adik-adik memahami bahwa pendidikan itu sangat penting demi kesuksesan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
“Ini adalah langkah awal kami dalam berkecimpung di masyarakat, dan kami berharap kolaborasi antara Himabig dengan SSC dapat terus berlanjut di masa depan tanpa ada sekat,” tambahnya.
Fun Game Edukatif dan Penanaman Semangat Literasi
Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah Fun Game Edukatif yang digelar setelah materi dasar selesai.
Konsep permainan ini memadukan unsur audio visual dan daya ingat. Anak-anak diajak menonton film edukasi, kemudian diberikan pertanyaan interaktif seputar isi tayangan tersebut.
Metode ini dirancang untuk melatih konsentrasi, kemampuan menyimak, serta keberanian anak dalam menyampaikan pendapat.
Suasana belajar yang dikemas dalam bentuk permainan membuat anak-anak lebih antusias dan aktif berpartisipasi.

Melalui “Gema Literasi Dasar”, Himabig Umsida dan SSC Sidoarjo menunjukkan komitmen nyata dalam menguatkan literasi anak-anak binaan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menanamkan semangat belajar, membangun karakter, serta menciptakan generasi yang lebih cerdas dan berdaya.
Penulis: Arum Anggraini Sari Rochma
Penyunting: Indah Nurul Ainiyah


















